Susu UHT dan Susu Pasteurisasi, Kenali 4 Perbedaannya

Date:

Ilustrasi Susu UHT (Fotor)

Susu adalah minuman sehat yang sangat bermanfaat bagi tubuh, terutama untuk kesehatan tulang karena tinggi kalsium. Susu adalah minuman segar yang diperoleh langsung dari hewan mamalia seperti sapi.

Namun, susu yang sering kita beli dari pasaran bukanlah susu yang baru diperas, melainkan susu sudah melewati berbagai proses agar bisa dikonsumsi dengan aman dan tahan lama. Salah satu jenis susu yang sering dikonsumsi masyarakat adalah susu cair.

Susu cair terbagi menjadi susu susu UHT (Ultra High Temperature) dan pasteurisasi. Dua susu ini mungkin pernah kamu temukan ketika pergi ke supermarket. Sebenarnya, apa yang membedakan dua susu tersebut?

Berikut perbedaan susu UHT dan pasteurisasi berdasarkan proses sterilisasi,  tingkat sterilisasi, cara penyimpanan, kandungan nilai gizi, dan pengemasan susu yang dikutip dari berbagai sumber.

1. Proses Sterilisasi

Proses sterilisasi susu UHT memakan waktu lebih singkat daripada susu pasteurisasi. Susu UHT dipanaskan dengan suhu tinggi antara 135-145 derajat selama 2-4 detik. Tujuan pemanasan susu UHT menggunakan suhu tinggi adalah mematikan bakteri patogen, sehingga susu benar-benar steril.

Susu pasteurisasi disterilkan dengan proses pemanasan yang menggunakan suhu lebih rendah dari susu UHT, yaitu 72-85 derajat. Pemanasan susu pasteurisasi dilakukan selama 10-15 detik. Proses pemanasan ini cukup untuk menghilangkan patogen yang mungkin ada di dalam susu.

2. Tingkat Sterilisasi

Suhu UHT lebih steril dibandingkan susu pasteurisasi karena pemanasannya dilakukan dengan suhu tinggi. Hampir seluruh bakteri pada susu UHT hancur karena pemanasan tersebut.

Sedangkan pada susu pasteurisasi masih menyisakan bakteri, tapi bukan bakteri yang menyebabkan penyakit berbahaya, sehingga aman jika dikonsumsi.

3. Cara Penyimpanan

Susu UHT bisa bertahan lebih lama meskipun tidak disimpan dalam lemari pendingin. Susu UHT bisa bertahan selama 6-12 bulan dalam kemasan dan 5 hari jika kemasan sudah dibuka. Jika susu yang dipajang di supermarket di luar lemari pendingin, berarti bisa dikatakan itu adalah susu UHT.

Sedangkan susu pasteurisasi harus segera diminum karena tidak bisa tahan lama. Dalam suhu ruangan, susu pasteurisasi hanya bisa tahan selama 4-5 jam. Oleh karenanya, susu ini harus disimpan di lemari pendingin agar tahan lebih lama.

4. Kandungan Nilai Gizi

Pada dasarnya, baik susu UHT maupun pasteurisasi, keduanya telah kehilangan beberapa vitamin akibat proses pemanasan. Kedua susu tersebut biasanya memiliki fortifikasi, yaitu roses penambahan mikronutrien atau vitamin dan unsur renik esensial pada makanan.

Meski telah melewati sterilisasi, kandungan gizi susu pasteurisasi tidak banyak berubah karena tidak mengalami proses pemanasan suhu tinggi seperti susu UHT. Tekstur susu pasteurisasi lebih kental dan rasanya lebih kuat dibandingkan susu UHT.

Penulis: MHT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Taj Yasin Maimoen Siapkan Rahasia Khusus untuk Hadapi Debat Kedua Pilgub Jateng

Jawa Tengah tengah dipanaskan dengan persiapan ketat dari para...

Pilkada Banjarbaru, Petahana Terancam Diskualifikasi Gara-Gara Hal Ini

Tensi Pilkada Kota Banjarbaru 2024 memuncak dengan isu diskualifikasi...

Cerita Felicia Reporter tvOne Selamat dari Kecelakaan Maut di Tol Pemalang

Mobil yang membawa lima kru tvOne ditabrak oleh sebuah...

Momen Seru dari Debat Pilkada Jateng: Ubah Air Asin, Teknologi Satelit hingga Cagub Salah Sebut Wakilnya

Dalam debat perdana Pilkada Jawa Tengah yang digelar pada...