Keluarga Tolak Klaim dr Aulia Risma Bunuh Diri, Rektor Undip Minta Spekulasi Kematian Dihentikan

Date:

Keluarga dr Aulia Risma Lestari, mahasiswi Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, menolak klaim bahwa almarhumah meninggal karena bunuh diri.

Kabar yang menyebar di beberapa media tersebut dianggap tidak akurat dan menyakitkan bagi keluarga yang sudah berduka.

“Tolong juga pemberitaan di media, itu ada berita almarhum mati bunuh diri, itu nggak benar. Itu harus dipahami supaya mental keluarga ini… Itu yang menyebabkan almarhum bapaknya depresi hingga meninggal,” kata Misyal Achmad, pengacara keluarga dr Aulia, saat memberikan keterangan di Polda Jawa Tengah, Semarang, baru-baru ini.

Misyal menjelaskan bahwa penolakannya terhadap dugaan bunuh diri tersebut didasarkan pada bukti yang ditemukan di kamar kos dr Aulia. Menurutnya, di lokasi kejadian ditemukan dua jenis obat yang biasa digunakan oleh kalangan medis.

Namun, tidak ada indikasi penggunaan obat yang lebih mematikan yang biasanya terkait dengan bunuh diri.

“Nggak ada ya (bunuh diri), saya pastikan nggak ada,” tegasnya. “Di ruangan beliau waktu ditemukan itu ada dua obat. Beliau itu dokter, saya nggak tahu nama jenisnya, tapi satu obat itu hanya untuk menghilangkan rasa sakit, satu lagi untuk melemaskan otot. Kalau almarhum mau bunuh diri, tentu beliau tahu obat yang lebih tepat untuk itu,” dia menambahkan.

Misyal juga menambahkan bahwa dr Aulia, sebagai seorang dokter, tentu paham betul mengenai farmakologi dan cara kerja obat-obatan.

Jika memang almarhum berniat untuk bunuh diri, ia akan memilih cara yang lebih efektif. “Kalau mau dikatakan bunuh diri, ini almarhum mengerti tentang obat-obatan, kenapa nggak pakai yang itu,” imbuh Misyal.

Pernyataan ini diharapkan dapat meredam spekulasi dan memberikan klarifikasi terkait penyebab kematian dr Aulia. Pihak keluarga berharap agar media lebih berhati-hati dalam memberitakan kasus ini demi menjaga perasaan keluarga yang ditinggalkan.

Rektor Undip Minta Perdebatan Kematian Mahasiswi PPDS Dihentikan

Sementara terpisah Rektor Universitas Diponegoro (Undip), Prof Dr Suharnomo, mengimbau agar polemik dan perdebatan mengenai kematian mahasiswi Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesi dihentikan.

Dalam pernyataannya pada Jumat (6/9/2024), Suharnomo meminta civitas akademika dan pihak luar untuk menghentikan perdebatan yang tidak produktif dan memberikan ruang bagi kepolisian untuk menyelesaikan penyidikan dengan tenang.

“Saya minta jajaran civitas akademika berhenti berpolemik dan berdebat tentang peristiwa kematian mahasiswa PPDS Fakultas Kedokteran Undip. Stop sekarang juga,” ujar Suharnomo.

Suharnomo berharap semua pihak dapat menahan diri agar proses penyidikan berjalan lancar. Ia menekankan pentingnya memberikan waktu yang cukup bagi kepolisian untuk melakukan tugasnya secara cermat.

“Kami mohon pengertian, mari kita berikan waktu kepolisian untuk melaksanakan tugasnya. Rasanya pembahasan kematian dokter Aulia Risma Lestari sudah menjadi masalah hukum sehingga pihak-pihak di luar penyidik sebaiknya menahan diri,” katanya.

Ibunda dr. Aulia Risma, Ny. Nuzmatun Malinah, telah melaporkan kasus ini ke SPKT Polda Jateng, didampingi kuasa hukum dan Tim Inspektorat Kemenkes pada Rabu (4/9/2024). Dengan adanya laporan tersebut, Suharnomo berharap agar tidak ada lagi pro-kontra yang memperkeruh suasana.

Dia menegaskan bahwa Undip akan mengambil tindakan tegas jika ada pihak yang terbukti bersalah setelah proses hukum selesai. “Kalau ada yang dinyatakan bersalah, dan itu ada dalam lingkup kewenangan kami, pasti ada tindakan sesuai ketentuan yang ada,” tegasnya.

Penulis: Purba Handayaningrat

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Taj Yasin Maimoen Siapkan Rahasia Khusus untuk Hadapi Debat Kedua Pilgub Jateng

Jawa Tengah tengah dipanaskan dengan persiapan ketat dari para...

Pilkada Banjarbaru, Petahana Terancam Diskualifikasi Gara-Gara Hal Ini

Tensi Pilkada Kota Banjarbaru 2024 memuncak dengan isu diskualifikasi...

Cerita Felicia Reporter tvOne Selamat dari Kecelakaan Maut di Tol Pemalang

Mobil yang membawa lima kru tvOne ditabrak oleh sebuah...

Momen Seru dari Debat Pilkada Jateng: Ubah Air Asin, Teknologi Satelit hingga Cagub Salah Sebut Wakilnya

Dalam debat perdana Pilkada Jawa Tengah yang digelar pada...