
Bayern Munchen (Ig)
Sudah bukan rahasia umum lagi kalau Bayern Munchen adalah raksasa Bundesliga. Klub berjuluk De Roten itu sudah mengoleksi 33 trofi Liga Jerman dan juara sebanyak 20 kali di Piala DFB.
Prestasi gemilang Bayern tidak hanya di tingkat domestik. De Roten pernah menjuarai beberapa turnamen bergengsi di Eropa. Juara Liga Champions UEFA pernah diraih enam kali oleh klub yang bermarkas di Munchen itu. Ditambah Piala Super UEFA dua trofi (2013, 2020), Piala Antarklub FIFA (2013, 2020), dan kompetisi lainnya.
Dengan puluhan trofi di berbagai turnamen, tentu saja Bayern Munchen diisi skuad yang berkualitas. Banyak pemain bersinar di klub ini yang membawa juara. Salah satunya yang tak tergantikan di benteng terakhir adalah Manuel Neuer.
Namun demikian, ternyata tidak semua pemain yang bermain di Bayern Munchen bersinar. Sedikitnya ada lima bintang sepak bola yang gagal menonjol usai gabung De Roten, tapi kemudian ia bersinar di klub lain. Siapa saja mereka?
1. Xherdan Shaqiri
Pemain berkewarganegaraan Swiss ini pernah mencoba peruntungan di Bayern Munchen. Xherdan Shaqiri direkrut Bayern dari FC Basel pada Juli 2012. Namun, selama dua musim di Munchen ia gagal bersinar. Padahal di klub sebelumnya Xherdan Shaqiri tampil gemilang.
Meski kurang menonjol, pemain kelahiran Gjilan ini masih bisa merasakan juara bersama Bayern Munchen, yaitu juara Bundesliga (2012-2013 dan 2013-2014), DFB-Pokal (2012-2013 dan 2013-2014), Liga Champions 2012-2013, hingga Piala Super Eropa 2013.
Kariernya terselamatkan usai gabung Inter Milan pada Januari 2015. Klub yang bermain di Serie A ini menjadi titik kebangkitan Xherdan Shaqiri. Kemudian ia juga menjadi andalan Liverpool usai gabung pada 2018 dari Stoke City.
2. Mats Hummels
Mats Hummels adalah bek jebolan akademi Bayern Munchen. Sejak 2003, ia sudah gabung FC Bayern U17 sampai akhirnya promosi ke tim senior reguler Bayern Munchen pada 2007.
Namun, performanya turun dan jarang dimainkan. Alhasil, ia dipinjamkan ke Borussia Dortmund dan menunjukkan ketangguhannya sebagai benteng pertahanan. Ia kemudian dipermanenkan pada 2009.
3. Emre Can
Satu lagi pemain asli akademi Bayern Munchen yang gagal bersinar di klubnya sendiri adalah Emre Can. Ia mulai masuk ke tim utama dari FC Bayern II pada Juli 2012. Ia dipromosikan lantaran statistiknya menjanjikan. Namun, ketika tampil di tim utama ia gagal bersinar.
Pemain berposisi gelandang ini pindah ke Bayern Leverkusen dan performanya meningkat. Sampai akhirnya banyak yang melirik klub luar Bundesliga. Emre Can pernah memperkuat klub Liga Inggris, Liverpool hingga Serie A, Juventus.
4. Pepe Reina
Kiper asal Spanyol, Pepe Reina pernah didatangkan ke Bayern Munchen pada 2014 oleh Pep Guardiola. Alih-alih mendapat tempat utama, sang penjaga gawang kelahiran Madrid ini hanya jadi pelapis Manuel Neuer. Kariernya di Allianz Arena cuma semusim. Sejak Juli 2015, ia memperkuat Napoli, kemudian AC Milan, Aston Villa, Lazio, Villarreal, dan Como 1907.
5. Lukas Podolski
Lukas Podolski termasuk salah satu yang kariernya meredup setelah gabung Bayern Munchen. Padahal di klub sebelumnya, FC Koln, Podolski menjadi penyerang yang punya ketajaman mencetak gol.
Setelah direkrut raksasa Bundesliga itu pada 2006, performa Podolski kian menurun. Selama tiga musim, pemain kelahiran Gliwice, Polandia ini hanya mencetak 26 gol dan 20 assist dalam 106 penampilan.
Pada Juli 2009, Podolski kembali ke FC Koln. Performanya kembali. Dalam 88 pertandingan, ia sukses mencetak 33 gol. Statistik ini lebih baik ketimbang di Bayern Munchen.
Penulis: MHT


