Dewan Pengawas memutuskan Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron melanggar etik terkait pelanggaran yang dilakukan. Sebagai pimpinan yang diharapkan memberantas korupsi, Ghufron malah menyaru sebagai calo mutasi aparatur sipil negara (ASN).
Keputusan itu dinyatakan dalam sidang etik yang digelar kemarin, Jumat (6/9/024). Ghufron menggunakan pengaruhnya membantu mutasi seorang ASN Kementerian Pertanian Andi Dwi Mandasari, dari Inspektorat II Kementan ke Balai Proteksi Tanaman Perkebunan di Jawa Timur.
“Menjatuhkan sanksi sedang kepada terperiksa berupa teguran,” kata Ketua KPK, Tumpak Hatorangan Panggabean, dalam sidang terbuka untuk umum di Gedung Pusat Edukasi Antikorupsi, Jakarta, Rabu (27/12/2024) siang.
Majelis Hakim juga meminta Ghufron tidak mengulangi perbuatannya dan menjaga sikap demimenjaga marwah KPK.
“Agar Terperiksa tidak mengulangi perbuatannya dan Agar Terperiksa selaku Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi senantiasa menjaga sikap dan perilaku dengan mentaati dan melaksanakan Kode Etik dan Kode Perilaku Komisi Pemberantasan Korupsi,” ujar Tumpak.
Tidak hanya sanksi teguran, Dewas KPK juga memutuskan pemotongan gaji Ghufron sebesar 20 persen selama enam bulan.
Pertimbangan sanksi sedang yang dijatuhkan Dewas KPK kepada Ghufron karena dampak yang ditimbulkan akibat pelanggarannya. Tumpak mengatakan, bahwa perilaku Ghufron “hanya” berdampak pada citra KPK dan belum sampai merugikan pemerintah.
“Menurunkan citra KPK, karena berat ringannya sanksi itu tergantung daripada dampak yang ditimbulkan. Dalam hal ini dampaknya masih terbatas kepada menurunnya citra institusi KPK. Belum sampai ke tingkat merugikan pemerintah,” kata Tumpak.
“Sehingga tidak bisa dijatuhkan hukuman yang lebih berat daripada hukuman sanksi sedang,” ujar Tumpak.
Relasi Kuasa Timpang
Lantas, apakah Ghufron mengakui pelanggaran yang diperbuatnya?
“Ya, saya sampaikan, karena perbuatan saya mengkomunikasikan keluhan, saya tidak pernah menyampaikan minta bantu ‘tolong itu dimudahkan’ atau kemudian yang semula ditolak kemudian, tidak. Saya sampaikan ‘pak, kami menerima mengetahui ada keluhan, tolong dicek’,” kata Ghufron usai menjalani sidang putusan etik di Gedung Dewas KPK, Jumat (6/9/2024).
Ghufron berpendapat bahwa apa yang disampaikannya dianggap sebagai permohonan bantuan, itu adalah penilaian majelis.
“Bahwa ternyata yang menerima keluhan saya kemudian menganggap bantuan, itu anggapannya yang bersangkutan. Sekali lagi, saya nelpon anda, anda takut, anda segen atau anda happy-happy saja. Itu bukan kewenangan saya,” ucap Ghufron.
Adapun Tumpak menilai bahwa komunikasi yang dilakukan Ghufron terhadap pegawai Kementan menimbulkan relasi kuasa. Terlebih lagi KPK tengah mengusut perkara di Kementan. Di satu sisi posisi Ghufron adalah Wakil Ketua KPK.
“Serta situasi para pejabat di Kementan pada waktu itu yang khawatir karena ada Informasi KPK sedang menangani perkara di Kementan. Maka permintaan bantuan mutasi dari Terperiksa dikabulkan oleh saksi Kasdi Subagyono karena pengaruh Terperiksa sebagai Wakil Ketua KPK,” ujar Tumpak.
Citra dan Reputasi
Citra merupakan gambaran yang diciptakan internal untuk membentuk persepsi di benak publik (image). Citra yang ditampilan KPK sebagai garda depan pemberantasan korupsi tanpa pandang bulu itulah yang menjadi persepsi publik.
Bila citra dan persepsi publik itu sejalan, maka dua hal ini yang kemudian membentuk persepsi. Persepsi adalah capaian dan juga aset sebuah organisasi.
“It takes 20 years to build a reputation and five minutes to ruin it. If you think about that, you’ll do things differently (Butuh 20 tahun untuk membangun reputasi dan lima menit untuk merusaknya. Jika memikirkan hal itu, orang akan melakukan segalanya dengan berbeda),” mengutip kalimat Chairman dan CEO Berkshire Hathaway, Warren Buffett, dalam laman forbes.com yang berjudul The Three Essential Warren Buffett Quotes To Live By.
Dalam sebuah memo yang Buffet tulis pada 20 Januari 2003, bagaimana digambarkan upaya panjang dan konsistensi yang membutuhkan waktu 37 tahun bagi Berkshire Hathaway tumbuh dan berkembang menjadi perusahaan terbesar ketiga menurut majalah Fortune. Tapi cukup dengan 37 menit perusahaan itu bisa luluh lantak karena reputasi yang ternoda.
“And we don’t want to do anything that in any way can tarnish it (dan kita tidak ingin melakukan apapun untuk mencederai reputasi itu),” Kata Buffet.
Citra dan reputasi adalah usaha panjang yang dibangun sebuah organisasi. KPK yang lahir dari rahim reformasi yang membawa harapan masyarakat memberantas korupsi, dapat pupus di tengah upaya pemberantasan.
Kalau sudah begitu, kepada siapa lagi masyarakat berharap korupsi bisa selesai di Indonesia ini?


