Tradisi Arak-arakan Bakal Calon Kepala Daerah di Pilkada 2024

Date:

Ramai-ramai, sejumlah bakal calon kepala daerah mulai mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU). Mereka datang berombongan, berarak-arakan, bersama partai pengusung dan pendukungnya.

Kebiasaan arak-arakan ini seolah menjadi tradisi setiap pendaftaran calon peserta kepala daerah atau kepala negara. Tapi, apa penting banget mendaftar pakai arak-arakan?

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, arak-arakan artinya, iring-iringan orang dan sebagainya yang berjalan atau bergerak bersama-sama; pawai.

Entah kapan pastinya tradisi ini dimulai. Sejumlah bakal calon kepala daerah bahkan menyuguhkan sejumlah atraksi budaya dalam arak-arakannya.

Sejumlah KPU Daerah pun melarang arak-arakan ini. Sebut saja KPUD DKI Jakarta. Sebelum pendaftaran bakal calon gubernur (bacagub) dan bakal calon wakil gubernur (bacawagub) dibuka, mereka sudah melarang hal tersebut.

Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, dan Partisipasi Masyarakat KPU Provinsi DKI Jakarta, Astri Megatari, mengatakan pihaknya melarang arak-arakan karena dapat mengganggu lalu lintas.

“Kita sih tidak memperbolehkan adanya arak-arakan ya, karena itu tadi bisa mengganggu lalu lintas juga,” kata Astri di kantor KPU DKI Jakarta, Senen Jakarta Pusat, Sabtu (24/8/2024).

Namun, hal itu tidak diindahkan. Para pasangan bakal calon tetap datang dengan arak-arakan.

Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung dan Rano Karno, yang resmi mendaftar ke KPU Jakarta, Rabu (28/8/2024), datang dengan arak-arakan dari partai pendukung dan simpatisannya.

Pasangan bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (tengah) dan Rano Karno (kiri depan) menyapa warga dan pendukung saat berjalan menuju Kantor KPU DKI Jakarta, Rabu (28/8/2024). Pasangan Pramono Anung-Rano Karno mendaftarkan diri sebagai peserta Pilgub DKI Jakarta 2024 dengan dukungan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. ANTARA FOTO/Muhammad Ramdan.

Ridwan Kamil dan Suswono juga disebut diiring bak pengantin oleh masyarakat dan komunitas. Siang ini, arak-arakan masih berjalan kaki menuju KPUD. Mereka diarak dari sebuah hotel di Kramat, Jakarta.

Ridwan Kamil (RK)-Suswono berangkat ke Kantor KPU Jakarta. (screenshot KompasTV)

Penelitian yang ditulis Sawitri dan Pujiyana dari Prodi Bahasa Jawa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo, menyebut, arak-arakan dalam pemilu bertujuan -salah satunya- untuk menarik perhatian masyarakat. Rakyat diharapkan memberikan andil dan berpartisipasi untuk suksesnya pemilu.

Nah, kalau kamu setuju tidak dengan arak-arakan saat pendaftaran calon kepala daerah di Pilkada 2024?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Taj Yasin Maimoen Siapkan Rahasia Khusus untuk Hadapi Debat Kedua Pilgub Jateng

Jawa Tengah tengah dipanaskan dengan persiapan ketat dari para...

Pilkada Banjarbaru, Petahana Terancam Diskualifikasi Gara-Gara Hal Ini

Tensi Pilkada Kota Banjarbaru 2024 memuncak dengan isu diskualifikasi...

Cerita Felicia Reporter tvOne Selamat dari Kecelakaan Maut di Tol Pemalang

Mobil yang membawa lima kru tvOne ditabrak oleh sebuah...

Momen Seru dari Debat Pilkada Jateng: Ubah Air Asin, Teknologi Satelit hingga Cagub Salah Sebut Wakilnya

Dalam debat perdana Pilkada Jawa Tengah yang digelar pada...