Mantan Pemain Timnas Indonesia U-20 Ditangkap dalam Kasus Korupsi Proyek UIN Sumut

Date:

Dunia sepak bola Indonesia kembali diramaikan dengan kabar kurang mengenakkan. Irfan Raditya, mantan pemain Tim Nasional U-20 Indonesia tahun 2005, ditangkap dalam dugaan kasus korupsi terkait proyek rehabilitasi tembok pagar di Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU).

Data yang dihimpun Iddb.id, penangkapan ini dilakukan oleh Tim Cabang Kejaksaan Negeri (Cabjari) Deli Serdang di Pancur Batu, yang berlangsung di kediamannya di Kota Tangerang, Banten.

Kepala Cabjari Deli Serdang di Pancur Batu, Yus Iman Mawardin Harefa, menjelaskan bahwa penangkapan Irfan, yang juga dikenal sebagai mantan pemain Arema FC dan PSDS Deli Serdang, merupakan hasil kolaborasi dengan Tim Intelijen Kejaksaan Negeri Tangerang Selatan.

“Kami berhasil mengamankan penyedia pekerjaan pembuatan gapura UIN Sumut atas nama IR. Penangkapan ini dilakukan setelah serangkaian pemeriksaan sebagai saksi,” ungkap Yus dalam keterangan pers, Jumat sore.

Irfan ditangkap saat tengah bersantai di rumahnya. Dalam proses penangkapan, ia bersikap kooperatif dan tidak melakukan perlawanan. “Kami langsung membawanya ke Kejari Tangsel untuk pemeriksaan lebih lanjut,” tambah Yus.

Proyek Korupsi yang Merugikan Negara

Irfan Raditya bukanlah satu-satunya nama yang terlibat dalam skandal ini. Sebelumnya, lima orang lainnya telah ditetapkan sebagai tersangka dan kini tengah menjalani proses peradilan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) di Pengadilan Negeri Medan.

Mereka terdiri dari Zainul Fuad (57) selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Irwansyah (54) sebagai Agen Pengadaan Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa (UKPBJ), serta Surbakti (46) sebagai Konsultan Perencana dan Pengawas. Dua nama lainnya, Mulyadi (40) dan Muhammad Yusuf (39), juga terlibat sebagai pelaksana pekerjaan rehabilitasi dan konsultan pengawas.

Dalam kasus ini, jaksa penuntut umum mendakwa para tersangka telah melakukan tindakan korupsi secara bersama-sama, yang mengakibatkan kerugian negara mencapai lebih dari Rp795 juta. Penetapan Irfan sebagai tersangka ini menambah panjang daftar pelanggaran hukum dalam pengadaan proyek pemerintah yang sering kali melibatkan penyalahgunaan wewenang dan kolusi.

Mengapa Penangkapan Ini Penting?

Penangkapan Irfan Raditya bukan sekadar kasus korupsi biasa, ini mencerminkan betapa dalamnya masalah integritas dalam dunia olahraga dan pemerintahan. Mantan atlet yang seharusnya menjadi panutan, kini terlibat dalam tindakan yang merugikan banyak pihak, terutama generasi muda yang mengidolakan mereka.

Yus mengungkapkan, “Kita perlu menegakkan hukum agar semua orang, termasuk yang berasal dari dunia olahraga, memahami pentingnya integritas dan kejujuran.”

Lebih jauh, proses hukum terhadap Irfan dan lima terdakwa lainnya diharapkan dapat memberikan efek jera bagi pelaku lainnya yang berpikir untuk terlibat dalam praktik korupsi.

“Kejaksaan akan terus berupaya untuk memberantas korupsi di semua lini, termasuk di dunia olahraga,” tambah Yus.

Setelah ditangkap, Irfan langsung dibawa ke Medan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Penuntutan terhadapnya dilakukan setelah ia diketahui telah mangkir dari 10 panggilan pemeriksaan sebelumnya.

“Karena ketidakpatuhannya, kami terpaksa melakukan penjemputan paksa,” jelas Yus.

Kasus ini menciptakan dampak yang luas, baik dalam masyarakat maupun di kalangan penggemar sepak bola. Masyarakat berharap bahwa langkah tegas ini akan membawa perubahan positif dalam cara pengelolaan proyek pemerintah di masa mendatang.

Seiring dengan berjalannya proses hukum, perhatian kini tertuju pada sidang yang akan menentukan nasib para terdakwa, termasuk Irfan Raditya, di pengadilan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Taj Yasin Maimoen Siapkan Rahasia Khusus untuk Hadapi Debat Kedua Pilgub Jateng

Jawa Tengah tengah dipanaskan dengan persiapan ketat dari para...

Pilkada Banjarbaru, Petahana Terancam Diskualifikasi Gara-Gara Hal Ini

Tensi Pilkada Kota Banjarbaru 2024 memuncak dengan isu diskualifikasi...

Cerita Felicia Reporter tvOne Selamat dari Kecelakaan Maut di Tol Pemalang

Mobil yang membawa lima kru tvOne ditabrak oleh sebuah...

Momen Seru dari Debat Pilkada Jateng: Ubah Air Asin, Teknologi Satelit hingga Cagub Salah Sebut Wakilnya

Dalam debat perdana Pilkada Jawa Tengah yang digelar pada...