Kasus pembunuhan gadis penjual gorengan berinisial NKS (18) di Padang Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar) masih terus diselidiki. Polisi telah menetapkan IS (26) sebagai tersangka.
“Setelah kami lakukan penyelidikan intensif dan berdasarkan keterangan saksi-saksi, fakta-fakta di lapangan, terduga pelaku berinisial IS sudah bisa kami tetapkan sebagai tersangka,” kata Kasat Reskrim Polres Padang Pariaman, Iptu AA Reggy, Selasa (17/9/2024).
Polisi membenarkan bahwa IS adalah residivis kasus pencabulan. Namun hingga hari ini, Kamis (19/9/2024) polisi belum berhasil menangkap tersangka. Status tersangka saat ini masih buronan, tapi polisi belum memasukkan IS ke dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).
“Kami melakukan penyelidikan dan pencarian bersama masyarakat, telah menemukan sebuah tas yang patut diduga kuat adalah milik tersangka. Dan hal tersebut juga sudah kami pastikan dengan keterangan saksi-saksi, bahwa tas yang kami temukan adalah milik tersangka,” katanya.
Salah satu penyebab tersangka sulit ditemukan ialah IS diduga memahami area pelarian mengingat dia seorang warga lokal. Tersangka IS adalah warga kampung tetangga korban, tepatnya di Kampung Korong Pasa Surau, Juha Guguak, Kecamatan 2×11 Kayu Tanam.
“Kendalanya adalah tersangka warga sekitar, sehingga sedikit banyaknya mengetahui medan,” imbuh Reggy.
Warga Ikut Mencari Tersangka IS
Kendati demikian, polisi terus melakukan pencarian dengan bantuan anjing pelacak hingga drone. Proses pencarian juga dibantu oleh masyarakat yang tergerak hatinya karena merasakan kesedihan yang dialami keluarga NKS.
“Keterlibatan warga dalam mencari tersangka sesuatu yang tak bisa dibendung. Warga sangat antusias ingin segera pelaku ditangkap dan dihukum sesuai undang-undang berlaku,” Kapolres Padang Pariaman AKBP Ahmad Faisol Amir, Rabu (18/9/2024) malam.
Seandainya IS mengetahui banyak jalan pintas, tapi polisi memastikan tersangka tidak bisa kabur ke luar daerah karena jalur-jalur pintasan juga sudah dikoordinasikan dengan seluruh polres.
Ke mana pun tersangka pergi, Faisol menegaskan polisi akan terus melakukan pencarian. “Intinya setiap hari kita bersama akan melakukan pencarian hingga tersangka ditemukan. Kemana pun akan kita cari,” kata Faisol Amir.
“Untuk itu kami mohon kepada warga apabila melihat tersangka dengan ciri-ciri yang telah disebarluaskan segera melapor ke pihak kepolisian,” pintanya.
Terpisah, Wali Nagari Guguak, Kayu Tanam, Pariaman, Ahmad Yuni Kamil telah menginstruksikan masyarakatnya membantu proses pencarian tersangka pembunuhan IS, bahkan para pemuda pun dilibatkan.
“Kita instruksikan kepada pemuda-pemudi untuk bisa lebih mengaktifkan pos kamling termasuk persimpangan yang ada di kampung,” kata Ahmad, Kamis (19/9/2024).
Kronologi Tewasnya NKS
Jumat, 6 September 2024, NKS seperti biasa menyiapkan barang-barang dagangannya. Sore harinya, ia berangkat jualan gorengan dengan mengenakan baju dan celana hitam meski harus diguyur hujan.
Tak biasanya, NKS hingga Jumat malam belum juga pulang ke rumah. Orang tuanya mulai panik. Akhirnya keluarga NKS berinisiatif mencari gadis berusia 18 tahun itu ke tempat jualan biasa. Menurut orang-orang yang ditanya, NKS sudah selesai berjualan sejak pukul 16.00 WIB.
Seiring menyebarnya kabar NKS hilang dari mulut ke mulut, warga ikut mencari keberadaan gadis pekerja keras itu. Namun, usahanya tak membuahkan hasil hingga tengah malam.
Keesokan harinya, Sabtu 7 September 2024, pencarian NKS dibantu oleh tim Search and Rescue (SAR). Namun, upaya pencarian masih nihil. NKS tak kunjung ditemukan.
Pada Minggu, 8 September 2024, NKS ditemukan dalam kondisi yang mengenaskan di sebuah tempat yang berjarak 500 meter dari rumahnya yang berada di Korong Pasar Surau, Nagari Guguak, Kecamatan 2×11, Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman.
Gadis yang akan masuk kuliah bulan ini itu tewas terkubur tanpa busana. Keluarga merasa terpukul dan kehilangan dengan wanita yang pintar, rajin, dan gigih dalam memperjuangkan mimpinya.
Penulis: Mustami


