
Harashta Haifa Zahra, Miss Supranational 2024 (Ig)
Puteri Indonesia Harashta Haifa Zahra mencetak sejarah gemilang. Zahra menjadi pemenang Miss Supranational 2024 yang berlangsung di Strzelecki Park Amphitheater, Nowy Sącz, Małopolska, Polandia, Sabtu, 6 Juli 2024, waktu setempat.
Tata, panggilan akrabnya, sekaligus menjadi Puteri Indonesia pertama yang menjadi juara selama sepanjang keikutsertaan di ajang tersebut.
Di babak dua besar, Tata berhadapan dengan Miss Amerika Serikat Jenna Dykstra. Keduanya yang berdiri berhadapan saling menguatkan saat menunggu nama pemenang disebutkan.
Tangis Tata pecah, saat namanya dipanggil sebagai pemenang dalam ajang kontes kecantikan tersebut, menggantikan tugas Andrea Victoria Aguilera Paredes, pemenang tahun 2023.
“Ini tetap terasa tidak nyata dan aku tak sabar memenuhi tugasku sebagai Miss Supranational 2024 yang baru. Tahun ini akan menjadi sangat spesial dan hatiku dipenuhi oleh kebanggaan. Terima kasih untuk negaraku untuk dukungan kalian. Indonesia kita berhasil! Aku cinta kalian!” ucapnya setelah mendapat mahkota, dikutip dari akun Instagram resmi Miss Supranational, Minggu (7/7/2024).
Mencuri Perhatian
Sebelunya, kemenangan Tata, sudah diprediksi banyak orang. Tata membukukan beberapa kemenangan dalam beberapa kategori.
Dia juga menonjol dan mencuri perhatian sehingga mahasiswi jurusan Teknik Lingkungan itu mengharumkan Indonesia karena dinobatkan menjadi finalis paling berbakat. Ia mendapat gelar “Supratalent 2024” yang diberikan pada 30 Juni 2024 selama mengikuti berbagai kompetisi di ajang tersebut.
Wakil Indonesia itu juga memukau publik saat memainkan alat musik tradisional kecapi. Wanita kelahiran 5 September 2003 itu juga membawakan lagu “Bubuy Bulan” yang merupakan tembang lawas. Ia juga mendapat pujian karena penampilannya saat membawakan tarian khas dari Indonesia.
Beberapa hari sebelumnya, Tata tampil memukau saat memakai kostum nasional yang terinspirasi Srikandi, tokoh pewayangan populer dari Indonesia. Kostum yang dirancang desainer Intan Avantie itu berupa satu set kebaya dengan kain.
Profil Harashta Haifa Zahra
Merangkum berbagai sumber, Harashta Haifa Zahra berhak menyandang gelar Puteri Indonesia 2024 setelah mengalahkan finalis asal DI Yogyakarta Sophie Kirana di babak dua besar pada malam final Pemilihan Puteri Indonesia 20024 yang berlangsung pada Jumat malam, 8 Maret 2024.
Jawabannya soal alasan perempuan mendukung pembangunan dinilai mengesankan oleh dewan juri yang terdiri dari 12 orang.
Tata lahir di Garut, 5 September 2003. Saat ini, ia masih berkuliah di jurusan Teknik Lingkungan Institut Teknologi Nasional (Itenas) Bandung. Mengutip profil yang diunggahnya lewat Instagram pada 28 Januari 2023, ia disebut memiliki inisiatif advokasi bertajuk Mother of Nature.
Inspirasinya datang dari kondisi darurat sampah di Kota Bandung dengan 44,2 persen berupa sampah makanan. Menurut perempuan yang jago menari itu, isu itu berakar dari kebiasaan warga sehari-hari yang dianggap remeh. Lewat Mother of Nature, ia menggandeng beragam pihak untuk bersama-sama mengatasi masalah sampah organik, khususnya sampah makanan.
“Upaya ini meliputi pemilahan sampah, pendidikan soal pentingnya menghabiskan makanan, dan meningkatkan kesadaran untuk mengambil sesuai yang dibutuhkan,” katanya dalam unggahan tersebut.
Sekilas Ajang Miss Supranational
Melansir Wikipedia, Miss Supranational adalah kontes kecantikan international yang berbasis di Polandia dan sudah diadakan sejak 2009. Menyusul kesuksesannya, gandengan kompetisi ini, kontes pria Mister Supranational, juga mulai diselenggarakan pada 2016.
Pemilik jenama Miss Supranational mulanya adalah World Beauty Association S.A. (WBA) asal Panama. Pada 2009, WBA meneken kontrak dengan perusahaan Polandia, Missland Sp. z o.o. atau yang kelak dikenal dengan Nowa Scena, untuk memberikan hak penyelenggaraan dan pengelolaan kontes tersebut selama 5 tahun.
Pada 5 Juli 2009, Presiden WBA Tryny Marcela Yandar Lobón resmi mengumumkan edisi pertama Miss Supranational. Kontes ini kemudian digelar pada 5 September 2009 di Płock, Polandia. Diikuti oleh 36 negara, Oksana Moria dari Ukraina menjadi pemenang sulung kontes.
Selama 5 tahun kontrak tersebut, kontes ini berkembang pesat. Edisi kelimanya diikuti oleh 83 negara dan untuk kali pertama diadakan di luar Polandia yakni di Minsk, Belarus.
Pada 2014 kontes ini diterpa kisruh kepemilikan. Carsten Mohr, bekas penasihat Presiden WBA yang juga mengklaim sebagai pemilik asli jenama, mengumumkan organisasi tandingan di Hong Kong. Kontes bernama sama dirancang akan diadakan di India. Bagaimanapun, setelah beberapa kali ditunda, kontes tersebut tidak pernah terlaksana. Sebagai gantinya diadakan pemungutan suara daring dan Mohr memahkotai Yenniffer Poleo dari Venezuela di Jerman.
Pihak Nowa Scena membantah klaim Mohr, menyebutnya sebagai upaya ilegal untuk merebut hak kepemilikan sah yang dipegang WBA S.A. Meski begitu, peran dan keterlibatan organisasi Panama tersebut juga sangat minim diketahui. Seawal 2017, posisi direktur Nowa Scena dan produser eksekutif Miss Supranational, Gerhard Parzutka, mulai disebut sebagai presiden kontes. Dalam beberapa kesempatan, logo Miss Supranational juga ditampilkan tanpa menyertakan tulisan “WBA” di bagian bawahnya.
Pada 2020, untuk pertama kalinya kontes tidak diadakan karena terhalang pandemi Covid-19. Sejak 2021, kontes diselenggarakan di Nowy Sącz, Małopolska bekerja sama dengan pemerintah kota setempat. Ini sekaligus menandai perubahan waktu pelaksanaan kontes yang sejak 2014 selalu digelar pada akhir tahun bersamaan musim dingin, digeser ke pertengahan tahun saat musim panas.
Penulis: Mikail Dzan AB


