Presiden terpilih, Prabowo Subianto memanggil sebanyak 49 tokoh yang diduga kuat akan menjadi menteri, wakil menteri, kepala badan dan jabatan tinggi lainnya. Dari jumlah itu, setidaknya ada 17 menteri dari Kabinet Indonesia Maju Presiden Joko Widodo – Waki Presiden KH Ma’ruf Amin
Pemanggilan mereka memunculkan spekulasi terkait kans pengangkatan kembali mereka sebagai menteri di pemerintahan Prabowo-Gibran.
Sebab, sebelumnya Prabowo telah menyatakan akan mengajak sejumlah koleganya seasama menteri di Kabinet Jokowi menjadi menteri dalam pemerintahannya. Menurut Prabowo, mereka memang ahli dan kompeten di bidangnya.
Dia menegaskan pemilihan menteri didasarkan pada kemampuan, bukan latar belakang, sehingga ia akan memilih yang terbaik.
Lalu, siapa saja 17 menteri di era pemerintahan Jokowi yang dipanggil oleh Prabowo ? Berikut daftar nama dan jabatannya.
Daftar Menteri Jokowi yang Dipanggil Prabowo
1. Agus Harimurthi Yudhoyono (AHY) – Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)
2. Tito Karnavian – Menteri Dalam Negeri (Mendagri)
3. Zulkifli Hasan (Zulhas) – Menteri Perdagangan (Mendag)
4. Bahlil Lahadalia – Menteri ESDM
5. Pratikno – Menteri Sekretaris Negara
6. Dito Ariotedjo – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora)
7. Erick Thohir – Menteri BUMN
8. Budi Gunadi Sadikin – Menteri Kesehatan (Menkes)
9. Amran Sulaiman – Menteri Pertanian (Mentan)
10. Airlangga Hartarto – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian
11. Supratman Andi Agtas – Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham)
12. Sri Mulyani – Menteri Keuangan (Menkeu).
13. Rosan Roeslani – Menteri Investasi
14. Syaifullah Yusuf (Gus Ipul) – Menteri Sosial (Mensos)
15. Agus Gumiwang Kartasasmita – Menteri Perindustrian
16. Sakti Wahyu Trenggono – Menteri Kelautan dan Perikanan.
17. Budi Arie Setiadi – Menteri Komunikasi dan Informatika
Selain menteri dari era pemerintahan Jokowi, Prabowo juga memanggil wakil menteri, sekretaris jenderal di beberapa kementerian, dan penjabat gubernur. Berikut adalah daftar nama-nama mereka.
1. Raja Juli Antoni – Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang (Wamen ATR)
2. M. Herindra – Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan)
3. Donny Ermawan – Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan (Sekjen Kemenhan)
4. Budi Santoso – Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan (Sekjen Kemendag)
5. Komjen Agus Andrianto – Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri)
6. Ribka Haluk – Penjabat Gubernur Papua Tengah (Pj Gubernur).
Respons Jokowi
Presiden Joko Widodo menghargai langkah presiden terpilih Prabowo Subianto memanggil sejumlah calon menteri ke kediaman di Jl Kertanegara, Jakarta Selatan, kemarin. Jokowi menegaskan bahwa itu merupakan hak prerogatif Prabowo.
Kepala negara mengatakan bahwa ia menyerahkan kewenangan memilih calon menteri kepada Prabowo, termasuk potensi pembantunya di kabinet saat ini berlanjut ke pemerintahan yang akan datang.
“Itu juga saya kira melalui pertimbangan matang, melalui seleksi-seleksi, melalui pengalaman beliau bergaul dan berinteraksi selama 5 tahun. Dan memang hampir tim ekonomi yang ada. Ya itu yang namanya keberlanjutan,” kata Jokowi kepada awak media usai peresmian Gedung Pusat Aneuk Muda Aceh Unggul Hebat (Amanah) Creative Hub di Aceh Besar, Selasa, 15 Oktober 202.
Prabowo memanggil 49 calon menteri untuk datang ke kediamannya di Jalan Kertanegara Nomor 4, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Senin, 14 Oktober 2024. Kabinet yang bakal dibentuk Prabowo Subianto sebelumnya santer diisukan akan diisi dengan total 46 Kementerian. Sebanyak lima sampai enam di antaranya adalah Kementerian Koordinator.
Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani mengatakan menteri-menteri Jokowi kemungkinan akan dipilih dan masuk Kabinet Prabowo karena mereka kompatibel dan cukup baik. Muzani mengatakan ada peluang menteri yang sekarang duduk di kabinet Jokowi mengisi pos yang sama.
“Nanti dicek saja nama menteri-menteri yang sekarang duduk sebagai menteri, kemudian duduk lagi jadi menteri,” kata Muzani, yang juga Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat, usai bertemu Jokowi bersama pimpinan MPR di Istana Merdeka pada Senin, 14 Oktober 2024.


