Wilayah Bali kembali diguncang gempa bumi. Berdasarkan laporan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), lindu yang menggetarkan Pulau Dewata pada Sabtu (21/9/2024) pagi terjadi dua kali dengan kekuatan magnitudo 4,8 dan 2,7.
Pusat gempa yang berkekuatan magnitudo 4,8 berada di darat 3 km baratdaya Gianyar dengan kedalaman 22 km. Getaran gempa dirasakan di wilayah Gianyar, Badung, Denpasar, Tabanan, Karangasem, Bangli, Buleleng, Mataram, hingga Lombok Barat.
Gempa kedua dengan magnitudo 2,7 terjadi 15 menit setelah lindu pertama menggetarkan Pulau Dewata pukul 06.26.20 WIB. BMKG menyebut pusat gempa kedua ini berada 5 km Barat Daya Gianyar dengan kedalaman 29 km.
Dalam tiga minggu terakhir, setidaknya wilayah Bali diguncang gempa bumi sebanyak empat kali. Dua peristiwa lindu lainnya terjadi pada Sabtu (7/9/2024) berkekuatan magnitudo 4,9. Gempa berikutnya terjadi tepat satu pekan setelahnya, Sabtu (14/9/2024) dengan magnitudo 4,4.
Terlepas dari kejadian gempa bumi yang mengguncang Bali dan sekitarnya, lindu juga terjadi sering terjadi di beberapa daerah di Indonesia. Salah satunya yang tidak lama terjadi adalah gempa di Bandung dan Garut dengan magnitudo 4,9 akibat sesar Garsela.
Salah satu alasan wilayah Indonesia sering dilanda gempa bumi karena dilalui oleh jalur pertemuan 3 lempeng tektonik, yaitu lempeng Indo-Australia, lempeng Eurasia, dan lempeng Pasifik.
Mitigasi Bencana Gempa Bumi
Peristiwa gempa bumi bisa terjadi kapan saja. Mengutip laman bpbd.klaten.go.id, berikut langkah mitigasi yang harus dilakukan baik sebelum, saat, dan pascabencana gempa bumi.
Pra Bencana
- Menyiapkan rencana untuk penyelamatan diri apabila gempa bumi terjadi;
- Melakukan latihan yang dapat bermanfaat dalam menghadapi reruntuhan saat gempa bumi, seperti merunduk, perlindungan terhadap kepala, berpegangan ataupun dengan bersembunyi di bawah meja;
- Menyiapkan alat pemadam kebakaran, alat keselamatan standar, dan persediaan obat-obatan; dan
- Membangun konstruksi rumah tahan terhadap goncangan gempa bumi dengan fondasi yang kuat.
Saat Bencana
- Berlindung di bawah meja untuk menghindari dari benda-benda yang mungkin jatuh dan jendela kaca;
- Tetap lindungi kepala dan segera menuju ke lapangan terbuka;
- Hindari menggunakan lift dan eskalator, gunakan tangga darurat;
- Jangan berdiri dekat tiang, pohon/ sumber listrik/ gedung yang mungkin roboh; dan
- Kenali bagian bangunan yang memiliki struktur kuat, seperti pada sudut bangunan.
Pasca Bencana
- Tetap waspada terhadap gempa bumi susulan;
- Periksa keberadaan api dan potensi terjadinya bencana kebakaran;
- Berdirilah di tempat terbuka jauh dari gedung dan instalasi listrik dan air; dan
- Apabila di luar bangunan dengan tebing di sekeliling, hindari daerah yang rawan longsor;
Setelah gempa bumi terjadi, pastikan beberapa langkah berikut.
- Bangunan yang terdampak aman untuk diakses/ dihuni;
- Apabila ingin mendirikan tenda keluarga di sekitar rumah, hindari potensi tertimpa bangunan;
- Pastikan informasi dari sumber resmi dari BNPB, BMKG, ataupun BPBD; dan
- Jangan terpancing isu hoaks maupun meneruskannya ke orang lain.
Penulis: Mustami


