PHK di Usia Paruh Baya dan 85 Juta Pekerjaan yang Hilang

Date:

Bagi Sebagian pekerja di-PHK adalah mimpi buruk, bagi sebagian yang lain bisa jadi kiamat kecil malah. Termasuk saya beberapa waktu lalu.

Meskipun tanda-tanda PHK itu telah muncul enam bulan sebelumnya, tetap saja banyak karyawan yang tidak siap menerimanya. Meskipun mereka memperoleh hak-hak penuh yang harus ia terima dari manajemen perusahaan.

Tetap saja kebanyakan dari mereka mempunyai tantangan serius yang harus dihadapi. Apalagi yang menjadi korban adalah orang-orang usia paruh baya. Keadaan menjadi lebih rumit. Karena mereka harus membiayai keluarganya, bahkan keluarga orangtuanya.

Saya tidak sendiri. Di luar sana banyak sekali karyawan dari berbagai bidang usaha yang juga mengalami PHK. Sejak Januari sampai Juni 2024, sebanyak 27.915 pekerja di berbagai bidang usaha telah telah di-PHK. Jawa Barat dan Jawa Tengah menjadi provinsi dengan jumlah karyawan ang di-PHK terbanyak.

Dan seperti prediksi Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauziyah, PHK massal akan terus berlanjut di tahun 2024 ini. Di-PHK artinya kehilangan pendapatan bulanan sekaligus eksistensi diri dan masalah lain yang perlu segera dicarikan solusi. Karena sangat memberikan pengaruh yang sangat signifikan bagi penerima PHK.

Dan hal ini diperparah dengan adanya perkembangan teknologi AI (Artificial intelligence). Menurut Presiden Jokowi, tahun depan sebanyak 85 juta pekerjaan akan hilang digantikan AI. Kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan kian sempit.

Efek Buruk PHK pada Korban 

Seseorang yang di-PHK akan mendapat efek buruk pada kesehatan mental dan kesejahteraan emosional.  Mereka lebih mudah depresi dan stres. Bahkan efek terburuknya para korban PHK melakukan bunuh diri.

Beberapa waktu lalu terdapat kasus bunuh diri karyawan akibat depresi setelah mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK).

Salah satunya terjadi di Serang, Banten. Seorang pria (45 tahun) warga Kampung Kapol Desa Katulisan Kecamatan Cikeusal Kabupaten Serang, Banten ditemukan tewas gantung diri di rumahnya. Polisi menduga, korban melakukan bunuh diri karena depresi usai di-PHK dari tempat kerjanya di Tangerang.

Dampak PHK memang tragis. Namun meski tak setragis yang dialami warga Katulisan tersebut, stress dan depresi yang berkepanjangan juga berdampak buruk pada Kesehatan fisik.

Kehilangan pekerjaan juga bisa meruntuhkan harga diri dan keberadaan seseorang. Karena bagi banyak orang pekerjaan sering kali menjadi bagian penting dari identitas diri, terutama di usia paruh baya. Apalagi jika tempat kerjanya bonafid dan terkenal. Bisa dipakai buat bahan flexing di media sosial.

Dan yang lebih fatal adalah tidak adanya pemasukan setiap bulan. Ketidakstabilan finansial ini amat sangat berpengaruh pada mood dan kesehatan emosi seluruh keluarga ( jika sudah berkeluarga). Karena harus menanggung biaya kehidupan sehari-hari, pendidikan anak, cicilan-cicilan, tagihan asuransi, telepon, listrik, arisan, layanan internet, aplikasi, iuran RT, sampah, keamanan, donasi, kesehatan, rekreasi, transportasi dan lainnya.

Setting Ulang Rencana

Jika tidak ada income lagi, rencana-rencana yang pernah disusun mau tidak mau harus disetting ulang. Gaya hidup harus diubah total. Mengevaluasi mana kebutuhan yang lebih mendesak dan mana kebutuhan yang perlu dicoret atau ditunda sampai kondisi stabil lagi.

Misalnya dengan pindah ke rumah yang lebih kecil, memulai gaya hidup hijau yang lebih hemat dengan thrifting. Menahan diri untuk tidak belanja atau hal lain demi mengikuti tren atau demi konten.

Andai gaya hidup tak berubah akibatnya fatal. Ketegangan dalam keluarga akan muncul. Tak ada pemasukan bisa memicu konflik rumah tangga. Beruntung kalau masih punya tabungan yang cukup untuk bertahan sampai minimal 6 bulan ke depan.

Berdasarkan data dari Pengadilan Agama Kabupaten Kediri, Jawa Timur hingga Juni 2024 terdapat total 1.471 kasus perceraian. Penyebabnya? Karena alasan ekonomi. Meski tak disebutkan secara eksplisit karena alasan PHK.

Di tempat lain juga mirip. Misalnya di Jakarta Barat. Pengadilan agama setempat mencatat jumlah kasus perceraian di wilayah ini mencapai 1.943 orang sejak Januari sampai dengan Juni 2024.

Mayoritas alasan para istri menggugat cerai suaminya adalah karena permasalahan ekonomi juga. Korban PHK buat usia paruh baya bisa mengganggu rencana pensiun (dini). Karena kehilangan pekerjaan, memaksa mereka untuk menarik tabungan untuk menutupi kebutuhannya.

