Sebanyak tujuh jenazah ditemukan di Kali Bekasi, kawasan Perumahan Pondok Gede Permai (PGP), Jatiasih, Kota Bekasi, Minggu (22/9/2024). Perlahan kronologi tragedi maut di Kali Bekasi terungkap dari penuturan korban selamat.
Salah satunya adalah Joko (bukan nama sebenarnya-red). Joko adalah salah satu dari puluhan remaja yang hendak tawuran dan berkumpul di sebuah gubuk tak terpakai.
Gubuk tersebut berlokasi di depan Gudang Semen Merah Putih Jatiasih, Jalan Satopati, RT 05/RW 04, Bojong Menteng, Rawalumbu, Kota Bekasi, Jawa Barat.
Joko menjadi salah satu remaja yang apes tapi beruntung. Dibilang apes karena di menjadi salah satu dari belasan remaja yang tercebur ke Kali Bekasi. Disebut beruntung karena dia selamat dari tragedi dinihari mencekam di Kali Bekasi.
Joko bercerita, dia tercebur ke Kali Bekasi sesaat setelah Tim Patroli Perintis Presisi Polres Metro Bekasi Kota membubarkan dia dan 59 remaja lainnya dari sebuah gubuk pada Sabtu dini hari sekitar pukul 03.00 WIB.
Tercebur karena Panik

Setelah 15 menit berada di depan gubuk, tiba-tiba salah satu remaja berteriak, “Perintis! Perintis! Perintis!”
Tim Patroli Perintis Presisi Polres Metro Bekasi Kota dari arah Jalan Cipendawa Baru. Mendengar teriakan tersebut, Joko seketika panik dan berusaha melarikan diri, meninggalkan motornya yang terparkir.
Lari gulung kuming, Joko lari sembarangan ke area belakang gubuk yang dipenuhi pohon pisang. Dalam kondisi gelap, dia dan remaja lain menerobos ilalang yang menghalangi pelarian mereka.
Lantas, terjadi dorong-mendorong di antara mereka karena masing-masing ingin segera melarikan diri. Sial bagi Joko, ia terpeleset dan terjatuh tepat ke Kali Bekasi.
“Karena gerabak-gerubuk dari belakang, (saya) jatuh. Iya, guling-guling. Iya (tercebur ke arah Kali Bekasi),” Joko menuturkan.
Tragedi Maut di Tengah Sungai

Menurut Joko, ada belasan remaja lain yang juga jatuh ke Kali Bekasi. Meskipun bisa berenang, dia merasa kesulitan karena beberapa remaja lainnya mencoba menarik bajunya sehingga membuatnya kelelahan.
“Kira-kira lima menit ada dah kayaknya (di Kali Bekasi). (Awalnya) masih ada pijakan. Pas di tengah-tengah, itu benar-benar dalam, sudah langsung dalam,” ujar Joko.
Ibunda Joko lebih gamblang menggambarkan situasi anaknya saat berada di tengah Kali Bekasi bersama sejumlah remaja lain.
“Makanya, dia untungnya bisa berenang. Tapi posisinya sudah susah sih (kalau berenang). Namanya ditarik-tarik, makanya dia capek banget katanya (pas berenang),” ucap ibunda Joko.
Singkat cerita Joko berhasil menyeberang dan selamat. Dia tak tahu ada teman-temannya yang malam itu tenggelam dan menemui ajal di tengah sungai.
Dia ditolong oleh salah satu anggota Tim Patroli Perintis Presisi Polres Metro Bekasi Kota usai dirinya dan belasan remaja lain tercebur ke Kali Bekasi, Jatiasih, Kota Bekasi, Jawa Barat, pada Sabtu (21/9/2024) dini hari.
Usai diselamatkan, Joko muntah-muntah lantaran tak sengaja meminum air kali saat berenang. “(Langsung) muntah (air) semua (saya). Di iniin (leher saya dipijat sama polisi) biar keluar airnya,” kata Joko di Kota Bekasi, Selasa (24/9/2024).
2 Jenazah Kali Bekasi berhasil Diidentifikasi

Rumah Sakit Polri Kramat Jati menyatakan dua dari tujuh jenazah yang ditemukan di Kali Bekasi, Jatiasih, Kota Bekasi pada Minggu (22/9) telah teridentifikasi.
Kepala Rumah Sakit RS Polri Kramat Jati Brigjen Pol. Prima Heru Yulijartono mengatakan, dua korban yakni Ahmad Davi dan Muhammad Rizki.
Muhammad Rizki (19) beralamat di Kampung Bojong Menteng RT01/RW01, Rawa Lumbu, Kabupaten Bekasi teridentifikasi berdasarkan gigi, sidik jari, medis dan properti.
Kemudian, jenazah kedua yang teridentifikasi atas nama Ahmad Davi (16) yang beralamat di Bantar Gebang Utara RT 02/RW 04, Bantar Gebang, Kota Bekasi teridentifikasi juga berdasarkan gigi, sidik jari, medis dan properti.
“Dua jenazah tersebut telah teridentifikasi dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian,” kata Prima.
Proses Identifikasi Jenazah Korban Kali Bekasi

Sementara itu, Polda Metro Jaya memastikan proses identifikasi tujuh jenazah yang ditemukan di Kali Bekasi dilakukan secara profesional, proporsional, dan manusiawi sebelum diserahkan kepada keluarga.
“Pendalaman peristiwa ini, kami bekerja sama dengan berbagai ahli, seperti Tim Disaster Victim Identification (DVI), RS Polri, RSCM – Fakultas Kedokteran UI, Puslabfor Bareskrim Polri, Pusinafis Bareskrim Polri, dan Pusdokkes Polri,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Ade Ary Syam Indradi dalam keterangannya.
Ade Ary menjelaskan kerja sama tersebut bertujuan untuk mengumpulkan data antemortem dari keluarga korban, yang meliputi data primer (gigi, sidik jari, DNA) dan data sekunder (pakaian terakhir yang digunakan korban, tanda lahir, tato, dan lain-lain).


