Kisah Ngenes Dico Ganinduto, Petahana tapi Gagal Maju Pilkada akibat Manuvernya Sendiri

Date:

Pada Pilkada 2024 ini, barangkali tak ada yang seapes Dico M Ganinduto, Bupati Kendal, Jawa Tengah. Sebagai bupati yang kini masih menjabat, Dico justru gagal maju di kabupaten yang kini dipimpinnya.

Dico Ganinduto adalah Bupati Kendal periode 2021-2026. Namun, lamaran pencalanan bupati dan wakil bupati (cabup-cawabup) Kendal bersama KH Ali Nurudin, Ketua Dewan Syuro DPC PKB Kendal di tolak KPU.

Terdengar aneh memang. Tapi, itulah yang terjadi.

Dico gagal maju di kandangnya sendiri. Langkah politiknya terhenti justru karena manuver-manuver yang dilakukannya sendiri.

Dico juga dikenal bersahabat dengan Gibran Rakabuming Raka, anak Jokowi, yang juga calon wakil presiden terpilih. Dico dan Gibran dekat ketika keduanya sama-sama menjadi kepala daerah. Gibran di Solo, Dico di Kendal.

Keduanya lantas jadi sekondan. Dico mati-matian mengampanyekan paslon Prabowo-Gibran di Jawa Tengah pada Pilpres 2024 lalu.

Tentu saja, kesempatan itu juga dimanfaatkan oleh Dico untuk memperkenalkan diri sebagai sosok politisi muda kandidat Gubernur Jawa Tengah. Sejak saat itulah, petualangan Dico dimulai.

Namun, kedekatan Dico dengan Gibran benar-benar tak bisa menolongnya. Dico gagal maju di kabupaten yang sedang dipimpinnya, Pilwalkot Semarang, dan juga Pilgub Jateng.

Simak kisahnya.

Sosok Politikus Muda Golkar

Dico adalah politikus Golkar, mengikuti ayahnya Dito Ganinduto, Bendahara Umum Partai Golkar 2019-2024.

Dito Ganinduto dikenal politisi senior. Ia menjadi Anggota DPR RI sejak 2004. Dari ayahnya itulah, Dico suami dari artis Chacha Frederica itu masuk ke dunia politik.

Gagal di Pileg, tapi Sukses di Pilkada Kendal
Dico M Ganinduto pertama kali terjun di dunia politik dengan memberanikan diri mencalonkan diri sebagai Anggota DPR RI di Pileg 2019 dapil Jateng 1.

Tapi nasib kurang beruntung. Suaranya tak cukup untuk membawanya ke senayan. Dico kalah telak dengan seniornya, A Mujib Rohmat yang lebih dulu menjadi Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar.

Setelah kalah sebagai dalam Pileg DPR RI, Dico memberanikan diri maju sebagai calon Bupati Kendal pada Pemilu 2020.

Dibantu Mujib Rohmat, Dico diperkenalkan dengan sejumlah tokoh berpengaruh di Kendal.

Terutama dari kalangan kiai dan pengasuh pondok pesantren yang selama ini menjadi basis masa Mujib Rohmat.

Dari situlah, Dico mendapatkan simpati dari warga Kendal. Bersama Windu Suko Basuki, wakinya, Dico berhasil memenangkan Pilkada tersebut.

Dico bertengger sebagai Bupati Kendal menggantikan pendahulunya Mirna Annisa.

Gagal Maju Pilgub Jateng 2024

Dikenal sebagai bupati muda usia, Dico mulai menyebar gambarnya seantero Jawa Tengah. Di titik ini, fokus Dico sepertinya sudah mulai berubah. Bidikannya bukan lagi kepala daerah tingkat 2 tapi tingkat 1, alias gubernur.

Dico bermanuver dengan memampang gambarnya hampir di seluruh wilayah kabupaten kota di Jateng. Bahkan, Dico secara aktif menggelar dialog dan podcast dengan Bupati dan Wali Kota yang dikenalnya.

Dico semakin percaya diri, ia mulai disegani oleh politisi senior-senior di Jateng.

Dari itulah, sosok Dico dikenal. Dia dianggap sebagai contoh politisi muda yang berhasil.

Tapi lagi-lagi alam berkata lain, Dico terjatuh dan kurang beruntung. Partai Golkar justru mengeluarkan Rekomendasinya kepada Eks Kapolda Jateng, Ahmad Luthfi.

Gagal Berlaga di Pilwakot Semarang 2024

Setelah tidak berhasil mencalonkan diri di Pilgub Jateng, Dico masih dengan rasa percaya diri ingin mengikuti bursa Pilwakot Semarang.

Dico membuat manuver lagi dengan membuat dialog dengan para kaula muda di Kota Atlas.

Dia turun dan menyapa pemuda kota Semarang dengan jargon Majukan Kota Semarang Sama-sama.

Malah, tanpa alasan jelas Dico menyebut Kota Semarang sengai daerah yang tertinggal. Kota Semarang dianggap kota yang tertinggal dibanding kota-kota lainnya.

Hal itu menuai banyak kritikan pedas kepada Dico, banyak Netizen yang mempertanyakan keberhasilan Dico di Kendal.

“Pernyataan itu membuat warga asli Kota Semarang geram,” demikian diulas di Radar Semarang, dikutip Minggu (1/9/2024).

Imbasnya, Dico justru tak mengantongi rekomendasi sebagi calon Wali Kota Semarang 2024 dari Partai Golkar.

Kenyataannya, rekomendasi Partai berlambang pohon beringin itu justru turun kepada Yoyok Sukawi -Joko Santoso (Joko Joss). Dico kembali patah arang.

Gagal Maju Pilkada Kendal

Setelah gagal dalam bursa bakal calon di Pilgub Jateng dan Pilwakot Semarang, Dico berniat kembali ke Kendal.

Tapi Rekom Partai Golkar justru sudah turun kepada Mirna Annisa-Urike Hidayat.

Di tengah keputusasaannya itu, Dico bernanuver menggunakan PKB. Ia mendekati PKB sebagai partai pemenang di Kendal untuk kendaraan politiknya.

Tapi lagi-lagi nasib berkata lain. Meski rekomendasi didapatnya, tapi PKB sudah terlanjur mencalonkan pasangan Dyah Kartika Permasari-Benny Karnadi.

Alhasil, saat menit-menit terakhir pendaftataran Dico bersama KH Ali Nurudin ditolak KPU Kendal.

Dico kembali nyungsep dan mengalami nasib tragis di akhir masa jabatannya sebagai Bupati Kendal.

Nasi sudah menjadi bubur, andai saja sejak awal tidak terlalu PeDe untuk maju di Pilgub Jateng, atau Pilwakot Semarang mungkin nasib berkata lain.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Taj Yasin Maimoen Siapkan Rahasia Khusus untuk Hadapi Debat Kedua Pilgub Jateng

Jawa Tengah tengah dipanaskan dengan persiapan ketat dari para...

Pilkada Banjarbaru, Petahana Terancam Diskualifikasi Gara-Gara Hal Ini

Tensi Pilkada Kota Banjarbaru 2024 memuncak dengan isu diskualifikasi...

Cerita Felicia Reporter tvOne Selamat dari Kecelakaan Maut di Tol Pemalang

Mobil yang membawa lima kru tvOne ditabrak oleh sebuah...

Momen Seru dari Debat Pilkada Jateng: Ubah Air Asin, Teknologi Satelit hingga Cagub Salah Sebut Wakilnya

Dalam debat perdana Pilkada Jawa Tengah yang digelar pada...