Netflix harus menelan pil pahit beberapa hari terakhir setelah para penggunanya ramai-ramai membatalkan langganan di platform streaming tersebut. Pembatalan langganan Netflix melonjak beberapa hari setelah salah satu pendirinya, Reed Hastings mendukung Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) Kamala Harris dan menyumbangkan jutaan dolar untuk kampanye kepresidenannya.
Melansir laman New York Post, Selasa (8/10/2024), platform streaming biasanya memiliki tingkat churn – atau tingkat pembatalan langganan – terendah di industrinya. Tapi tingkat churn Netflix meningkat hampir tiga kali lipat di AS setelah dukungan Hastings.
“Selamat untuk Kamala Harris, kini saatnya untuk menang.” tulis Hastings dalam sebuah postingan di X pada 22 Juli setelah Harris resmi menjadi calon presiden dari Partai Demokrat.
Lantas, ada laporan yang menyatakan Hastings mendonasikan uang senilai US$ 7 juta untuk komunitas anti-Donald Trump sebagai dukungannya untuk Harris. Para pendukung Trump tentu tak tinggal dia.
Para pendukung Trump lantas mematahkan donasi kampanye tersebut dengan mengajak masyarakat AS ramai-ramai memboikot Netflix. Tanpa bukti yang jelas, sejumlah pengguna online langsung mengklaim Netflix sendiri yang telah menyumbangkan jutaan dolar kepada Harris.
Pelanggan yang kecewa dengan dukungan tersebut lantas memposting foto akunnya yang dibatalkan secara daring dengan tagar #CancelNetflix. Tiga hari setelah donasi diumumkan (26/7/2024) lantas menjadi hari terburuk Netflix tahun ini, terkait tingginya angka pembatalan akun.
Jumlah para pelanggan di AS yang membatalkan langganan Netflix-nya tercatat mencapai sebesar 2,8 persen pada Juli. Lebih tinggi dari bulan lainnya sejak Februari.
Netflix tidak segera menanggapi permintaan komentar atas boikot yang tengah terjadi pada platformnya. Hingga saat ini memang tidak terlihat dampak jangka panjang yang besar dari pembatalan tersebut terhadap bisnis Netflix.
Tingkat pembatalan Netflix yang meroket merupakan salah satu korban politik terbaru yang menimpa perusahaan hiburan.
Para pelanggan Netflix juga diprediksi akan menghentikan akun mereka secara massal. Itu lantaran raksasa streaming tersebut menghentikan paket dasarnya – yang merupakan opsi bebas iklan dengan harga terendah – di bulan yang sama.
Penulis: Amelie Fabiola