Memang masih ada peluang untuk bangkit dan berkembang. Bisa dimulai dengan membangun bisnis (baca: jualan) sendiri sesuai hobi.

Mencoba Hal Baru

Saya sendiri setelah di-PHK mencoba membangun bisnis dengan jualan di lapak online di salah satu platform ecommerce. Satu pengalaman baru, karena semua dikerjakan sendiri, mulai dari memilih  dan belanja bahan baku, mendesain, membuat detail hingga menjualnya langsung ke konsumen.

Syok, ternyata perilaku pembeli tidak seperti yang diduga. Salah satunya pembeli yang kebetulan perempuan. Sebelum memutuskan membeli barang yang dipilihnya, dia bertanya-tanya. Sampai di sini semuanya wajar dan biasa saja.

Namun lama-lama pertanyaanya seperti wartawan investigasi, durasinya lama dan pertanyaanya makin detail. Penasaran endingnya seperti apa?  Dia mau minta izin suami dulu sebelum membeli.

Dia tidak sendiri, ada pembeli yang tak kalah unik, sudah bayar, barang dikirim, usai diterima, barang dibalikin dengan 1001 alasan. Lebih celaka, barang yang dibalikin adalah sampah. Penipuan online adalah juga tantangan yang harus dihadapi.

Banyak calon pembeli yang hanya sekadar impulsif saja bertanya atau ada alasan lain. Yang jelas calon pembeli yang cerewet mayoritas batal melakukan transaksi.

Sebagai pemula, berat memang bersaing dengan brand-brand yang sudah mapan dan dikenal publik.  Perlu tenaga, mental dan modal yang stabil untuk bisa bisnis berjalan dan tumbuh.

Pilihan lain adalah mencari atau melamar kerja tempat baru yang masih satu bidang usaha, atau bisa juga mencoba-coba di bidang yang sama sekali baru, konsekuensinya karir yang dibangun selama ini terhenti.

Diskriminasi Lowongan Kerja

Untuk bersaing dengan yang lebih muda, bisa jadi agak sulit. Karena paruh baya akan menghadapi diskriminasi saat melamar pekerjaan baru. Sudah menjadi  tradisi  syarat yang tercantum di lowongan kerja biasanya membatasi usia, bahkan yang lebih ekstremnya harus camera face, penampilan menarik, tidak bertato, bisa multi tasking, mampu bekerja di bawah tekanan, tak jarang melakukan body shaming dengan mensyaratkan tinggi badan sekian centi meter,  status perkawinan lajang dan hal lain yang taka da hubungannya dengan kompetensinya.

Andai diterima pun, harus beradaptasi dengan lingkungan dan budaya perusahaan baru. Harus bisa berubah!

Ada beragam alasan kenapa sebuah perusahaan terpaksa mengurangi jumlah karyawannya. Salah satunya adalah alasan  politis . Bisa karena perbedaan visi misi, gagal beradaptasi dengan budaya kantor atau semata-mata karena tidak disukai saja.

Alasan lainnya bisa datang dari faktor eksternal. Misalnya permintaan pasar yang turun karena perubahan tren perilaku konsumen, kalah bersaing atau karena memang ekonomi sedang tidak baik-baik saja.

Kedua karena perampingan organisasi untuk menekan biaya operasional dengan cara penggabungan divisi atau menghapus posisi yang dianggap tak dibutuhkan lagi. Apalagi di era AI sekarang ini.

Agar para korban PHK usia paruh baya tetap bisa bertahan melanjutkan hidup, perlu kesadaran mengelola keuangan dengan baik. Banyak pekerja yang tidak memahami bagaimana membuat perencanaan keuangan yang sesuai nasihat ahli financial planner. Harus bisa menabung tiap bulan dan investasi.

Terus Belajar Hal Baru

Selama masih menjadi karyawan, sebaiknya tetap belajar, mengembangkan ketrampilan baru yang kekinian dengan mengikuti pelatihan dan sertifikasi. Membangun networking, bisa melalui aplikasi atau pertemanan offline. Jika jaringan kuat, peluang baru akan selalu muncul, asal image kita positif.

Dan tentu saja selalu berusaha meningkatkan kesehatan mental dan psikis. Dengan kedua modal tersebut kita bisa tetap berkarya di mana saja.

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Taj Yasin Maimoen Siapkan Rahasia Khusus untuk Hadapi Debat Kedua Pilgub Jateng

Jawa Tengah tengah dipanaskan dengan persiapan ketat dari para...

Pilkada Banjarbaru, Petahana Terancam Diskualifikasi Gara-Gara Hal Ini

Tensi Pilkada Kota Banjarbaru 2024 memuncak dengan isu diskualifikasi...

Cerita Felicia Reporter tvOne Selamat dari Kecelakaan Maut di Tol Pemalang

Mobil yang membawa lima kru tvOne ditabrak oleh sebuah...

Momen Seru dari Debat Pilkada Jateng: Ubah Air Asin, Teknologi Satelit hingga Cagub Salah Sebut Wakilnya

Dalam debat perdana Pilkada Jawa Tengah yang digelar pada...