Gitaris Govinda Menikah Usia 40, Begini Berbagai Perspektif Tentang Menunda Pernikahan

Date:

Gitaris Ade Govinda menikah di usia 40 tahun dengan Indri Nadya Arisa alias Indi Arisa di Menara Bripens, Jakarta Selatan, pada 3 Agustus 2024. Ade mengungkapkan kesannya atas fase baru kehidupannya ini, menyatakan bahwa menikah tidaklah mudah dan harus menemukan orang yang tepat.

Indi, yang berusia sembilan tahun lebih muda dari Ade, mengungkapkan bahwa perbedaan usia tersebut tidak menjadi masalah baginya. Ade dan Indi sebenarnya sudah saling kenal sejak 2020, namun baru setahun lalu mereka mulai dekat dan berpacaran.

Dirangkum dari berbagai sumber, banyak pendapat, bahkan pro dan kontra mengenai menikah di usia 40, termasuk dari sisi medis, sosial dan budaya.

 Usia 40 tahun sering kali dianggap sebagai awal masuk gerbang masa tua, di mana mulai muncul tanda-tanda penuaan seperti mudah capek, keriput, dan berbagai masalah kesehatan. Banyak orang di usia ini sering sakit-sakitan dan punya penyakit terkait penuaan.

Padahal, nggak harus begitu. Menjadi sehat di usia 40 tahun ke atas masih sangat mungkin. Mantan atlet binaraga, Ade Rai, yang sekarang aktif memberikan edukasi dan motivasi hidup sehat, menekankan pentingnya mengubah gaya hidup untuk tetap sehat meski usia bertambah. Dengan pola hidup sehat, kita bisa tetap aktif, produktif, menikmati hidup dengan baik, dan menjalankan ibadah dengan nyaman.

Pro dan Kontra Menunda Menikah

Tekanan Sosial dan Budaya

Banyak budaya menekan orang untuk menikah pada usia tertentu, dan mereka yang melewati usia ini sering dianggap memberontak atau dipandang rendah.

Menikah cepat hanya karena tuntutan sosial atau budaya tidak selalu benar, karena ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan.

Ketertarikan Hanya pada Seks

Menikah muda karena ketertarikan fisik semata bisa jadi keputusan yang salah. Pernikahan bukan hanya tentang ‘teman tidur,’ tetapi berbagi kehidupan bersama. Banyak yang menyesal menikah muda karena ternyata hanya berdasarkan nafsu, bukan perasaan sejati.

Menikah dengan Orang yang Tidak Tepat

Menikah muda sering kali diwarnai dengan ketidakmatangan mental. Banyak yang belum punya visi masa depan yang jelas dan hanya menjalani pernikahan tanpa perencanaan matang.

Anak muda cenderung belum bisa memilih pasangan yang benar-benar cocok dan satu visi, sehingga risiko perceraian lebih tinggi.

Kontra Menunda Menikah

Risiko Kehamilan pada Usia Lanjut

Usia ideal reproduksi perempuan biasanya sebelum 35 tahun. Kehamilan di atas 35 tahun berisiko tinggi karena bisa meningkatkan risiko kelainan kongenital, bayi lahir prematur, dan berat badan lahir rendah.

Menunda pernikahan bagi perempuan di atas 30 tahun, khususnya yang mendambakan anak, bisa jadi bukan pilihan baik.

Di sisi lain, menunda pernikahan bagi pria tidak terlalu bermasalah secara biologis. Pria di usia 40-an masih memiliki kualitas sperma yang baik, sehingga menunda menikah tidak memiliki dampak signifikan terhadap kemampuan pembuahan.

Usia Menikah Menurut Undang-Undang

Berdasarkan UU Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perubahan Atas UU 1/1974 tentang Perkawinan, perkawinan hanya diizinkan jika pria dan wanita sudah mencapai umur 19 tahun.

Pada usia ini, mereka dianggap dewasa dan sah untuk menikah secara hukum. Di bawah usia 19 tahun, dianggap masih di bawah umur dan dilindungi oleh UU Perlindungan Anak, sehingga belum sah menikah.

Jika terjadi penyimpangan umur, orang tua dari kedua belah pihak bisa meminta dispensasi kepada Pengadilan dengan alasan dan bukti yang cukup. Pengadilan wajib mendengarkan pendapat kedua calon pengantin sebelum memberikan dispensasi.

Usia Menikah Menurut BKKBN

Menurut BKKBN, usia ideal menikah untuk perempuan adalah 21 tahun dan untuk laki-laki adalah 25 tahun. BKKBN berpendapat bahwa pernikahan di usia yang terlalu muda bisa menyebabkan ketidaksiapan, yang berujung pada perceraian.

Salah satu penyebab utama perceraian adalah konflik kecil yang berkepanjangan. Untuk itu, BKKBN meluncurkan sebuah aplikasi yang memberikan bimbingan komprehensif tiga bulan sebelum menikah, termasuk bimbingan kesehatan reproduksi.

Tujuan Pembatasan Usia Menikah

Pemerintah menetapkan batasan usia menikah dengan banyak pertimbangan, antara lain:

Mencegah pernikahan usia dini, pernikahan dini sering disebabkan oleh rendahnya tingkat pendidikan, adat istiadat, motif ekonomi, dan pergaulan bebas. Pernikahan dini harus dicegah karena bisa berdampak buruk bagi kesehatan dan meningkatkan risiko stunting.

Faktor kesehatan fisik, BKKBN menyebutkan bahwa wanita yang menikah dan hamil di bawah usia 20 tahun berisiko tinggi terkena kanker serviks dan melahirkan bayi prematur, yang bisa berdampak buruk pada kesehatan bayi.

Kesiapan mental, selain fisik, kesiapan psikologis juga penting untuk hubungan pernikahan yang sehat dan pola pengasuhan anak yang baik.

Kematangan finansial, banyak perceraian disebabkan oleh masalah ekonomi. Pasangan yang menikah muda sering kali belum siap secara finansial, yang bisa memicu konflik.

Pemerintah mengatur batasan minimal usia menikah untuk memastikan bahwa pasangan sudah dewasa dan matang secara fisik, mental, dan finansial. Tujuannya adalah meningkatkan kesejahteraan dan taraf hidup masyarakat di Indonesia.

Penulis: Purba Handayaningrat

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Taj Yasin Maimoen Siapkan Rahasia Khusus untuk Hadapi Debat Kedua Pilgub Jateng

Jawa Tengah tengah dipanaskan dengan persiapan ketat dari para...

Pilkada Banjarbaru, Petahana Terancam Diskualifikasi Gara-Gara Hal Ini

Tensi Pilkada Kota Banjarbaru 2024 memuncak dengan isu diskualifikasi...

Cerita Felicia Reporter tvOne Selamat dari Kecelakaan Maut di Tol Pemalang

Mobil yang membawa lima kru tvOne ditabrak oleh sebuah...

Momen Seru dari Debat Pilkada Jateng: Ubah Air Asin, Teknologi Satelit hingga Cagub Salah Sebut Wakilnya

Dalam debat perdana Pilkada Jawa Tengah yang digelar pada...