Jejak digital bekas Gubernur Jabar Ridwan Kamil dikuliti warganet. Dalam beberapa unggahan, warganet mengungkit kembali perlakuan Emil, sapaan Ridwan Kamil, terhadap seorang guru di Cirebon saat menyampaikan kritik dan berujung pemecatan sang guru bernama Sabil Fadhillah.
“jd keinget guru yg dipecat sm yayasannya, gegara dipin komentarnya wkwk, cuman gara2 nanya pake bahasa sunda KASAR doang,” tulis akun @narullll, Senin (26/8/2024).
“Bukannya sekarang kalo misal dikritik suka di pin ya ? terus nanti akun yg kritik di bully sama fansnya bapak. Biasanya sih polanya spt itu,” tulis warganet lainnya, @agil_alvian.
Kasus Guru Sabil terjadi pada Maret 2023 lalu. Dia melontarkan kritik di akun Instagram Ridwan kamil merespons Emil yang menggunakan jas kuning saat memberi materi daring kepada siswa-siswi SMK di Tasikmalaya. Emil saat itu baru bergabung bersama Golkar.
“Dalam zoom ini, maneh teh keur jadi sebagai gubernur, kader partai, atau pribadi ridwan kamil?” (Dalam zoom ini, anda sedang jadi gubernur, kader partai, atau pribadi Ridwan Kamil?” tulis Sabil dalam komentarnya.
Emil lantas merespons komentar Sabil dengan kalimat, “Menurut Maneh Kumaha?” sambil menyematkan komentar tersebut sehingga bertahan di deretan atas kolom komentar.
Sebagian warganet menilai apa yang disampaikan Sabil adalah bahasa yang tidak patut. Alhasil Sabil menjadi bulan-bulanan warganet dan berujung pemecatan.
Bahasa Sunda memang banyak variasi dan ragam. Bahasa Sundag di pesisir utara Jawa Barat tentunya berbeda dengan Bahasa Sunda di wilayah Bandung, Bogor, maupun Bekasi. Pemaknaanya pun beragam.
Adapun, akhir-akhir berseliweran jejak digital Ridwan Kamil di media sosial terkait unggahannya yang mengkritik DPR. Kemunculan jejak tersebut seiring dengan gelombang aksi penolakan Revisi UU Pilkada di DPR dan rencana Emil, sapaan Ridwan Kamil, berlaga di Pilkada Jakarta.
Seperti diketahui, mantan Gubernur Jawa Barat ini akan berlaga di Jakarta atas dukungan tambun 12 partai. Beberapa waktu lalu, cuitan Emil tentang Jakarta dan warganya membuat geger.
Cuitan yang diunggah dalam akun X bercentang biru, 6 Juni 2011, pukul 9.47 pm, Emil menuliskan, “Tengil, gaul, glamor, songong, pelit, gengsian, egois, pekerja keras, tahan banting, pamer, hedon, itu karakter org JKT.”
Namun belakangan cuit lawas tersebut diduga dihapus Emil. Namun sayang, tulisan julid itu makin tersebar luas melalui tangkapan layar warganet yang satu per satu mengunggah jejak digital itu.
Saat ini Guru Sabil tidak mengajar lagi dan memilih untuk berdagang risol di wilayah Sumber, Cirebon.
“gw itu njiir…. enak aja doi minta maaf, biar dpt suara dr jakarta.
Sumpah Ampe akhirat, gw tuntut kelakuannya di AKHIRAT!!!!” tulis Sabil menanggapi twit kalrifikasi Ridwan Kamil atas jejak digital masa lalu.


