
Al Ghazali (Ig)
Al Ghazali dan Alyssa Daguise hadir sebagai groomsmen dan bridesmaid dalam pernikahan Thariq Halilintar dan Aaliyah Massaid, yang digelar hari ini.
Kehadiran pasangan ini menambah keceriaan acara, namun ada momen unik yang tak terlupakan. Al Ghazali dan Alyssa terlihat memetik bunga melati dari rangkaian rambut Aaliyah, sebuah kejadian yang menjadi sorotan di media sosial.
Aaliyah Massaid, pengantin wanita, tak keberatan dengan aksi tersebut. Ia malah mengomentari unggahan Al Ghazali di Instagram, dengan candaan
Unggahan ini segera menjadi pembicaraan hangat, dan banyak netizen yang memberikan reaksi positif.
Netizen pun mulai membanjiri kolom komentar dengan harapan agar Al Ghazali dan Alyssa segera menyusul Thariq dan Aaliyah ke pelaminan.
“Ooo…kamu ketahuan Al. Semoga cepat menyusul ya, seperti Thariq dan Aaliyah,” tulis seorang pengguna Instagram. Komentar lainnya berbunyi, “Tahun depan gantian nih @alghazali7 dan @alyssadaguise yang tampil di pelaminan.”
Momen ini tidak hanya menjadi sorotan karena keunikan insiden bunga melati, tetapi juga menunjukkan kedekatan hubungan persahabatan antara Al Ghazali, Alyssa, Thariq, dan Aaliyah.
Kehadiran Al dan Alyssa sebagai bagian dari acara pernikahan ini menambah makna dan kebahagiaan bagi kedua mempelai dan para tamu yang hadir.
Acara pernikahan ini bukan hanya menjadi momen spesial bagi Thariq dan Aaliyah, tetapi juga meninggalkan kenangan manis bagi semua yang hadir, termasuk Al Ghazali dan Alyssa Daguise. Bukan hanya sebagai tamu, tetapi juga sebagai bagian penting dalam cerita indah hari itu.
Mencuri Melati Pengantin dalam Budaya Pernikahan
Mencuri bunga melati dari pengantin, seperti yang dilakukan oleh Al Ghazali dan Alyssa Daguise dalam pernikahan Thariq Halilintar dan Aaliyah Massaid, merupakan tindakan yang mengundang perhatian.
Dikutip dari beberapa sumber, meski terlihat sebagai lelucon ringan, praktik ini memiliki makna simbolis dan budaya di beberapa masyarakat. Berikut adalah ulasan dan fakta terkait tradisi ini.
1. Makna Simbolis
Dalam budaya tertentu, melati melambangkan kemurnian, cinta, dan keberuntungan. Mencuri bunga melati dari pengantin diyakini bisa membawa keberuntungan dan mempercepat datangnya jodoh bagi si pencuri. Hal ini sering kali dilakukan oleh orang-orang yang masih lajang dengan harapan segera menyusul ke jenjang pernikahan.
2. Praktik Umum di Berbagai Budaya
Meski tidak lazim di semua budaya, praktik mencuri bunga dari pengantin ini muncul dalam beberapa tradisi pernikahan di Asia dan Timur Tengah.
Di Indonesia, meskipun tidak terlalu umum, masih ada yang meyakini bahwa tindakan ini bisa membawa keberuntungan dalam urusan percintaan.
3. Aspek Kepercayaan dan Mitos
Banyak kepercayaan lokal dan mitos terkait pernikahan yang melibatkan tindakan simbolis. Mencuri bunga dari pengantin adalah salah satu contohnya, yang dianggap sebagai cara untuk ‘menyerap’ sedikit keberuntungan atau berkat dari pasangan yang baru menikah.
Kepercayaan ini, meski tidak berdasarkan bukti ilmiah, sering kali dianggap sebagai bagian dari adat atau budaya.
4. Reaksi Sosial dan Etika
Di era modern, tindakan mencuri bunga melati dari pengantin lebih sering dipandang sebagai lelucon atau tindakan jenaka, seperti yang terlihat dalam komentar Aaliyah Massaid terhadap Al Ghazali.
Namun, penting untuk mempertimbangkan sensitivitas budaya dan menghormati kepercayaan serta perasaan pengantin dan keluarganya.
5.Simbol Keberuntungan
Mencuri bunga melati dari pengantin, meskipun terdengar sederhana, memiliki akar budaya yang dalam di beberapa masyarakat.
Praktik ini mencerminkan kepercayaan dan harapan yang umum dalam budaya pernikahan, yaitu tentang cinta, keberuntungan, dan kebahagiaan.
Namun, seperti halnya dengan tradisi lain, penting untuk selalu menghormati perasaan semua pihak yang terlibat dan memahami konteks budaya di baliknya.
6. Salah atau Tidak Mencuri Bunga Pengantin?
Mencuri bunga pengantin, seperti bunga melati, sering kali dilihat sebagai tindakan jenaka atau tradisi yang berbau mitos, terutama jika dilakukan dengan izin atau dalam suasana yang tidak formal.
Namun, dalam konteks yang lebih serius, tindakan ini bisa dianggap tidak pantas atau tidak sopan jika dilakukan tanpa persetujuan pengantin atau jika melanggar adat atau tradisi tertentu.
7. Reaksi Pengantin
Reaksi pengantin terhadap tindakan mencuri bunga ini bisa bervariasi. Ada yang menganggapnya sebagai hal yang lucu atau membawa keberuntungan, terutama jika mereka memahami tradisi atau mitos di baliknya.
Namun, ada juga yang bisa merasa tidak nyaman atau tersinggung, terutama jika bunga tersebut memiliki makna khusus atau jika tindakan tersebut mengganggu tatanan acara pernikahan.
8. Biasanya yang Diambil Melati yang Ada di Mana?
Bunga melati yang sering diambil biasanya berasal dari rangkaian yang digunakan sebagai hiasan kepala pengantin wanita, atau dari dekorasi yang digunakan selama upacara pernikahan.
Melati sering kali digunakan dalam adat pernikahan di Asia karena melambangkan kemurnian, cinta, dan keberuntungan. Rangkaian melati ini biasanya diletakkan di rambut pengantin wanita atau sebagai bagian dari dekorasi pelaminan dan tempat lainnya di venue pernikahan.
Penulis: Purba Handayaningrat


