Sejumlah selebritas muncul dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024. Fenomena ini sebenarnya sudah muncul di beberapa ajang kontestasi politik sebelumnya. Tapi, rasa-rasanya pada Pilkada kali ini lebih massif.
Dalam waktu penyelenggaraan Pilkada yang singkat, kehadiran artis dianggap sebagai strategi efektif untuk mendongkrak suara calon, memanfaatkan daya tarik publik yang dimiliki para artis.
Fenomena munculnya artis sebagai kandidat ini memicu kritik tajam terkait sistem kaderisasi di partai politik. Pengamat Komunikasi Politik, Anang Sujoko, menilai bahwa pencalonan artis yang populer mengindikasikan adanya kekurangan dalam proses kaderisasi partai.
Pilihan ini menimbulkan pertanyaan mengenai kesiapan dan kualitas kader yang dihasilkan oleh partai, serta seberapa baik mereka memahami nilai dan ideologi partai.
“Mencomot artis yang sedang naik daun untuk kontestasi politik menimbulkan pertanyaan, bagaimana dengan kaderisasi partainya? Apakah sudah sesuai dengan nilai ideologi partai?” tanya Anang, seperti diwawancarai dalam stasiun TV swasta baru-baru ini.
Persepsi Publik dan Tantangan Politik
Anang Sujoko juga mengungkapkan bahwa artis umumnya memiliki citra positif yang diasosiasikan dengan dunia hiburan.
Ketika artis memasuki dunia politik, hal ini dapat menciptakan persepsi bahwa politik lebih menjanjikan daripada dunia hiburan.
Namun, artis yang terjun ke politik mungkin belum sepenuhnya memahami seluk-beluk politik, yang bisa mempengaruhi efektivitas mereka jika terpilih.
“Artis yang tercitra dalam benak masyarakat adalah artis yang tampil pada panggung dan bercitra positif. Pengetahuan seorang artis dalam dunia politik seolah-olah membuat dunia politik adalah sesuatu yang lebih menjanjikan kesejahteraan yang lebih baik dibanding dunia artis,” sambungnya.
Tanggung Jawab Partai dan Pembelajaran Artis
Menanggapi kritik tersebut, Ketua DPP Partai NasDem, Saan Mustopa belum lama ini juga menegaskan bahwa meskipun artis dapat membantu meningkatkan popularitas, mereka harus terus belajar dan memahami dunia politik.
Partai politik harus memastikan bahwa calon mereka tidak hanya mengandalkan popularitas, tetapi juga memiliki kapasitas untuk menjalankan tugas-tugas publik.
Ini memerlukan kolaborasi antara daya tarik publik dan kemampuan politik yang memadai.
“Inilah tantangan politik terkini, politisi profesional perlu mendongkrak popularitas dan bagi kalangan artis harus terus belajar, jangan hanya mengandalkan popularitas. Tugas partai lah yang mengkombinasikan agar tidak ada kesenjangan atau gap yang terlalu lebar,” tutur Saan.
Keterlibatan artis dalam Pilkada 2024 mencerminkan dinamika baru dalam politik Indonesia.
Keseimbangan antara popularitas dan penguasaan politik menjadi kunci utama untuk menghadapi kontestasi politik di masa depan.
Semua pihak, baik artis maupun politisi profesional, perlu berupaya menyeimbangkan antara daya tarik publik dan kapasitas politik untuk memberikan kontribusi yang efektif dalam pemerintahan.
Deretan Artis Maju di Pilkada 2024
Sejumlah artis ternama terjun ke dunia politik dengan mencalonkan diri dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024.
Beberapa dari mereka bahkan mengalami kegagalan dalam mempertahankan kursi di DPR RI, sementara yang lainnya baru pertama kali masuk ke arena politik. Berikut adalah daftar artis yang maju dalam Pilkada 2024:
1. Krisdayanti
Kris Dayanti, yang sebelumnya gagal terpilih kedua kalinya ke Senayan, maju sebagai calon wali kota Batu. Diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Kris Dayanti berpasangan dengan Kresna Dewanata.
