Artis Indonesia yang kini menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Verrel Bramasta angkat suara perihal tuduhan bermain Hp saat rapat di DPR.
Sebelumnya, Vereel sempat menjadi bulan-bulanan netizen usai fotonya main HP di sebuah rapat beredar di dunia maya. Banyak yang mengkritik Verrel lantaran main HP saat rapat.
Ramainya pembicaraan netizen itu lantas diangkat di sejumlah media. Serupa dengan perspektif netizen, media juga menyoroti perilaku Verrel yang main ponsel saat rapat berlangsung.
Soal ini, politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu bukan suara. Melalui akun Instagram terverifikasinya, Verrel balik mengkritik media yang menurutnya tidak melakukan konfirmasi terlebih dahulu atas tuduhan yang memojokkan dirinya.
Melalui video yang diunggahnya, Verrel juga mengajak publik dan media untuk lebih bijak dalam berdemokrasi.
“Saya sedih jika saya melihat komentar dan banyak sekali memojokkan masyarakat yang telah memilih saya,” ujarnya, dikutip dari video yang diunggah di @bramastavrl, Jumat (11/10/2024).
Ia berharap, media yang memberitakan dirinya melakukan triangulasi dan mempunyai prinsip jurnalisme yang berimbang.
Banjir Kritik Netizen
Verrell mengakui bahwa sorotan media dan masyarakat terhadap dirinya begitu besar. Ia menerima respons positif maupun kritik dari berbagai pihak.
“Ada yang mendukung, tapi juga ada yang mengkritik,” ujarnya.
Namun, aktor kelahiran 1996 itu menyayangkan pemberitaan yang menurutnya tidak akurat dan cenderung memojokkannya. Ia menggarisbawahi pentingnya klarifikasi sebelum berita dipublikasikan
“Ada media yang menaikkan berita tentang saya dengan tonasi yang memojokkan saya tanpa ada klarifikasi yang jelas terlebih dahulu,” kata anak artis yang juga politisi, Venna Melinda dan aktor Ivan Fadilla itu.
Sebelumnya, foto Verrel main ponsel beredar viral di berbagai linimassa. Tone negatif menyertai berbagai unggahan, yang sebagiannya bahkan sampai menyalahkan masyarakat yang memilih Verrel sebagai anggota DPR RI.
Verrel Singgung Etika Jurnalistik
Dalam unggahan video klarifikasinya, Verrell juga menyoroti praktik jurnalisme yang ia anggap mengabaikan etika demi engagement. Ia mempertanyakan apakah media saat ini hanya mengejar popularitas dan interaksi publik.
“Ke mana hukum jurnalisme yang mampu menyangkut dua sisi?” kata dia.
Verrell berharap media tetap memegang teguh prinsip-prinsip jurnalisme yang berimbang dan tidak terjebak dalam tren konten yang sensasional. Ia juga meminta agar media melakukan proses triangulasi dalam mengumpulkan informasi sebelum menyebarluaskan berita.
Klarifikasi Verrell Bramasta soal Tuduhan Main HP
Kader PAN ini juga angkat bicara soal video yang memperlihatkannya bermain ponsel dan kemudian viral di media sosial. Video tersebut awalnya diunggah oleh salah satu akun di X, memperlihatkan Verrell yang tampak asyik memainkan ponsel di tengah rapat DPR.
Namun, Verrell menegaskan bahwa momen tersebut terjadi saat pelatihan Lemhannas, bukan rapat DPR. “Itu adalah momen saat saya sedang meninjau ulang kembali materi yang sudah saya buat,” tuturnya.
Menurut Verrell, dalam era digital seperti sekarang, penggunaan gadget untuk keperluan kerja adalah hal yang wajar. Ia menyayangkan pemberitaan yang memutarbalikkan fakta, membuat seolah-olah ia bersikap tidak pantas dalam rapat DPR.
Verrell menegaskan, bullying dalam bentuk apapun tidak bisa ditoleransi. Ia berharap masyarakat lebih dewasa dalam berdemokrasi dan media lebih bertanggung jawab dalam menyebarkan informasi.


