Bahlil Lahadalia Calon Kuat Beringin 1, Kisah Sopir Angkot yang Melejit jadi Elit Negeri

Date:

Setelah Airlangga Hartarto mundur dari jabatannya sebagai Ketua Umum Partai Golkar, muncul spekulasi bahwa Bahlil Lahadalia, yang saat ini menjabat sebagai Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), akan menggantikannya.

Spekulasi ini semakin kuat di tengah dinamika politik menjelang Pemilu 2024.

Golkar, sebagai salah satu partai besar di Indonesia, kini sedang berada dalam proses menentukan arah kepemimpinan baru. Mundurnya Airlangga memicu perdebatan internal mengenai siapa yang akan memimpin partai dalam menghadapi tantangan politik yang semakin kompleks.

Bahlil, yang dikenal memiliki jaringan kuat di kalangan pengusaha dan pengusaha muda, dianggap sebagai sosok potensial yang dapat membawa Golkar ke arah yang lebih progresif dan dinamis.

Namun, hingga kini belum ada konfirmasi resmi terkait isu ini, baik dari Bahlil sendiri maupun dari pimpinan Golkar. Spekulasi ini masih terus berkembang, terutama di kalangan elite politik dan pengamat yang menilai bahwa Golkar membutuhkan figur dengan visi ekonomi yang kuat untuk menghadapi tantangan ke depan. Akankah Bahlil menjadi Beringin 1?

Nah, bagi yang penasaran dengan sosok Bahlil, berikut ini ulasannya.

Bahlil Lahadalia, lahir pada 7 Agustus 1976, dia adalah pengusaha dan politikus Indonesia yang saat ini menjabat sebagai Menteri Investasi Indonesia serta Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dalam Kabinet Indonesia Maju Jilid II di bawah Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin.

Alumni organisasi Himpunan Mahasiswa Islam atau HMI ini dilantik sebagai Menteri Investasi pada 28 April 2021, dan memainkan peran penting dalam upaya pemerintah meningkatkan investasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Perjalanan Karier dan Bisnis
Sebelum terjun ke dunia politik, Bahlil pernah memimpin Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) periode 2015–2019.

Dia juga merupakan pemilik PT Rifa Capital, sebuah holding company yang menaungi sepuluh perusahaan di berbagai sektor seperti transportasi dan properti.

Bahlil awalnya merupakan anggota Partai Golongan Karya (Golkar), namun ia meninggalkan partai tersebut pada tahun 2009. Meski tidak aktif di Golkar, koneksi dan pengalamannya di dunia bisnis dan politik sangat berpengaruh dalam kariernya di pemerintahan.

Awal Karier dan Keterlibatan di Pemerintahan
Bahlil memulai kariernya dengan pekerjaan sederhana sebagai penjual kue, kondektur bus, dan sopir angkot selama masa remajanya. Setelah menyelesaikan pendidikan di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Port Numbay di Jayapura, ia bekerja di Sucofindo sebelum mendirikan beberapa perusahaan.

Persahabatannya dengan Joko Widodo, yang dimulai dari hubungan bisnis, berkembang menjadi dukungan politik yang signifikan. Pada pemilihan umum presiden Indonesia 2019, Bahlil mendukung Joko Widodo untuk masa jabatan kedua dan bertindak sebagai Direktur Penggalang Pemilih Muda dalam tim kampanye.

Keterlibatan Politik di Golkar dan Pemerintahan
Pengalaman politiknya tetap signifikan dalam konteks pemerintahan. Setelah memenangkan pemilihan, Joko Widodo mengangkat Bahlil sebagai Kepala BKPM dan kemudian Menteri Investasi.

Bahlil juga pernah menjabat sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral ad interim pada 4 Februari 2022, menggantikan Arifin Tasrif sementara waktu karena masalah kesehatan.

Pergantian ini, meskipun bersifat sementara, menyoroti fleksibilitas dan kepercayaan yang diberikan kepada Bahlil dalam berbagai kapasitas dalam pemerintahan.

Kabar Terbaru mengenai Bahlil Lahadalia
Menteri Investasi Bahlil Lahadalia kini menjadi sorotan dalam politik nasional setelah munculnya isu bahwa ia merupakan calon tunggal yang diusulkan untuk menggantikan Airlangga Hartarto sebagai Ketua Umum Partai Golkar.

Dikutip dari berbagai sumber, menanggapi kabar tersebut, Bahlil mengungkapkan bahwa dirinya masih menunggu kepastian mengenai jadwal pendaftaran calon ketua umum.

“Saya sendiri belum ikuti terlalu detail ya. Nanti kan Munasnya itu akan dilakukan tanggal 20 Agustus, pendaftarannya itu yang saya dapat laporan akan dilakukan di tanggal 19 Agustus,” ujar Bahlil, pada Sabtu, 17 Agustus 2024. Ia menambahkan bahwa mekanisme pencalonan akan lebih jelas setelah pendaftaran dibuka.

Respon dan Dukungan dari DPD Partai Golkar
Terkait dukungan untuknya, Bahlil Lahadalia mengonfirmasi adanya pernyataan dari Ketua Dewan Pembina Bappilu Golkar, Idrus Marham, yang menyebutkan bahwa 34 DPD tingkat provinsi telah memberikan dukungan kepadanya untuk maju sebagai calon Ketua Umum. “Ya saya, nanti kita lihat lah ya. Munasnya kan tanggal 20. Nanti kita lihat,” ungkapnya.

Idrus Marham sebelumnya mengungkapkan bahwa dukungan terhadap Bahlil tidak hanya datang dari 34 DPD, tetapi juga ada kemungkinan dukungan tambahan dari provinsi lainnya. “Yang rilis kalau nggak salah sudah 34. Yang lain itu menyusul hanya masalah teknis. Dukungannya mencalonkan Bahlil sebagai Ketua Umum pengganti Airlangga,” kata Idrus.

Penulis: Purba Handayaningrat

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Taj Yasin Maimoen Siapkan Rahasia Khusus untuk Hadapi Debat Kedua Pilgub Jateng

Jawa Tengah tengah dipanaskan dengan persiapan ketat dari para...

Pilkada Banjarbaru, Petahana Terancam Diskualifikasi Gara-Gara Hal Ini

Tensi Pilkada Kota Banjarbaru 2024 memuncak dengan isu diskualifikasi...

Cerita Felicia Reporter tvOne Selamat dari Kecelakaan Maut di Tol Pemalang

Mobil yang membawa lima kru tvOne ditabrak oleh sebuah...

Momen Seru dari Debat Pilkada Jateng: Ubah Air Asin, Teknologi Satelit hingga Cagub Salah Sebut Wakilnya

Dalam debat perdana Pilkada Jawa Tengah yang digelar pada...