Momen Seru dari Debat Pilkada Jateng: Ubah Air Asin, Teknologi Satelit hingga Cagub Salah Sebut Wakilnya

Date:

Dalam debat perdana Pilkada Jawa Tengah yang digelar pada Rabu malam, 30 Oktober 2024, calon Gubernur nomor urut 2, Ahmad Luthfi, mencuri perhatian publik dengan janji ambisiusnya untuk mengubah air asin menjadi air tawar.

Janji ini muncul sebagai solusi atas masalah kekurangan air minum yang dialami masyarakat Jawa Tengah.

Debat perdana Pilgub Jawa Tengah ini mengusung tema “Tata Kelola Pemerintahan: Kepemimpinan dan Reformasi Birokrasi Menuju Jawa Tengah dengan Pelayanan Publik yang Transparan dan Akuntabel. Pilgub Jawa Tengah diikuti dua pasangan calon (paslon), yakni nomor urut 1 Andika Perkasa-Hendrar Prihadi, yang didukung PDIP. Sedangkan paslon nomor urut dua, yaitu Ahmad Luthfi-Taj Yasin diusung PKB, Gerindra, Golkar, PAN, Nasdem, PKS, PSI, dan Demokrat, dan PPP.

Luthfi, saat menjawab pertanyaan moderator mengenai strategi kemitraan untuk mencapai Sustainable Development Goals (SDG’s), mengungkapkan, “Jawa Tengah kurang kebutuhan air minum hampir 14 persen. Ini akan kita lakukan, ke depan kami berjanji dengan adanya kekurangan air minum, maka akan kita manfaatkan air minum di PDAM kita dengan mengubah air asin menjadi air tawar.”

Pernyataan ini menggarisbawahi komitmennya untuk mengatasi masalah air yang mendesak di wilayah tersebut.

Selain itu, Luthfi juga menyoroti kekurangan sanitasi yang masih tinggi di Jawa Tengah, yang mencapai 14 persen.

“Apabila kami nanti, dengan Gus Yasin terpilih, akan kami penuhi sanitasi dasar, yakni jambanisasi itu sendiri,” lanjutnya, menggarisbawahi pentingnya perbaikan infrastruktur sanitasi untuk kesejahteraan masyarakat.

Angka Kemiskinan yang Masih Tinggi
Masalah lain yang menjadi perhatian Luthfi adalah tingginya angka kemiskinan di Jawa Tengah, yang mencapai 10,47 persen atau sekitar 3,70 juta orang. Dalam konteks SDG’s, kemiskinan, pendidikan, dan kehidupan sehat adalah beberapa dari 17 tujuan pembangunan berkelanjutan yang diharapkan dapat tercapai pada tahun 2030.

Respons Andika Perkasa

Tanggapan datang dari calon Gubernur nomor urut 1, Andika Perkasa, yang menilai bahwa Luthfi tidak menjawab pertanyaan mengenai kemitraan dengan jelas.

“Mas Luthfi lupa tentang pertanyaan yang diajukan moderator, yakni tentang kemitraan atau partnership sebagai goal terakhir dari SDG’s. Daerah tak mungkin bisa bekerja sendiri untuk mengejar 17 goal SDG’s,” katanya. Menurut Andika, kemitraan yang kuat antara pemerintah dan sektor swasta sangat diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut.

Teknologi Satelit untuk Akses Internet
Dalam debat tersebut, Andika juga menyoroti akses internet yang masih rendah di Jawa Tengah, yang dinilainya paling rendah di Pulau Jawa. Dia mengusulkan solusi teknologi dengan menyebutkan, “Pemerintah Jawa Tengah mempunyai pilihan untuk menurunkan koneksi internet dari satelit. Ini sudah memungkinkan secara teknologi.”

Pernyataan ini menekankan perlunya inovasi untuk meningkatkan aksesibilitas informasi dan komunikasi di daerah.

Momen Grogi Luthfi, Salah Sebut Nama Wakil Sendiri

Di tengah diskusi yang hangat, Ahmad Luthfi mengalami momen grogi ketika secara tidak sengaja menyebut nama rivalnya, Hendrar Prihadi, sebagai pasangannya.

“Saya bersama Pak Hendi, ulangi Gus Yasin akan membangun satu KK satu rumah layak huni,” ucap Luthfi, yang membuat pendukung Andika-Hendi tertawa dan mengekspresikan reaksi mereka. Momen ini menciptakan suasana yang lebih dinamis dalam debat, menunjukkan tekanan yang dirasakan para calon.

Debat perdana Pilkada Jawa Tengah berhasil mengungkap berbagai isu penting yang dihadapi oleh masyarakat, mulai dari kekurangan air bersih, sanitasi, hingga kemiskinan. Dengan janji-janji dan strategi yang diusulkan oleh masing-masing calon, masyarakat diharapkan dapat menentukan pilihan yang tepat untuk masa depan Jawa Tengah.

Saat pemilihan semakin mendekat, perhatian publik akan semakin terfokus pada bagaimana calon-calon ini dapat merealisasikan janji-janji mereka dan memperbaiki kualitas hidup masyarakat di provinsi ini. Tentunya, debata semacam ini bisa menjadi tolok ukur untuk memilih calon pemimpin Jawa Tengah untuk 5 tahun mendatang ini.

Penulis: Purba Handayaningrat

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Taj Yasin Maimoen Siapkan Rahasia Khusus untuk Hadapi Debat Kedua Pilgub Jateng

Jawa Tengah tengah dipanaskan dengan persiapan ketat dari para...

Pilkada Banjarbaru, Petahana Terancam Diskualifikasi Gara-Gara Hal Ini

Tensi Pilkada Kota Banjarbaru 2024 memuncak dengan isu diskualifikasi...

Cerita Felicia Reporter tvOne Selamat dari Kecelakaan Maut di Tol Pemalang

Mobil yang membawa lima kru tvOne ditabrak oleh sebuah...

Tom Lembong Viral, Ciska Wihardja Turut Jadi Sorotan, Siapa Dia?

Nama Tom Lembong, mantan Menteri Perdagangan, baru-baru ini jadi...