
Zahwa dan Aaliyah Massaid (Ig)
Baru-baru ini, dunia selebriti Indonesia dihebohkan dengan pernikahan Thariq Halilintar, yang mempersunting Aaliyah Massaid, putri dari pasangan almarhum Adji Massaid dan Reza Artamevia.
Acara pernikahan ini tidak hanya menjadi sorotan karena melibatkan figur publik terkenal, tetapi juga karena situasi unik yang menyertainya. Aaliyah menikah mendahului kakaknya, Zahwa Massaid, yang belum menikah. Dalam budaya Jawa, situasi ini dikenal dengan istilah “langkahan.”
Istilah “langkahan” merujuk pada situasi di mana seorang adik melangkahi kakaknya dalam peristiwa penting, seperti pernikahan. Dalam budaya Jawa, langkahan bisa dianggap sebagai sesuatu yang kurang ideal karena dianggap melangkahi hak kakak untuk menikah terlebih dahulu.
Untuk menghormati tradisi ini, biasanya dilakukan sebuah ritual khusus sebagai bentuk simbolis dari “izin” yang diberikan oleh kakak kepada adik yang akan menikah.
Ritual Pemberian Hadiah
Ritual langkahan biasanya melibatkan pemberian hadiah atau seserahan dari adik kepada kakak yang dilangkahi. Hadiah ini bisa berupa benda-benda tertentu yang dianggap sebagai simbol penghormatan dan meminta restu.
Tujuannya adalah untuk menjaga keharmonisan dalam keluarga dan menghindari kesalahpahaman yang bisa timbul karena perbedaan urutan pernikahan.
Meskipun demikian, tidak semua keluarga Jawa mengikuti ritual langkahan dengan ketat, terutama di zaman modern ini. Banyak keluarga yang lebih fleksibel dan memandang situasi ini sebagai bagian dari dinamika kehidupan yang alami.
Fokusnya lebih kepada kebahagiaan individu dan persetujuan keluarga, daripada ketaatan pada tradisi yang mungkin tidak lagi relevan dalam konteks tertentu.
Dalam kasus Aaliyah dan Zahwa Massaid, meskipun Aaliyah menikah terlebih dahulu, Zahwa dengan ikhlas merestui pernikahan adiknya. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun tradisi langkahan masih dikenal dan dihormati, penerapannya dapat disesuaikan dengan situasi dan nilai-nilai keluarga yang bersangkutan. Yang terpenting adalah menjaga hubungan baik dan mendukung kebahagiaan satu sama lain.
Tradisi Langkahan
Dikutip dari berbagai sumber, salah satu upacara yang sering dijalankan dalam tradisi Jawa adalah Langkahan. Upacara ini terjadi ketika seorang adik akan menikah sebelum kakaknya. Langkahan pada dasarnya adalah permohonan izin dari adik kepada kakak untuk menikah lebih dahulu.
Sebagai bentuk penghormatan, sang kakak dapat meminta syarat tertentu sebagai plangkahan yang disediakan oleh calon pengantin. Plangkahan yang diberikan adik ini bertujuan agar kakak memberikan izin dengan ikhlas kepada adiknya untuk melangkah lebih dulu dalam pernikahan.
Prosesi langkahan biasanya dilakukan sebelum memulai rangkaian persiapan pernikahan dan hanya dihadiri oleh keluarga dekat dan kerabat.
Perlengkapan yang Harus Disiapkan:
Tumpeng Golong: Tumpeng kecil yang terbuat dari nasi putih, melambangkan keluhuran budi (ditunjukkan dengan warna putihnya).
Ayam Ingkung Bakar: Ayam yang dipanggang secara utuh, melambangkan keunggulan atau kehormatan, serta untuk membakar kesalahan masa lalu.
Semangkuk Air dengan Bunga Telon: Air yang diisi bunga mawar merah, mawar putih, dan kenanga, melambangkan kesejukan dan harapan agar nama pelaksana ritual harum.
Tebu Wulung: Simbol kemantapan hati, digunakan sebagai pegangan hidup agar seseorang memiliki arah yang jelas dalam kehidupannya.
Tata Cara Prosesi Langkahan:
Calon pengantin menghadap kakaknya yang duduk didampingi kedua orang tua, mengucapkan salam.
Sambil sungkem, calon pengantin meminta maaf atas kesalahan yang mungkin dilakukan dan memohon izin serta keikhlasan kakaknya untuk menikah lebih dahulu.
Sang kakak memberikan izin dan keikhlasannya, disertai doa agar calon pengantin segera mendapatkan jodoh.
Calon pengantin memberikan plangkahan kepada kakaknya, memohon bimbingan dalam menjalani kehidupan setelah menikah.
Kakak memegang tebu wulung yang diikat dengan ayam ingkung bakar sebagai simbol bimbingan, lalu membimbing calon pengantin melangkahi tumpeng golong sebanyak tiga kali.
Penulis: Purba Handayaningrat


