Yuk Kenali Gejala Hoarding Disorder, Penyebab dan Cara Penanganannya

Date:

Tumpukan sampah di kamar (Fotor)

Pernahkah saat beres-beres rumah merasa kesulitan membuang suatu barang karena dianggap masih diperlukan suatu hari nanti padahal barang tersebut sudah tidak digunakan lagi? Jika pernah, mungkin Anda mengalami hoarding disorder.

Hoarding disorder atau gangguan penimbunan adalah kesulitan yang terus-menerus dalam membuang atau berpisah dengan harta benda karena merasa masih perlu menyimpannya. Pengidap hoarding disorder kerapkali tidak merasa kalau ia mengalami gangguan tersebut.

Seseorang yang mengalami hoarding disorder akan mengalami tekanan yang signifikan saat mencoba membuang barang tersebut. Sampai akhirnya memilih menyimpannya, pun dengan barang lainnya sampai menumpuk berantakan. Penimbunan bisa mengganggu aktivitas sehari-hari.

Mengutip Cleveland Clinic, barang-barang yang ditimbun biasanya mencakup surat kabar, majalah, barang-barang rumah tangga, dan pakaian. Terkadang, penderita gangguan penimbunan mengumpulkan hewan dalam jumlah besar, yang seringkali tidak dirawat dengan baik.

Hoarding disorder dapat menyebabkan kekacauan yang berbahaya. Kondisi ini dapat mengganggu kualitas hidup dalam banyak hal. Hal ini dapat menyebabkan orang stres dan malu dalam kehidupan sosial, keluarga, dan pekerjaan mereka. Hal ini juga dapat menciptakan kondisi kehidupan yang tidak sehat dan tidak aman.

Perlu ditegaskan bahwa menimbun barang berbeda dengan mengumpulkan barang. Mengumpulkan barang biasanya melibatkan penyimpanan jenis barang tertentu, seperti buku komik, mata uang, atau prangko. Dalam pemilihannya dilakukan secara berhati-hati dan teratur.

Sementara, penimbunan barang tidak melibatkan pengorganisasian barang dan seringkali yang ditimbun adalah barang yang nilainya sedikit atau tidak sama sekali, seperti potongan kertas atau mainan rusak. Penimbunan barang akan berdampak negatif dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Gejala, Alasan, dan Penyebab Menimbun Barang

Masih mengutip Cleveland Clinic, orang dengan gangguan penimbunan merasakan kebutuhan yang kuat untuk menyelamatkan harta bendanya. Gejala lainnya meliputi:

  • Ketidakmampuan untuk membuang harta benda;
  • Mengalami stres yang ekstrem ketika mencoba membuang barang;
  • Kecemasan akan kebutuhan barang di masa depan;
  • Ketidakpastian tentang di mana harus meletakkan barang;
  • Ketidakpercayaan terhadap orang lain yang menyentuh harta benda;
  • Tinggal di ruang yang tidak dapat digunakan karena kekacauan; dan
  • Menarik diri dari teman dan keluarga.

Ada beberapa alasan mengapa pengidap hoarding disorder menimbun barang, di antaranya:

  • Percaya bahwa suatu barang akan berguna atau bernilai di masa depan;
  • Merasa suatu barang memiliki nilai sentimental, unik dan/atau tidak tergantikan;
  • Menganggap suatu barang terlalu murah untuk dibuang begitu saja;
  • Berpikir suatu benda akan membantu mereka mengingat orang atau peristiwa penting; dan
  • Mereka tidak bisa memutuskan di mana suatu barang berada, jadi mereka menyimpannya daripada membuangnya.

Penyebab hoarding disorder tidak diketahui pasti. Namun demikian, para peneliti telah mengidentifikasi beberapa defisit pemrosesan informasi (mental) yang terkait dengan penimbunan, termasuk masalah pada perencanaan, penyelesaian masalah, pembelajaran dan memori visuospasial, perhatian berkelanjutan, memori kerja, dan organisasi.

Para peneliti juga mengidentifikasi faktor lain yang membuat seseorang mengalami gangguan penimbunan, yaitu memiliki kerabat dengan gangguan penimbunan, kerusakan otak, peristiwa kehidupan yang traumatis, kebiasaan membeli impulsif, ketidakmampuan untuk melewatkan barang gratis seperti kupon dan pamflet, gangguan penggunaan narkoba atau gangguan penggunaan alkohol, dan sindrom Prader-Willi.

Cara Penanganan Pengidap Hoarding Disorder

Mengutip laman nhs.uk, mengobati hoarding disorder memang tidak mudah, tapi bisa diatasi. Pengobatan utamanya adalah cognitive behavioral therapy (CBT) atau terapi perilaku kognitif.

Terapis akan membantu pengidap hoarding disorder untuk memahami apa yang membuat sulit untuk membuang barang-barang dan alasan mengapa barang-barang tersebut menumpuk.

Alternatif lain adalah dengan obat antidepresan. Obat yang disebut selective serotonin reuptake inhibitors (SSRIs) juga telah terbukti membantu beberapa orang dengan gangguan penimbunan.

Penulis: MHT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Taj Yasin Maimoen Siapkan Rahasia Khusus untuk Hadapi Debat Kedua Pilgub Jateng

Jawa Tengah tengah dipanaskan dengan persiapan ketat dari para...

Pilkada Banjarbaru, Petahana Terancam Diskualifikasi Gara-Gara Hal Ini

Tensi Pilkada Kota Banjarbaru 2024 memuncak dengan isu diskualifikasi...

Cerita Felicia Reporter tvOne Selamat dari Kecelakaan Maut di Tol Pemalang

Mobil yang membawa lima kru tvOne ditabrak oleh sebuah...

Momen Seru dari Debat Pilkada Jateng: Ubah Air Asin, Teknologi Satelit hingga Cagub Salah Sebut Wakilnya

Dalam debat perdana Pilkada Jawa Tengah yang digelar pada...