
Gunung Slamet (Ig)
Gunung Slamet merupakan gunung terbesar di Pulau Jawa, meski bukan yang paling tinggi. Besarnya gunung ini bisa dilihat dari ‘tubuhnya’ yang berada di lima kabupaten.
Kelima kabupaten tersebut meliputi, Banyumas, Purbalingga, Brebes, Tegal, dan Pemalang.
Adapun ketinggian Gunung Slamet adalah 3.432 mdpl, atau masih kalah tinggi bandingkan Gunung Semeru yang memiliki ketinggian 3.676 mdpl.
Jalur pendakian Gunung Slamet termasuk aman untuk pemula. Karena itu, tiap tahun Gunung Slamet selalu ramai didaki, terutama pada musim kemarau.
Namun perlu dipertimbangkan, Gunung Slamet masih berstatus Waspada atau Level II. Bahkan, ritual pendakian malam 1 Suro pada 6 Juli 2024 lalu juga ditiadakan.
Pendakian di Gunung Slamet selama ini dikenal cukup sulit, meski tak sampai ekstrem. Selain rutenya yang cukup terjal, di sepanjang jalur pendakiannya jarang ditemui sumber mata air.
Jalur pendakian di Gunung Slamet terbilang banyak, bahkan mencapai belasan. Hal ini dikarenakan gunung ini berada di antara lima kabupaten, sehingga setiap kabupaten pun memiliki jalur pendakiannya.
Merangkum berbagai sumber, tercatat ada 11 jalur pendakian Gunung Slamet. Ke-11 jalur pendakian itu yakni Jalur Bambangan di Kabupaten Purbalingga, Jalur Baturaden di Banyumas, Jalur Dhipajaya di Pemalang, Jalur Guci dan Jalur Dukuhliwung di Kabupaten Tegal, Jalur Kaliwadas dan Jalur Kaligua di Brebes.
Selain tujuh jalur itu masih ada empat jalur lagi yang juga kerap digunakan pendakian, yakni Jalur Gunung Malang, Jalur Cemara Sakti, Jalur Penakir, serta Jalur Jurang Mangu.
Dari 11 jalur pendakian tersebut, ada lima jalur yang paling populer karena jadi favorit para pendaki. Berikut rinciannya:
1. Jalur Guci
Jalur Guci sangat populer di kalangan pendaki Gunung Slamet. Jalur pendakian ini terletak di Desa Guci, Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal, Provinsi Jawa Tengah.
Di jalur ini, pendaki akan melewati 5 pos pendakian dengan durasi waktu sekitar 12 jam untuk mencapai puncak Gunung Slamet. Desa Guci juga terkenal sebagai desa wisata, di desa ini terdapat pemandian air panas.
Para pendaki dapat mencoba melepas penat setelah mendaki Gunung Slamet, di pemandian air panas ini.
2. Jalur Bambangan
Jalur pendakian Gunung Slamet ini terletak di Kabupaten Purbalingga. Para pendaki akan membutuhkan waktu sekitar 10 jam untuk mencapai puncak Gunung Slamet dari jalur ini.
Pendakian dijalur ini dapat dilakukan 2 hari 1 malam. Pendaki akan melewati 9 pos jika mendaki Gunung Slamet melalui Jalur Bambangan.
Jalur Bambangan ini menjadi salah satu jalur pendakian Gunung Slamet yang cukup populer.
3. Jalur Kaliwadas
Jalur Kaliwadas adalah jalur pendakian Gunung Slamet yang berada di Dusun Kaliwadas, Kecamatan Sirampong, Kabupaten Brebes. Jalur ini mempunyai hutan yang lebat dengan 5 pos sebagai area berkemah.
Jalur ini berada di sebelah barat Gunung Slamet. Jika pendaki mendaki Gunung Slamet memalui Jalur Kaliwadas dibutuhkan durasi waktu pendakian sekitar 10 jam untuk mencapai puncak.
4. Jalur Cemara Sakti
Jalur Cemara Sakti terletak di Pulosari, Kabupaten Pemalang. Terdapat 6 Pos Pendakian di Jalur Purwosari ini dengan durasi waktu pendakian sekitar 9 sampai 10 jam untuk mencapai puncak Gunung Slamet.
Di Jalur Purwosari terdapat tanjakan yang terkenal bernama Tanjakan Polisi Tidur. Jalur pendakian ini terkenal juga sebagai jalur yang cukup mudah untuk para pendaki.
5. Jalur Baturraden
Wisata Baturraden tidak hanya Pancuran Pitu, di kawasan Baturraden juga terdapat jalur pendakian Gunung Slamet. Walaupun berada di kawasan wisata, jalur ini masih terbilang cukup sepi digunakan oleh pendaki.
Sebab jalur pendakian ini masih sepi dan dirimbuni oleh semak-semak. Jalur Baturraden yang terletak di wilayah Purwokerto, Kabupaten Banyumas ini memiliki 6 pos pendakian.
Pendaki membutukan waktu mpuh sekitar 11 jam untuk mencapai puncak melalui jalur pendakian ini. Pendaki bisa mencoba jalur ini sambil berwisata di Baturraden.
Penulis: Mikail Dzan AB


