Fakta Unik Geopark Karangsambung, The Mother Earth of Java

Date:

Wisata Kebumen (Ig)

Geopark Karangsambug, Kebumen Jawa Tengah dikenal sebagai cagar geologi terlengkap di dunia. Di geopark ini, tersingkap aktivitas kebumian lampau yang semula masih menjadi misteri.

Cagar geologi ini adalah dasar samudera yang muncul ke permukaan laut dan diyakini menjadi cikal bakal Pulau Jawa. Karenanya, Geopark Karangsambung dijuluki sebagai The Mother Earth of Java.

Semula, Geopark Karangsambung hanya digunakan untuk riset pengetahuan. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) memiliki kantor sekaligus laboratorium khusus di sini. Tepatnya berada di Kecamatan Karangsambung, Kebumen.

Geopark Karangsambung juga dikunjungi oleh peneliti atau mahasiswa geologi yang sedang belajar proses kebumian.

Namun, seiring perkembangan zaman, Geopark Karangsambung kini menjadi juga menjadi destinasi wisata yang cukup diminati. Berwisata sembari belajar.

Berikut ini adalah fakta-fakta unik Geopark Karangsambung, melansir laman BRIN, Jumat (26/7/2024).

Fakta Geopark Karangsambung

1. Luas Geopark Karangsambung

Geopark Karangsambung memiliki luas daratan 1.138,70 kilometer persegi dan lautan 21,98 kilometer persegi. Di dalam geopark tersebut, terdapat 22 kecamatan dengan 374 desa.

Kawasan yang awalnya hanya 0,5 dari luas sekarang telah dilakukan penambahan, karena adanya kawasan lindung geologi di bagian utara (Kawasan Cagar Alam Geologi Karangsambung/KCAG) dan di bagian selatan (Kawasan Bentang Alam Karst Gombong Selatan/KBAK), sehingga perlu perluasan untuk meningkatkan manfaat ekonomi pembangunan berkelanjutan pada masyarakat

2. 3 Geo Trail

Geopark Kebumen memiliki tiga geo trail. Trail berwarna hijau adalah trail ke arah Karangsambung, yang berbicara tentang The Mother of Java, sedangkan untuk warna kuning (ke arah barat) bercerita tentang earth and human live. Kemudian geo trail yang berwarna ungu dibagian selatan, kawasan tentang kehangatan wisata Kebumen (the warm of paradise).

Tiga trail ini menunjukkan kombinasi antara keragam geologi, biologi, dan budaya, di mana trail ke arah Karangsambung bercerita tentang The Mother Earth.

3. Batuan Berwarna Unik

Chusni memaparkan di dalam The Mother of Earth memiliki sejumlah peristiwa geologi yang unik. Warna batuan yang bermacam-macam menandakan jenis batu yang berbeda-beda.

Kelihatannya batu-batu itu indah semua, namun jika kita bicarakan di dalam konteks geologi adalah the best evidence of tectonic theory in Southeast Asia. Oleh karena itu, dari tahun 1964 sudah dipakai untuk pendidikan geologi lapangan yang sekarang berkembang menjadi beragam kegiatan edukasi kebumian dan geowisata.

4. Tempat Pertemuan Lempeng Samudra Hindia dan Benua Asia

Batuan yang masuk ke kawasan lindung atau cagar dan juga sebagian masuk ke situs, jika dilihat dari cerita geologi yang ada dapat simpulkan bahwa Geopark Kebumen adalah tempat pertemuan antara lempeng Samudra Hindia dengan Benua Asia.

Terjadi sekitar 119 juta tahun yang lalu diikuti oleh pengangkatan, vulkanisme, dan pembentukan morfologi karst, proses itu menghasilkan bentang-bentang alam dan batuan yang menarik.

5. Ada Krakal atau Air Panas Produk Patahan

Dia juga menunjukkan, Geopark Kebumen memiliki krakal atau air panas. Air panas ini bukan berasal dari vulkanik seperti air panas di Rinjani, Batur, dan Ijen.

Air panas di Geopark Kebumen adalah produk dari patahan dalam serta pengaruh gradian geotermal, sehingga menghasilkan suhu sekitar 38 hingga 39 derajat Celsius, dengan kandungan sulfur rendah dan tinggi garam. Sejak zaman Belanda, mata air panas krakal telah dipakai untuk penyembuhan.

6. Karangbolong dan Sagara View

Salah satu situs yang banyak dibicarakan di kawasan Geopark Kebumen adalah Karangbolong dengan Sagara View. Karangbolong memiliki sisi geologi yang menarik, karena Karangbolong merupakan tinggian (horst), sedangkan ke arah timur hingga Yogyakarta merupakan rendahan (graben).

Morfologi ini terbentuk akibat patahan geser Kebumen-Muria di sisi timur serta patahan Cilacap-Pemanukan di sisi Barat. Menurut Chusni, situs Gunung Api Purba Nglanggeran  seumur dengan batuan vulkanik di Tinggian Karangbolong.

7. Keragaman Geologi

“Keragaman geologi Geopark Kebumen merupakan gabungan dari Geopark Global UNESCO Ciletuh-Pelabuhanratu di Sukabumi serta Geopark Gunung Sewu di Gunung Kidul hingga Pacitan,” kata Chusni. 

8. Budaya

Dia menyebutkan, beberapa budaya yang ada di Geopark Kebumen memiliki banyak variasi dari Era Megalitikum, Hindu-Buddha, Islam, serta kolonial yang mempunyai hubung kait dengan keragaman geologinya.

Sedangkan keragam budayanya meliputi kawasan Mangrove Ayah, Hutan Pager Jawa, kelapa genjah entok, sapi PO, dan beberapa keragaman biologi lainnya.

9. Paket Lengkap Geologi, Budaya dan Biologi

Geopark Kebumen memiliki paket lengkap dari sisi geologi, keragaman budaya, dan biologi. Untuk itu, Chusni dan tim pernah melakukan kajian yang menghasilkan branding geopark berbasis budaya dengan akronim LAWET.

LAWET yakni singkatan dari Local Arts for Wonderfully Enhancing Tourism. Kajian ini berisikan keragaman seni budaya lokal yang berperan strategis dalam peningkatan pariwisata berbasis budaya pada Kawasan Geopark Karangsambung sebagai Lantai Samudera Purba.

Langkah selanjutnya adalah menentukan pengemasan dari Geopark Kebumen untuk mendunia.

Penulis: Mikail Dzan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Taj Yasin Maimoen Siapkan Rahasia Khusus untuk Hadapi Debat Kedua Pilgub Jateng

Jawa Tengah tengah dipanaskan dengan persiapan ketat dari para...

Pilkada Banjarbaru, Petahana Terancam Diskualifikasi Gara-Gara Hal Ini

Tensi Pilkada Kota Banjarbaru 2024 memuncak dengan isu diskualifikasi...

Cerita Felicia Reporter tvOne Selamat dari Kecelakaan Maut di Tol Pemalang

Mobil yang membawa lima kru tvOne ditabrak oleh sebuah...

Momen Seru dari Debat Pilkada Jateng: Ubah Air Asin, Teknologi Satelit hingga Cagub Salah Sebut Wakilnya

Dalam debat perdana Pilkada Jawa Tengah yang digelar pada...