Calon Gubernur Maluku Utara , Benny Laos meninggal dunia usai kapal yang ditumpanginya beserta tim kampanye meledak dan terbakar di di Pelabuhan regional Bobong, Desa Bobong, Kabupaten Pulau Taliabu, Sabtu (13/10/2024).
Kapolres Pulau Taliabu AKBP Totok Handoyo mengatakan insiden kebakaran bermula saat operator speedboat sedang melakukan pengisian bahan bakar. Tiba-tiba saja api menyambar dan membakar seluruh kendaraan tersebut.
“Paslon bersama rombongan sudah naik dan berada dalam speedboat dan saat itu sedang dilakukan pengisian BBM, saat pengisian BBM berlangsung terjadi ledakan disertai kobaran api,” kata Totok dalam keterangannya.
Dia menjelaskan, rombongan cagub-cawagub ini berencana melakukan kampanye di Desa Kawalo Kecamatan Taliabu Barat. Belum sempat jalan, speedboat tiba-tiba meledak.
Selain Benny Laos, empat orang lain yang meninggal dunia yakni anggota DPRD Malut Ester, Ketua DPW PPP Malut Mubin A. Wahid, anggota Polres Kepulauan Sula Bripka Hamdani Buamonabot, dan operator speedboat.
Sempat Dirawat di RS

Ketua Tim Pemenangan Benny Laos-Sarbin Sehe, Rahmi Husein, membenarkan jika Benny telah meninggal dunia.
“ Informasi yang kami dapat Pak Benny sudah meninggal dunia. Saat ini pihak keluarga dan tim sedang mengurus jenazah beliau,” kata Rahmi.
Benny meninggal dunia setelah mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit (RS) Bobong, Pulau Taliabu. Benny meninggal dunia pada pukul 17.20 WIT.
Tim medis di rumah sakit sebelumnya sempat memberikan pertolongan pompa jantung kepada Benny, namun tak ada respons. Benny meninggal akibat luka bakar dan menghirup gas bahan bakar saat peristiwa kebakaran itu terjadi.
Kepala UPTD Rumah Sakit Bobong, drg Cellia Octavia mengatakan, Benny meninggal dunia setelah mengalami Apnea E.C Drowning, Multiple vulnus burn injury, dan FR stibia fibula. Pihak rumah mengurus jenazah untuk dibawa pihak keluarga.
“Untuk selanjutnya nanti kami sampaikan lagi pernyataan resminya,” katanya.
Polisi Selidiki Penyebab Kecelakaan

Diketahui, speedboat bernama Bela 72 terbakar saat mengisi bahan bakar minyak di pelabuhan regional Bobong Desa Bobong, Pulau Taliabu, Maluku Utara, Sabtu, 12 Oktober 2024.
Kepolisian Daerah (Polda) Maluku Utara akan menerjunkan tim Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (INAFIS) untuk menyelidiki penyebab kecelakaan speedboat yang diduga milik Benny.
Kapolda Maluku Utara Inspektur Jenderal Midi Siswoko mengatakan, pengiriman tim INAFIS bertujuan untuk menyelidiki penyebab kecelakaan speedboat dengan pendekatan secara ilmiah.
Tim ini akan memeriksa secara teknis tempat kejadian perkara dan memeriksa semua bukti-bukti yang berhubungan dengan peristiwa tersebut.
“Pengiriman tim ini juga dalam rangka menjawab spekulasi yang tidak benar yang muncul dari insiden kecelakaan ini. Karena itu tim ini akan melakukan penyelidikan di lapangan,” ujarnya.
Menurut Midi, banyak informasi simpang siur terkait penyebab kecelakaan yang muncul di publik. Karena itu, pihaknya mengirimkan tim guna menyelidiki secara utuh.
“Dengan hasil penyelidikan ini kita akan bisa tahu penyebab kecelakaannya. Karena itu kita tunggu hasil penyelidikannya. Tim akan segera kami kirim ke lokasi,” ujar Midi.


