
Mendaki gunung adalah aktivitas seru yang melibatkan fisik dan mental. Mendaki gunung harus dibekali pemahaman dasar mengenai survive di alam liar. Salah satu pemahaman yang harus dimiliki pendaki adalah pencegahan hipotermia.
Gunung yang berada di dataran tinggi memiliki suhu rendah. Ketika tubuh tidak bisa beradaptasi, maka rentan terjadi hipotermia. Itulah mengapa hipotermia kerap dialami oleh pendaki gunung.
Hipotermia adalah kondisi tubuh yang mengalami penurunan suhu drastis yang mengakibatkan jantung dan organ vital lainnya tidak berfungsi dengan baik. Hipotermia dapat terjadi jika terpapar suhu yang dingin dalam waktu yang lama.
Gejala Hipotermia
Gejala-gejala hipotermia yaitu kaku dan sulit bergerak, jantung berdetak lebih lambat, denyut nadi melemah, menggigil, kulit pucat, penurunan kesadaran, sampai gangguan bicara.
Penyebab Hiportemia
Hipotermia bisa menyasar siapa saja. Apalagi jika ia mengenakan pakaian basah dalam waktu yang lama, tidak mengenakan pakaian tebal saat berkunjung ke tempat dingin, dan terlalu lama di dalam air. Faktor-faktor ini bisa menyebabkan seseorang mengalami hipotermia.
Mengutip NIH News in Health, orang yang usia lanjut, mengonsumsi obat-obatan tertentu, dan terkena beberapa penyakit (diabetes, penyakit jantung, dan hipotiroidisme) rentan mengalami hipotermia saat terpapar suhu dingin. Faktor-faktor ini bisa memengaruhi kemampuan tubuh dalam mengatur suhu tubuh.
Cara Mencegah Hipotermia
Berikut beberapa cara mencegah hipotermia, khususnya bagi pendaki sedang di gunung dengan suhu yang rendah, dirangkum dari Halodoc.
1. Memakai pakaian hangat, seperti jaket tahan angin dan tahan air jika sedang mendaki gunung. Jika tidak, risiko terkena hipotermia akan lebih tinggi.
2. Bawa pakaian ganti lebih. Jika baju terkena air, Anda masih punya baju lain untuk mengganti pakaian yang basah..
3. Melakukan gerakan-gerakan sederhana untuk menghangatkan tubuh, tapi jangan terlalu berlebihan, karena keringat pada baju yang basah dapat menurunkan panas tubuh.
4. Jika merasa angin bertiup lebih kencang, segera memakai pakaian hangat seperti jaket atau sarung tangan.
5. Sediakan minuman dan makanan hangat, tetapi hindari minuman yang mengandung kafein dan alkohol.
6. Untuk mengganti energi yang hilang, Anda dapat banyak-banyak mengonsumsi cemilan. Sebaiknya, bawa makanan manis yang dapat dibakar cepat oleh kalori.
7. Jika merasa kedinginan, jangan sungkan untuk menceritakan kondisi Anda kepada teman pendaki rombongan Anda agar bisa melakukan pencegahan-pencegahan hipotermia lebih lanjut.
Penulis: MHT


