Profil Suswono: Berlatar NU-Muhammadiyah dan Jebolan HMI yang Jadi Cawagub Jakarta

Date:

Mantan Menteri Pertanian (Mentan) periode 2014-2019, Suswono resmi dideklarasikan sebagai Calon Wakil Gubernur Jakarta mendampingi Ridwan Kamil oleh Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus. Bersama Ridwan Kamil, Kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu akan daftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jakarta sebagai langkah awal meramaikan kontestasi Pilkada Jakarta.  

Pendaftaran Ridwan Kamil-Suswono dijadwalkan hari ini, Rabu (28/8/2024) siang. Pasangan ini akan didampingi oleh perwakilan partai pengusung dan kelompok masyarakat Betawi.

“Tapi intinya yang datang ada perwakilan parpol (partai politik) dan juga kelompok masyarakat, termasuk dari betawi,” kata Ridwan Kamil usai menerima surat rekomendasi di kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta Pusat, Selasa (27/8/2024).

Bicara wakil Ridwan Kamil, Suswono, dia bukanlah orang sembarangan di dunia politik. Meskipun saat ini namanya kurang begitu terdengar bagi sebagian kalangan, tapi Suswono punya sederet pengalaman mentereng dan tempaan aktivis sejak menjadi mahasiswa. Berikut profil tentang Suswono.

Riwayat Pendidikan dan Pengalaman Organisasi

Suswono lahir di Tegal, Jawa Tengah pada 20 April 1959 dan dibesarkan oleh keluarga Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah. Ayahnya bernama H. Asyaf dari keluarga petani NU dan ibunya Surati dari keluarga pedagang Muhammadiyah.

Dia menyelesaikan masa pendidikan dasarnya di SDN Kalisapu Tegal pada 1972. Kemudian sekolahnya dilanjutkan di SMPN Slawi Tegal dan lulus pada 1975. Suswono menamatkan pendidikan SMAN Slawi Tegal pada 1979.

Selama mengenyam pendidikan menengah atas, Suswono aktif di beberapa organisasi dan menduduki posisi strategis. Ia pernah didapuk sebagai Ketua Pelajar Islam Indonesia (PII) Komisariat Slawi pada 1976-1977, Ketua Departemen Kaderisasi PII Daerah Tegal pada 1977-1978. Suswono juga pernah meraih penghargaan sebagai Pelajar Teladan tingkat SMA Kabupaten Tegal pada 1978. 

Setelah lulus dari SMA, Suswono memilih merantau ke Bogor untuk melanjutkan studi di pendidikan tinggi. Ia kuliah di Institut Pertanian Bogor mengambil jurusan sosial ekonomi peternakan. Selain diajar, ia juga mengajar di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Bogor pada 1980-1983 dan menjadi asisten dosen IPB tahun 1983.

Selama menjadi mahasiswa, Suswono aktif di beberapa organisasi kemahasiswaan baik internal maupun eksternal kampus. Dia pernah menjadi Ketua Senat Mahasiswa Fakultas Peternakan IPB pada 1980-1981 dan Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Bogor periode 1982-1983.

Setelah lulus sebagai sarjana sosial ekonomi peternakan tahun 1984, Suswono menjadi dosen di Universitas Ibn Khaldun, Bogor. Kariernya terus beranjak, ia menjadi Kepala Biro Administrasi Umum Universitas Ibn Khaldun selama dua tahun (1987-1989). Di samping itu, Suswono menyelesaikan pendidikannya di Magister Manajemen Agribisnis dan Doktoral Manajemen Bisnis IPB.

Perjalanan Karier Politik

Suswono merupakan salah satu tokoh pendiri Partai Keadilan (PK) pada 20 Juli 1998. Partai ini kemudian bertransformasi menjadi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) setelah gagal memenuhi ambang batas parlemen sebesar 2 persen. Setelah berubah menjadi PKS, Suswono ditunjuk sebagai Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PKS periode 2002-2007.

Pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2004, Suswono terpilih sebagai Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Tengah IX. Di tahun pertamanya, ia menjadi Anggota Komisi IV DPR RI yang membidangi masalah pertanian, peternakan, kehutanan, perikanan, kelautan, dan pangan. Pada 2005-2009, ia ditunjuk sebagai Wakil Ketua Komisi IV DPR RI.

Setelah lengser dari Senayan, mantan Tenaga Ahli Menteri Kehutanan periode 1999-2001 ini diangkat oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Menteri Pertanian. Suswono mengemban jabatan ini hingga kabinet Indonesia Bersatu II berakhir tahun 2014.

Suswono pernah mencoba peruntungan lagi sebagai anggota legislatif pada Pemilu 2014, namun dia gagal. Ia juga gagal menjadi Bupati Brebes pada Pilkada 2017 setelah kalah dari pasangan Idza Priyanti dan Narjo.

Pada 19 Agustus 2024, Suswono sebagai Ketua Majelis Pertimbangan Pusat PKS dideklarasikan oleh KIM Plus menjadi pendamping Ridwan Kamil di Pilkada Jakarta. Pasangan Ridwan Kamil-Suswono akan menggelorakan tagline “Jakarta Baru, Jakarta Maju” selama pilkada.

Penulis: Chairil Mustami

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Taj Yasin Maimoen Siapkan Rahasia Khusus untuk Hadapi Debat Kedua Pilgub Jateng

Jawa Tengah tengah dipanaskan dengan persiapan ketat dari para...

Pilkada Banjarbaru, Petahana Terancam Diskualifikasi Gara-Gara Hal Ini

Tensi Pilkada Kota Banjarbaru 2024 memuncak dengan isu diskualifikasi...

Cerita Felicia Reporter tvOne Selamat dari Kecelakaan Maut di Tol Pemalang

Mobil yang membawa lima kru tvOne ditabrak oleh sebuah...

Momen Seru dari Debat Pilkada Jateng: Ubah Air Asin, Teknologi Satelit hingga Cagub Salah Sebut Wakilnya

Dalam debat perdana Pilkada Jawa Tengah yang digelar pada...