
Ilustrasi (fotor)
Memperingati Hari Ciuman Internasional, atau International Kissing Day dirayakan tiap tanggal 6 Juli setiap tahunnya. Tahukah Anda sejarah dan alasan seseorang ciuman?
Masyarakat umum menamai ciuman sebagai “bahasa cinta” bentuk ekspresi sayang. Namun perlu diketahui, ciuman ternyata terjadi sejak ribuhan tahun lalu.
Sebagian ahli berpendapat kalau ciuman berawal dari kegiatan mengendus, yang dilakukan berabad-abad untuk mempelajari satu sama lain.
Sejarah Ciuman
Berciuman sebagai rasa ekspresi romantis diyakini telah dimulai di India, di mana puisi epik Mahabharata diyakini ditulis, yakni sekitar 1000 SM. Di sini, termuat deskripsi ciuman romantis pertama yang dikenal dalam sejarah.
Dilansir dari Psychology Today, teks-teks kitab Weda dari India kuno juga berbicara tentang ciuman. Selain itu, Kama Sutra, buku soal seks paling terkenal yang menurut para ahli berasal dari abad ke-2, mencurahkan seluruh bab terkait masalah ciuman.
Beberapa antropolog bahkan meyakini bahwa orang Yunani belajar tentang ciuman erotis dari orang India ketika Alexander Agung menyerbu India pada 326 SM. Meski demikian, hal ini masih terus diperdebatkan.
Sejarah Yunani Kuno
Dalam literatur sejarah lainnya, sejarawan Yunani kuno, Herodotus pada abad ke-5 SM menyebut bahwa ciuman sangat biasa di antara orang Persia untuk menyapa.
Misalnya, ciuman mulut biasa dilakukan orang-orang dengan kedudukan yang sama. Sementara itu, orang Persia akan saling mencium pipi kalau punya kasta lebih rendah.
Di bawah bangsa Romawi, berciuman punya makna lebih luas. Orang-orang Romawi mencium pasangan atau kekasih mereka, keluarga, teman-teman, dan para penguasa.
Ciuman pada saat itu dibedakan, antara ciuman di tangan atau pipi (osculum) dengan ciuman di bibir (basium), serta ciuman yang penuh gairah (savolium).
Jenis Ciuman Zaman Romawi
Jenis ciuman pada zaman Romawi pun berbeda-beda. Misalnya, untuk memenuhi tujuan dari sosial, politik, hingga bagian dari aktivitas seksual. Di zaman buta huruf yang meluas, ciuman berfungsi untuk menyegel perjanjian.
Sampai akhirnya, setelah kejatuhan Romawi, ciuman romantis menghilang selama lebih dari 1.000 tahun. Ciuman ini muncul kembali pada akhir abad ke-11 oleh kisah legendaris Romeo dan Juliet.
Ciuman Romeo dan Juliet saat itu adalah simbol gerakan untuk menghapus perjodohan keluarga dan merayakan cinta sebagai kekuatan yang membebaskan.
Alasan Manusia Berciuman
Ada banyak teori tentang alasan manusia berciuman. Salah satunya, seperti dikutip dari Healthline.
Didorong Oleh Kasih Sayang
Berciuman menyebabkan reaksi kimia di otak, termasuk ledakan oksitosin atau “hormon cinta”. Hormon ini membangkitkan perasaan kasih sayang dan kemelekatan. Menurut sebuah studi pada 2013, oksitosin sangat penting dalam membantu ikatan pria dengan satu pasangan.
Wanita juga mengalami banjir oksitosin selama persalinan dan menyusui, untuk memperkuat ikatan ibu-anak.
Didorong Perasaan Cinta
Alasan kedua, ciuman didorong oleh perasaan cinta romantis. Pernah merasakan “jungkir balik” saat jatuh cinta? Itulah efek dopamin di otak Anda ketika jatuh cinta.
Dopamin ini dilepaskan ketika Anda melakukan sesuatu yang terasa enak, seperti berciuman dan menghabiskan waktu bersama seseorang yang Anda suka. Tak heran, rasa enak dan menyenangkan ini bisa menimbulkan efek “kecanduan”.
Didorong Hasrat Seksual
Beberapa ciuman juga didorong hasrat seksual. Bukan rahasia lagi kalau beberapa ciuman benar-benar didorong oleh keinginan seksual.
Bahkan, dalam penelitian yang pernah dilakukan, partisipan wanita mengatakan mereka lebih kecil kemungkinan berhubungan seks tanpa berciuman terlebih dahulu.
Penulis: Purba Handayaningrat