Mereka mendaftar ke KPU Kota Batu, Jawa Timur, pada Rabu, 28 Agustus 2024.
2. Rano Karno
Rano Karno mengejutkan banyak pihak dengan pencalonannya sebagai calon wakil gubernur DKI Jakarta dalam Pilgub 2024.
Meskipun sebelumnya terpilih kembali sebagai anggota DPR RI dengan perolehan suara 149.397, Rano Karno memilih untuk maju sebagai wakil gubernur mendampingi Pramono Anung.
Mereka mendaftar ke KPU DKI pada Rabu, 28 Agustus 2024.
3. Jeje Govinda
Ritchie Ismail atau Jeje Govinda mencalonkan diri sebagai bupati Kabupaten Bandung Barat. Jeje berpasangan dengan Asep Ismail sebagai calon wakil bupati dan mereka mendaftar ke KPU Kabupaten Bandung Barat pada Kamis, 29 Agustus 2024.
Jeje juga ditemani oleh Syahnaz Sadiqah, Nagita Slavina, dan Nisya Ahmad.
4. Gilang Dirga
Komedian dan presenter Gilang Dirga meramaikan Pilbup Bandung Barat sebagai calon wakil bupati, mendampingi Didik Agus yang diusung oleh Partai Demokrat dan PKS. Gilang dan Didik mendaftar ke KPU Kabupaten Bandung Barat pada Rabu, 28 Agustus 2024.
6. Vicky Shu
Penyanyi Vicky Shu maju sebagai calon wakil bupati Kabupaten Cilacap mendampingi Awaluddin Muuri. Mereka didukung oleh Partai Gerindra, Partai NasDem, dan PPP. Vicky Shu dan Awaluddin mendaftar ke KPU Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, pada Kamis, 29 Agustus 2024.
7. Ali Syakieb
Ali Syakieb maju sebagai calon bupati Bandung Barat bersama Dadang Supriatna. Diusung oleh PKB, NasDem, Gerindra, Demokrat, dan PDI-P, mereka mendaftar ke KPU Kabupaten Bandung Barat pada Kamis, 29 Agustus 2024.
8. Sahrul Gunawan
Sahrul Gunawan mencalonkan diri sebagai Bupati Bandung bersama Gun Gun Gunawan. Saat ini, Sahrul menjabat sebagai wakil bupati Bandung.
Mereka mendaftar ke KPU Kabupaten Bandung pada Kamis, 29 Agustus 2024.
9. Lucky Hakim
Lucky Hakim kembali mencalonkan diri sebagai bupati Indramayu. Didukung oleh PKS-Nasdem, PKN, Hanura, PBB, PPP-Gelora, dan Partai Buruh, Lucky berpasangan dengan Saefudin. Mereka mendaftar ke KPU Indramayu pada Selasa, 27 Agustus 2024.
10. Hengki Kurniawan
Hengki Kurniawan turut meramaikan Pilbup Bandung Barat bersama Ade Sudrajat. Mereka mendaftar ke KPU Kabupaten Bandung Barat pada Kamis, 29 Agustus 2024.
11. Gita KDI
Penyanyi Gita KDI berpasangan dengan Acep Adang Ruhiat sebagai calon wakil gubernur Jawa Barat. Mereka diusung oleh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan mendaftar ke KPU Provinsi Jawa Barat pada Kamis, 29 Agustus 2024, malam.
12. Ronal Surapradja
Artis Ronal Surapradja maju sebagai calon wakil gubernur Jawa Barat berpasangan dengan Jeje Wiradinata, mantan Bupati Pangandaran.
Diusung oleh PDI-P, mereka mendaftar ke KPU Jabar pada Kamis, 29 Agustus 2024, malam, namun diwakili oleh Ketua DPD PDI-P Jabar Ono Surono dan sejumlah kader PDI-P.
Penulis: Purba Handayaningrat


