Jokowi Bakal Ngantor di IKN 40 Hari hingga Lengser, Menteri Menginap di Hotel?

Date:

Presiden Joko Widodo (Jokowi) berencana berkantor di Ibu Kota Nusantara (IKN) mulai Selasa (10/9/2024) hingga menjelang lengser 19 Oktober 2024, atau sekitar 40 hari.

Jokowi mengakhiri masa tugasnya sebagai kepala negara bersamaan dengan pelantikan Presiden-Wakil Presiden RI 2024-2029, Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka.

“Rencana beliau berkantor itu sampai tanggal 19 (Oktober), kemungkinan dari tanggal 10 (September)-19 (Oktober),” kata Heru di kawasan Ragunan, Jakarta Selatan, Jumat (6/9/2024).

Dia juga menjelaskan, pegawai Sekretariat Negara sudah berkantor di IKN mendahului presiden. “Intinya, Setneg yang bertugas sudah di sana sejak kemarin,” ucap Heru.

Ini adalah aktivitas berkantor kedua di IKN yang dilakukan Jokowi. Pada 28 Juli 2024, Jokowi sudah menjalankan aktivitasnya di IKN. Dia juga mengajak sejumlah pemengaruh untuk melihat perkembangan IKN.

Namun, kala itu Jokowi menyebut aktivitas kantor itu kurang lebih adalah berkantor versi ringan saja, atau ‘soft ngantor’ menurut istilah Jokowi.

Saat itu, dia mengadakan rapat dengan otorita IKN, gubernur, bupati di sekitar IKN dan mengajak para influencer melihat perkembangan pembangunan di IKN.

Bagaimana Kesiapan Fasilitas di IKN?

Rencana presiden berkantor di IKN menjelang pensiun ini tak urung menyisakan pertanyaan menggelitik. Pasalnya, sebelumnya Jokowi menyatakan bahwa IKN belum siap untuk aktivitas pemerintahan.

Jokowi menjelaskan kenapa aparatur sipil negara (ASN) batal pindah ke Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur pada September 2024. Jokowi menyebut ada sejumlah fasilitas di IKN yang belum rampung.

“Ya semuanya kan di lihat fasilitas-fasilitas yang ada sudah siap belum. Memang sebagian sudah siap, tapi sebagian juga belum,” kata Jokowi kepada wartawan di Flyover Djuanda, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Jumat (6/9/2024).

Dia mengatakan pemindahan ASN ke IKN menunggu sejumlah fasilitas-fasilitas selesai dibangun. Kendati begitu, Jokowi menuturkan dirinya akan berkunjung ke IKN untuk memastikan pembangunan selesai sesuai target.

“Saya kira kita pindah itu kalau betul-betul siap, termasuk saya ini juga sama. Pindah betul-betul memang harus siap betul. Tapi akan kita terus berkunjung ke sana, tiga hari, empat hari, untuk terus mengkonsolidasi dengan Pak Kepala OIKN agar apa yang sudah kita rencanakan sesuai dengan target yang ditentukan,” jelasnya.

Jokowi menekankan IKN merupakan pekerjaan yang sangat besar dan tidak gampang. Dia menyebut rumah, apartemen, air, hingga listrik di IKN harus dipastikan siap sebelum memindahkan masyarakat.

“Jadi tidak segampang yang kita bayangkan pindah, langsung pindah, karena menyangkut pindah apakah rumahnya siap, apakah apartemennya siap. Kalau apartemennya siap apakah airnya juga siap, listriknya juga siap, semuanya ini perlu,” tutur Jokowi.

“Ini kan kita membangun sebuah ekosistem besar, di mana nanti kita harapkan nanti betul betul interaksi di antara masyarakat di antara warga yang tinggal di IKN betul-betul sebuah komunitas yang hidup, naik dari sisi ekonomi, sosial, budaya dan lain-lain,” sambungnya.

Jokowi tak dapat memastikan kapan ASN akan pindah ke IKN. Dia meminta agar hal tersebut ditanyakan kepada Plt Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono. “Ditanyakan seperti itu, kalau hal-hal teknis ke Kepala OIKN,” ucap Jokowi.

PUPR Kebut Fasilitas Penunjang IKN

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pun terus mengebut penyelesaian sejumlah fasilitas penunjang di IKN. Salah satu proyek yang dikebut adalah Bandara IKN.

Ketua Satgas Pelaksanaan Pembangunan IKN Kementerian PUPR, Danis Sumadilaga mengatakan, landasan pacu tahap 1 di Bandara IKN, yang sepanjang 2.200 meter, segera rampung. “Insya Allah Senin atau Selasa ini bisa diselesaikan. Mudah-mudahan,” ungkapnya, Minggu (8/9/2024).

