Perjalanan politik Airin Rachmi Diany memasuki babak baru yang penuh tantangan. Setelah bertahun-tahun berjuang untuk Partai Golkar di Banten, Airin memutuskan untuk meninggalkan partai yang telah membesarkan namanya dan bergabung dengan PDIP.
Langkah ini diambil setelah Golkar lebih memilih mendukung Andra Soni dari Partai Gerindra dalam Pilkada Banten 2024.
Keputusan Airin ini tidak mudah. Airin, yang selama ini memimpin Tangerang Selatan dan dipercaya untuk meraih dukungan di Banten, kini harus menghadapi kenyataan bahwa Golkar tak lagi mendukungnya.
Namun, tekadnya untuk tetap maju dalam Pilgub Banten 2024 tidak surut. PDIP pun menerima Airin dan memasangkannya dengan Ade Sumardi, kader partai yang dikenal kuat di Banten.
Airin tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya saat berbicara tentang kemungkinan dipecat dari Golkar.
Meski demikian, dia tetap berusaha memahami dan menghormati keputusan partainya. Sekian tahun terakhir, Airin telah berjuang keras untuk memenangkan Golkar di Banten, namun keputusan partai tersebut untuk tidak mengusungnya membuatnya harus mencari jalan lain.
Loyalitas tak terbatas, banyak surat tugas ia terima untuk kembangkan Golkar di sana. Lalu apa penyebab Airin terlempar dari beringin?
Suksesi di DPP Golkar dan Pilihan Airin
Salah satu faktor yang memengaruhi langkah Airin adalah perubahan kepemimpinan di DPP Golkar dari Airlangga Hartarto ke Bahlil Lahadalia.
Pergantian ini tampaknya menjadi salah satu pemicu bagi Airin untuk mempertimbangkan ulang posisinya di partai.
Meski begitu, Airin tetap menghormati keputusan yang diambil DPP Golkar dan mengucapkan terima kasih kepada partai yang telah menjadi rumah politiknya selama ini.
“Selama dua tahun belakangan ini, saya telah berjibaku untuk memenangkan Golkar di wilayah Banten. Saya berharap Golkar memahami keputusan saya, seperti saya memahami dan menghormati keputusan partai,” kata Airin di ICE BSD, Tangerang.
PDIP dan Dukungan Baru
PDIP resmi mengusung pasangan Airin Rachmi Diany-Ade Sumardi dalam Pilgub Banten 2024.
Deklarasi pasangan ini dilakukan di ICE BSD, Tangerang, di hadapan ribuan pendukung yang mengenakan atribut merah dan hitam.
Ade Sumardi, yang akan mendampingi Airin, mengungkapkan surat rekomendasi B1 KWK akan segera diserahkan oleh Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri.
“Terkait kapan diberikan B1 KWK nanti akan langsung diberikan oleh Ketua Umum Ibu Mega, mudah-mudahan dalam waktu dekat ini,” kata Ade.
Dengan dukungan penuh dari PDIP, Airin kini siap bertarung dalam Pilgub Banten 2024. Meski harus meninggalkan Golkar, tekadnya untuk membawa perubahan di Banten tetap kuat.
Langkah berani ini menegaskan ambisi Airin untuk terus berkontribusi dalam politik Banten, meskipun harus menempuh jalan yang berbeda dari sebelumnya.
Airin Rachmi Diany selama tiga tahun terakhir telah berperan penting dalam membangun dan memperkuat posisi Partai Golkar di Banten.
Sebagai seorang politikus yang telah lama berkiprah di Golkar, Airin tak hanya fokus pada kepemimpinannya di Tangerang Selatan tetapi juga turut aktif dalam meningkatkan eksistensi dan pengaruh partai di Banten secara keseluruhan.
Jaringan KPPG
Salah satu pencapaian penting Airin dalam periode ini adalah perannya sebagai Ketua Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG). Dalam kapasitasnya sebagai Ketua KPPG, Airin berhasil menggalang kekuatan kaum perempuan di bawah bendera Srikandi Golkar, memperkuat basis dukungan Golkar di Banten, dan memastikan partai tersebut tetap solid menghadapi berbagai tantangan politik.
Upaya ini termasuk dalam strategi besar untuk mempersiapkan Golkar menghadapi Pemilihan Gubernur Banten 2024, di mana Airin diharapkan dapat menjadi calon yang kuat dan berpengaruh, walaupun akhirnya pindah ke Kandang Banteng.
Selain perannya dalam membangun Golkar di Banten selama tiga tahun terakhir, Airin Rachmi Diany juga memiliki ikatan emosional yang kuat dengan partai tersebut karena latar belakang keluarganya.
Orang tua Airin adalah kader Golkar, yang tentunya membentuk fondasi kuat bagi keterlibatannya dalam partai ini.
Pengaruh keluarganya dalam dunia politik Golkar turut memperkuat tekad Airin untuk terus mengabdi dan membesarkan partai di wilayah Banten.
Dengan sejarah keluarganya yang berdarah Golkar, Airin telah menorehkan banyak prestasi, termasuk menjadi Ketua Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG).
Dalam posisi ini, ia berhasil memobilisasi kekuatan perempuan di Banten, memperkuat struktur partai, dan membangun jaringan dukungan yang luas.
Penulis: Purba Handayaningrat


