Nasi Padang Uda Meruya Jakbar, Lauknya Lebih dari 30 Macam Jualan 4 Jam Ludes

Date:

Rendang (Fotor)

“Hai guys! Kali ini aku mau cerita tentang Nasi Padang yang super unik. Bayangin, mereka cuma jualan dari jam enam pagi sampai jam sepuluh pagi aja, tapi yang ngantri rame banget. Yang bikin beda, Nasi Padang ini dijual dari mobil, lho. Jadi, ini bukan warung biasa,” ujar suara di balik review tentang penjual nasi padang yang super unik ini, di platform youtube kanal @jktfoodhunting.

Bukan hanya tak pakai toko untuk berjualan, satu keunikan lainnya adalah pilihan lauknya yang super banyak.

Di sini, kalian bisa pilih dari lebih dari 30 lauk, mulai dari rendang, ayam, ikan, perkedel, telur, sampai belut.

Beneran deh, pilihan lauknya lengkap banget.

Ini Menu Best Sellernya

Menurut informasi, best sellernya di sini adalah kikil. “Oke guys, jadi aku nyobain nasi kikilnya dan beneran bikin kaget. Rasanya enak banget! Kikilnya empuk, nggak alot, dan bumbunya meresap sempurna. Gula merahnya juga berempah banget, dengan cabai hijau yang nggak terlalu pedas.” katanya sembari mengigit kikil khas tersebut.

Lokasi

Nah penasaran, nama warung dan lokasinya kan? Buat kalian yang mau nyobain juga, nama tempatnya adalah Masakan Padang Uda Meruya di Jakarta Barat.

Tempat ini memang unik dan worth it banget buat dikunjungi, terutama kalau kalian pecinta nasi Padang. So, jangan lupa mampir ya

Sejarah dan Seputar Nasi Padang

Lauk hingga teknik membungkusnya yang berbeda justru menonjolkan Nasi Padang sehingga dikenal dan disukai oleh banyak orang. Di balik keberhasilannya, pernahkah Anda bertanya-tanya tentang asal usul Nasi Padang?

Asal usul itulah yang mengantarkan nasi padang tersebar di seluruh Indonesia. Bahkan nasi padang juga dikenal sampai ke negara tetangga dan luar negeri secara luas.

Cerita Asal Usul Nasi Padang Ternyata ada Sejak Zaman Belanda

Asal usul Nasi Padang ada sejak masa kolonial Belanda pada abad ke-20. Pasa saat itu para kolonial belanda membangun jalur transportasi selama masa Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) di Bukittinggi.

Sayangnya jalur transportasi itu jaraknya sangat jauh karena pada saat itu kolonial Belanda kerap menghubungkan Jakarta dan Bukittinggi. Demi kemudahan proses perdagangan barang, Belanda perlu menciptakan jalur yang efisien. Agar tidak terlalu jauh, kolonial Belanda memilih Padang untuk ibnu kota daerah administrasi atau Gouvernement van Sumatra’s Westkust .

Semua hasil bumi Sumatera Barat yang layak untuk dijual ke pasar mancanegara harus dibawa ke Padang, dan semua barang kebutuhan daerah harus didatangkan dari Padang.

Kendaraan yang digunakan untuk perjalanan dari Bukittinggi ke Padang yaitu menggunakan pedati. Karena pedati  membutuhkan waktu istirahat saat melakukan perjalanan, maka didirikanlah enam pos peristirahatan di sepanjang jalur tersebut. Semuanya dilengkapi dengan rumah makan yang menghidangkan aneka lauk-pauk dan sayuran.

Nama Sebelum Nasi Padang

Awalnya restoran tersebut hanya menyajikan untuk para bangsawan yang melakukan perjalann dari bukittinggi ke padang. Oleh karena itu awalnya restoran tersebut diberi nama dalam Bahasa Belanda yaitu “Padangsche Restaurant,”. Penamaan itu kemudain diringkas dan dikenal dengan nama “Nasi Padang.”

Asal usul Nasi Padang adalah sebutan bagi makanan khas Minangkabau yang mana restoran tersebut dikelola oleh orang Minangkabau juga. Dengan demikian restoran itu pun dikenal dengan nama Rumah Makan Padang.

Asal usul nasi padang berlanjut dengan adanya eksodus besar-besaran suku Minangkabau ke daerah lain hingga ke Pulau Jawa

Hal yang mendorong perpindahan besar-besaran orang minangkabau karena mereka dihina, ditahan dikotanya sendiri, atau diperlakukan dengan hal-hal yang tidak mengenakan yang lainnya.

Menurut Profesor Gusti Asnan, sejarawan Minangkabau di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas, untuk meghilangkan rasa amarahnya terhadap penindasan tersebut, orang-orang Minangkabau akhirnya mengganti identitas dengan berbagai cara.

Hal itu tidak membuat orang-orang suku Minangkabau terpuruk. Laki-laki Minang pandai memasak. Dengan demikian cara mereka bertahan hidup yang paling gampang adalah membuka warung makan.

Ini Nama Orang Pertama yang Buka Nasi Padang di Jakarta

Penyabaran orang Minang sudah merata di Indonesia hingga memasuki Kota Jakarta. Di sana terdapat warung Nasi Padang terlama yang sudah ada sejak 1940-an. Siti Fatimah adalah orang yang membuka warung Nasi Padang pertama di Jakarta.

Itulah yang membuat orang Minangkabau lainnya bersemangat untuk membuka warung makan Nasi Padang. Kini penyebaran warung nasi padang sudah tidak bisa dihitung lagi.

Kini warung nasi padang beserta lauknya sudah tersebar di seluruh Indonesia. Bahkan ada beberapa warung nasi padang yang dijual di luar negeri. Yang mana pemilik warung makan tersebut orang Indonesia asli keturunan darah Minangkabau.

Penulis: Purba Handayaningrat

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Taj Yasin Maimoen Siapkan Rahasia Khusus untuk Hadapi Debat Kedua Pilgub Jateng

Jawa Tengah tengah dipanaskan dengan persiapan ketat dari para...

Pilkada Banjarbaru, Petahana Terancam Diskualifikasi Gara-Gara Hal Ini

Tensi Pilkada Kota Banjarbaru 2024 memuncak dengan isu diskualifikasi...

Cerita Felicia Reporter tvOne Selamat dari Kecelakaan Maut di Tol Pemalang

Mobil yang membawa lima kru tvOne ditabrak oleh sebuah...

Momen Seru dari Debat Pilkada Jateng: Ubah Air Asin, Teknologi Satelit hingga Cagub Salah Sebut Wakilnya

Dalam debat perdana Pilkada Jawa Tengah yang digelar pada...