Begitu rampung, kata Danis, landasan pacu di IKN langsung bisa digunakan untuk lepas landas maupun mendaratkan pesawat. Dengan begitu, kedatangan Presiden dan tamu negara ke IKN lebih mudah. Tidak perlu mondar-mandir ke Balikpapan lewat jalur darat.

Selain menyiapkan bandara, Kementerian PUPR telah memastikan kebutuhan dasar Jokowi selama berkantor di IKN dapat terpenuhi. Seperti ketersediaan air bersih di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN.

Danis menegaskan, ketika Jokowi berkantor di IKN, air bersih yang mengalir ke KIPP sudah bisa langsung diminum dari keran. Soal kualitasnya tak perlu diragukan, karena telah dicek langsung oleh Sucofindo, dan mendapat sertifikat sebagai bukti air bersih aman untuk dikonsumsi secara langsung.

Dia menerangkan, sertifikat tersebut didapat setelah melalui serangkaian uji klinis. Mulai dari kandungan biologis, kimia, dan mineral di dalam air, hingga bentuk fisiknya. “Pokoknya semua sudah sesuai standar yang ada,” imbuhnya.

Menteri Menginap di Hotel
Soal tempat menginap, Danis menyebut, Kantor Presiden telah disiapkan sebagai tempat persinggahan Jokowi seperti waktu-waktu sebelumnya saat ngantor di IKN. Penginapan untuk para menteri atau tamu negara yang bakal hadir di IKN juga sudah disiapkan.

Khusus menteri, bisa menempati rumah jabatannya yang kini sudah ada 14 unit. Dalam waktu dekat juga akan ada tambahan 6 unit baru. Targetnya adalah 36 rumah rampung di akhir tahun.

Kalau belum cukup, para pejabat negara bisa singgah di Hotel Nusantara, yang berkapasitas 200 kamar, atau diarahkan ke hotel yang ada di Balikpapan, Kalimantan Timur. Sebab, untuk ke Balikpapan juga gambang, karena sudah tersedia akses jalan tol.

“Waktunya juga kan cuma sejam sampai kalau lewat tol,” ucap Danis.

Molor

Sebelumnya, Jokowi rencananya berkantor di Ibu Kota Nusantara (IKN) pada Juli 2024. Namun, rencana itu mesti ditunda karena presiden masih menunggu fasilitas pendukung, seperti air dan listrik.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menyatakan, bahwa Presiden Jokowi tidak pernah mengatakan batal berkantor di IKN Juli ini. Menurutnya, Jokowi hanya mempertanyakan kesiapan air dan listrik.

“Cuma bilang sudah belum. Sudah? Belum? Sudah? Belum? Gitu aja kan,” kata Basuki di kompleks Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (10/7/2024).

Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) juga mengungkapkan kemungkinan gelombang pertama ASN yang pindah ke Nusantara, Kalimantan Timur, pada September tahun 2024 ini.

“Bulan September nanti Insya Allah akan datang gelombang pertama dari saudara-saudara kita yang akan menjadi warga baru dari IKN. Jadi menjadi teman atau saudara baru dari ibu-bapak yang ada di Suko Mulyo. Saudara-saudara yang berasal dari Jakarta terutama aparatur sipil negara (ASN) yang datang sendiri ataupun membawa keluarganya,” ujar Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam OIKN Myrna Asnawati Safitri dalam peluncuran kemitraan Pembangunan Ruang Hijau Taman Buah Puspantara Ibu Kota Nusantara di Desa Suko Mulyo Kecamatan Sepaku Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Taj Yasin Maimoen Siapkan Rahasia Khusus untuk Hadapi Debat Kedua Pilgub Jateng

Jawa Tengah tengah dipanaskan dengan persiapan ketat dari para...

Pilkada Banjarbaru, Petahana Terancam Diskualifikasi Gara-Gara Hal Ini

Tensi Pilkada Kota Banjarbaru 2024 memuncak dengan isu diskualifikasi...

Cerita Felicia Reporter tvOne Selamat dari Kecelakaan Maut di Tol Pemalang

Mobil yang membawa lima kru tvOne ditabrak oleh sebuah...

Momen Seru dari Debat Pilkada Jateng: Ubah Air Asin, Teknologi Satelit hingga Cagub Salah Sebut Wakilnya

Dalam debat perdana Pilkada Jawa Tengah yang digelar pada...