
Bulan (Fotor)
Para ilmuwan baru-baru ini mengonfirmasi temuan sebuah gua di bulan, tak jauh dari lokasi di mana Neil Amstrong dan Buz Aldrin mendarat 55 tahun lalu. Para ilmuwan juga menduga adanya ratusan gua lain yang dapat menjadi rumah masa depan para astronot.
Dilansir dari Associated Press, Jumat (2/8/2024) sebuah tim yang dipimpin Italia melaporkan bukti adanya gua berukuran cukup besar dari lubang terdalam yang berada di bulan. Lokasinya berada di Sea of Tranquility, berjarak sekitar 250 mil (400 kilometer) dari lokasi pendaratan Apollo 11 pada 1969.
Diprediksi terdapat lebih dari 200 lubang serupa di sekitar lokasi tersebut yang terbentuk dari reruntuhan tabung lava. Para peneliti menganalisa pengukuran radar dari Lunar Reconnaissance Orbiter (LRO) milik NASA lantas dibandingkan dengan tabung lava di bumi.LRO sendiri merupakan sebuah pesawat robot ruang angkasa NASA yang saat ini mengorbit bulan.
Menurut para ilmuwan, data radar hanya menunjukkan bagian awal dari rongga bawah tanah dengan estimasi ukuran, sedikitnya, lebar 40 meter dan panjang puluhan meter atau lebih.
“Gua-gua di bulan masih menjadi misteri selama lebih dari 50 tahun terakhir. Jadi sangat menyenangkan jika kami akhirnya mampu membuktikan salah satu keberadaannya,” tulis Leonardo Carrer dan Lorenzo Bruzzon, peneliti University of Trento.
Menurut para ilmuwan, sebagian besar lubang terletak di dataran lava kuno di bulan. Sebagian mungkin juga berada di kutub selatan bulan, yang direncanakan menjadi lokasi pendaratan astronot NASA pada akhir dekade ini. Sementara kawab-kawah di sana diyakini menampung air beku yang dapat menyediakan air minum dan bahan bakar roket.
Selama program Apollo NASA, 12 astronot berhasil mendarat di bulan, dimulai dengan Armstrong dan Aldrin pada 20 Juli 1969.
Temuan ini menunjukkan kemungkinan terdapat ratusan ruang kosong dan ribuan tabung lava lain di bulan. Lubang atau ruang kosong seperti itu dapat dimanfaatkan sebagai tempat berlindung alami para astronot dari sinar kosmik dan radiasi matahari serta dari serangan mikrometeorit. Membangun habitat dari awal akan lebih menantang dan memakan waktu. Lebih dari itu tim ilmuwan juga menyatakan perlu memastikan kekuatan gua agar terhindar dari keruntuhan.
Batuan dan material lain di dalam gua temuan ini juga tidak berubah selama ribuan tahun. Hal itu dapat membantu para ilmuwan lebih memahami bagaimana bulan berevolusi, terutama mengenai aktivitas vulkaniknya.
Penulis: Amelie


