Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, melalui sambungan telepon yang sangat jarang terjadi, mendesak Iran untuk tidak menyerang Israel. Starmer memperingatkan Presiden Tehran Masoud Pezeshkian tentang adanya risiko serius akibat salah perhitungan dan mendesak Iran untuk menghentikan serangan ke Israel.
Bukan hal biasa, seperti dilansir telegraph.co.uk, Selasa (13/8/2024), Starmer adalah perdana menteri Inggris pertama yang menghubungi langsung pimpinan Iran dalam tiga tahun terakhir. Hal itu dipicu pasukan militer Israel yang terus bersiaga pada Senin malam di tengah berbagai laporan bahwa Iran tengah menyiapkan serangan berskala besar.
Sementara Gedung Putih menyatakan Amerika Serikat (AS) dan Israel yakin Iran dan proksinya di Timur Tengah, termasuk Hizbullah di Lebanon tengah bersiap meluncurkan serangan pekan ini. Berbagai unit drone dan misil dilaporkan tengah bersiap melakukan serangan langsung ke Israel. Aksi itu sebagai bentuk pembalasan atas tewasnya pimpinan Hamas Ismail Haniyeh di Tehran akhir bulan lalu.
Perdana menteri terakhir yang bicara dengan Iran adalah Boris Johnson pada Maret 2021. Panggilan telepon dilakukan untuk membahas pembebasan sandera Nazanin Zaghari-Ratcliffe.
“Perdana Menteri mengatakan bahwa dia sangat mencemaskan situasi di kawasan tersebut dan menghubungi seluruh pihak untuk menahan dan menghindari konfrontasi regional lebih jauh,” ujar juru bicara Downing Street saat menerangkan maksud panggilan Starmer.
Starmer mengatakan, saat ini waktunya para pimpinan untuk tenang dan berhati-hati dalam mengambil keputusan. Dan panggilan teleponnya tersebut tidak mewakili siapapun selain untuk menghindari konflik regional yang lebih luas.
Tak hanya itu, sang perdana menteri juga membahas isu tentang dialog konstruktif antar kedua negara. Ia memperingatkan Tehran untuk berhenti mengancam Inggris dan mendorong Iran untuk berhenti mendukung invasi Rusia ke Ukraina.
Penulis: Amelie


