Ketua Dewan Pembina Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Golkar, Idrus Marham, mengungkapkan keyakinannya bahwa Bahlil Lahadalia akan terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Nasional (Munas) IX Partai Golkar.
Dalam konferensi pers di Kawasan Matraman, Jakarta, Senin (19/8/2024), Idrus menyatakan, “Insya Allah saudara Bahlil Lahadalia terpilih dan ditetapkan secara aklamasi sebagai ketua umum DPP Partai Golkar periode 2024-2029, tentu dengan tetap berdoa dan berserah diri,” katanya.
Idrus Marham menjelaskan bahwa dukungan internal terhadap Bahlil sangat kuat, hampir mencapai kesempurnaan. Menurutnya, hampir semua pemilik suara di tingkat provinsi dan kabupaten/kota telah memberikan dukungan tertulis untuk pencalonan Bahlil sebagai Ketua Umum DPP Partai Golkar periode mendatang. Partai Golkar menggelar Musyawarah Nasional XI, Selasa-Rabu, 20-21 Agustus 2024, di JCC Jakarta.
Idrus juga menanggapi kritik terkait aklamasi yang dianggap dapat merusak tatanan demokrasi dengan menegaskan bahwa sistem demokrasi dalam Partai Golkar mengutamakan prinsip kekeluargaan, gotong royong, dan musyawarah mufakat.
Dukungan Internal yang Menguat
Ketua DPP Golkar Ace Hasan Syadzily menambahkan bahwa dukungan untuk Bahlil Lahadalia sangat signifikan. Dalam kesempatan yang sama, Ace mengungkapkan, “Sejauh yang saya tahu, sudah lebih dari 37 provinsi yang menyatakan dukungannya kepada Pak Bahlil, mudah-mudahan bisa 38 (DPD).”
Ace juga menyebutkan bahwa DPD Golkar Jawa Barat, yang mencakup 27 kabupaten/kota, telah sepakat mendukung Bahlil sebagai Ketua Umum. Ia menekankan bahwa tidak ada kandidat lain dari DPD Jawa Barat selain Bahlil yang mendapatkan dukungan.
Idrus Marham juga mengkritik internal partai yang dinilai tidak memberikan penghargaan yang semestinya kepada Bahlil, padahal Bahlil telah menjabat sebagai Menteri melalui jalur profesional. Meski begitu, Idrus menegaskan bahwa sinyal dukungan untuk Bahlil semakin kuat.
Hasil Penjaringan Caketum
Plt Ketua Umum Partai Golkar, Agus Gumiwang Kartasasmita (AGK), mengumumkan bahwa proses penjaringan calon ketua umum (caketum) untuk periode 2024-2029 telah selesai, dan hanya satu nama yang memenuhi syarat, yaitu Bahlil Lahadalia.
Dalam konferensi pers usai pembukaan Rapimnas di JCC Senayan, Jakarta, Selasa (20/8/2024), AGK menyatakan, “Ketua umum sudah selesai, kita sudah tahu bahwa hanya satu nama yang lolos atau memenuhi syarat dari hasil verifikasi yang dilakukan Partai Golkar melalui SC sebagai caketum. Hanya satu, yaitu Pak Bahlil Lahadalia. Sehingga hanya satu yang nanti dalam Munas kita akan segera memutuskan Pak Bahlil sebagai ketua umum kita ke depan,” katanya.
Jadwal Munas dan Penyampaian Visi Misi
AGK juga menambahkan bahwa Bahlil Lahadalia akan hadir dalam rangkaian acara Rapimnas dan Munas yang berlangsung dari hari ini hingga esok hari. “Insya Allah Pak Bahlil akan hadir pada pembukaan Munas nanti. Dan pembukaan Munas akan kita laksanakan insya Allah jam 16.00 WIB,” ungkap AGK.
Sementara itu, Ketua Steering Committee (SC) Munas Golkar, Adies Kadir, menginformasikan bahwa Bahlil akan memaparkan visi dan misinya sebagai caketum pada esok hari.
“Jadi visi misi itu besok jam 10.00 WIB, agendanya jam 10.00 WIB sampai jam 12.00 WIB. Itu penyampaian visi misi sekaligus kita Partai Golkar sudah mempunyai, menetapkan sebagai ketua umum baru,” ujar Adies.
Verifikasi Calon, Ridwan Hisjam Tidak Memenuhi Syarat
Adies Kadir menjelaskan bahwa dalam proses verifikasi, Ridwan Hisjam dinyatakan tidak memenuhi persyaratan sebagai calon ketua umum.
“Berkas pendaftaran bakal calon atas nama Ridwan Hisjam dinyatakan tidak memenuhi persyaratan sebagai calon ketua umum Partai Golkar pada Munas XI Partai Golkar tahun 2024. Berkas pendaftaran bakal calon atas nama Bahlil Lahadalia dinyatakan lengkap dan memenuhi persyaratan sebagai calon ketua umum pada Munas ke XI Partai Golkar tahun 2024,” kata Adies kepada wartawan di DPP Golkar, Senin (19/8/2024).
Dengan hasil tersebut, Bahlil Lahadalia akan menjadi calon tunggal dalam Musyawarah Nasional (Munas) XI Golkar. Selanjutnya, Bahlil akan mendengarkan pandangan umum dari pemegang hak suara saat Munas Golkar berlangsung.
Penulis: Purba Handayaningrat


