Alumni UI Keluarkan Petisi, Minta Pemberian Gelar Doktor ke Bahlil Lahadalia Diinvestigasi

Date:

Gelar doktor yang diperoleh Menteri Energi dan Sumber Daya Minal (ESDM), Bahlil Lahadalia dari Universitas Indonesia menulai polemik. Terbaru, muncul petisi mengatasnamakan alumni UI di Change.org dengan judul ‘Tolak Komersialisasi Gelar Doktor , Pertahankan Integritas Akademik’.

Dalam petisi tersebut, pembuat petisi menduga ada praktik komersialisasi dalam proses studi doktoral Bahlil di UI. Hal itu bisa dilihat dari kemudahan dan kecepatan studi yang tak lazim.

Berikut bunyi petisi tersebut, mengutip laman Change.org, Jumat (18/10/2024).

Kami para alumni Universitas Indonesia merasa prihatin dan keberatan atas dugaan praktik komersialisasi dalam proses penyelesaian studi doktoral di perguruan tinggi dalam hal ini studi doktoral yang di berikan kepada saudara Bahlil lahadalia Kemudahan dan kecepatan yang berlebihan dalam meraih gelar doktor tanpa melalui proses penelitian yang mendalam dan memenuhi standar akademik yang ketat, telah mengikis nilai prestise dan kredibilitas gelar doktor itu sendiri.

Menurut kami komersialisasi gelar doktor, seperti penurunan kualitas penelitian, devaluasi gelar doktor di mata masyarakat internasional, dan ketidakadilan bagi mahasiswa yang menjalani proses yang sama.

Tuntutan:

1. Kami mendesak dibentuknya tim independen untuk melakukan investigasi menyeluruh terhadap dugaan praktik komersialisasi dalam proses penyelesaian studi doktoral saudara Bahlil lahadalia

2. Mencabut gelar doktor bilamana proses pemberian gelar tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

3. Meningkatkan pengawasan terhadap pelaksanaan proses penyelesaian studi doktoral oleh lembaga akreditasi dan pihak terkait lainnya.

4. Meminta Rektorat Universitas Indonesia untuk mempublikasikan secara transparan seluruh informasi terkait persyaratan, prosedur, dan biaya yang terkait dengan proses penyelesaian studi doktoral saudara Bahlil lahadalia,”.

Keprihatinan Warganet

Pantauan Iddb.id hingga Jumat siang pukul 10.45 WIB, petisi ini telah didukung dan ditandatangani oleh 2.000 orang lebih.

Usai menandatangani, sejumlah warganet juga memberikan alasan menandatangani petisi ini. Sebagian besar mengkritik pemberian gelar yang terkesan begitu cepat itu.

“Gelar ini hanya dilayakkan bagi mereka yang kuliah….bukan untuk diumbar,” tulis @Tika B Argeswara.

“Saya tidak twrima almamater saya jadi direndahkan karena hasrat satu orang,” tulis penandatangan lainnya, @zaima mufaniri.

“Saya menandatangani petisi ini karena saya alumni UI dan malu UI telah memfasilitasi hal ini sampai terjadi,” kata @Daniel Tangkilisan, dikutip dari Change.org.

Massifnya petisi ini juga disokong oleh berbagai linimassa yang membagikan tautannya.

Jalur Cepat Gelar Doktor Bahlil Lahadalia

Seperti diwartakan sebelumnya, Bahlil Lahadalia, baru saja meraih gelar Doktor dari Sekolah Kajian Stratejik dan Global Universitas Indonesia. Bahlil mendapatkan gelar pendidikan tertinggi tersebut hanya kurang dari dua tahun.

Bahlil sebagai promovendusakan mempertanggungjawabkan disertasi yang diteliti dan ditulisnya dengan judul ‘Kebijakan, Kelembagaan, dan Tata Kelola Hilirisasi Nikel yang Berkeadilan dan Berkelanjutan di Indonesia’. Sidang digelar Rabu (16/10/2024) sore di Kampus UI Depok.

Adapun Ketua Sidang adalah Prof. I Ketut Surajaya. Sementara promotor yang mendampingi riset dan penulisan disertasi adalah Prof. Chandra Wijaya. Sedangkan co-Promotor adalah Dr. Teguh Dartanto dan Athor Subroto Ph.D.

Sederet penguji juga akan menguji Bahlil, mereka adalah Dr. Margaretha Hanita, Prof. Hanief Saha Ghafur, Prof. Didik Junaidi Rachbini, Prof. Arief Satria, dan Prof. Kosuke Mizuno.

Namun, dari perhelatan sakral akademik ini muncul sorotan terkait cepatnya masa kuliah Bahlil. Di laman pddikti.kemdikbud.go.id, Bahlil tercatat masuk pada 13 Februari 2023, artinya riset selesai dalam kurun waktu 1 tahun 8 bulan saja. Atau tiga semester.

“Tim promotor yang diketuai oleh Profesor Dr. Chandra Wijaya M. Si. MM telah menyampaikan keterangan ahli saudara dan ketua program studi telah melaporkanhasil sidang tertutup dan capain publikasi, artikel ilmiah hasil riset saudara. Maka berdasarkan semua ini tim penguji memutuskan untuk mengangkat saudara Bahlil Lahadalia menjadi doktor dalam program studi kajian stratejik dan global dengan yudisium cumlaude,” ujar Prof. I Ketut Surajaya dalam pidatonya membuka sidang, Rabu (16/10/2024).

Kata Promotor

Seorang alumni Sekolah Kajian Universitas Indonesia kepada Iddb.id menyampaikan, bahwa dirinya baru menyelesaikan kuliahnya dalam kurun waktu empat tahun. Selain dinamika riset yang dia temuai di lapangan, proses administrasi seperti penerbitan karya di jurnal ilmiah internasional pun tidak mudah dan cepat.

Prof. Chandra Wijaya dalam pidatonya menyampaikan, bahwa Bahlil sempat mengenyam S1 ilmu manajemen di kampus Port Numbay, Jayapura. “Yang tahu cuma Pak Bahlil ini dimana,” canda Prof. Chandra Wijaya dalam pidatonya.

Gelar master diraih Bahlil di Fakultas Ekonomi Universitas Cendrawasih. Alasan Bahlil mendaftar di UI, kata Chandra, adalah karena ingin mewujudkan keinginan almarhum ayahnya agar Bahlil dapat kuliah di UI pada 1994.

“Ini Pak Bahlil tidak lulus S1 tapi bisa lulus S3 pada hari ini,” kata Prof. Chandra.

Bahlil sempat mendaftar masuk UI melalui jalur SIMAK UI pada 2021. Namun dia belum berhasil atau tidak diterima. “Barulah pada tahun berikutnya, 2022, Doktor Bahlil berhasil lulus ujian masuk dan diterima di program Doktor SKSG UI,” kata Chandra.

Prof. Chandra menyampaikan bahwa Bahlil menyelesaikan kuliah tepat waktu, yaitu empat semester sesuai dengan yang disyaratkan UI. “Sesuai dengan peraturan Rektor UI. Minimal masa studi empat semester,” kata Chandra.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Taj Yasin Maimoen Siapkan Rahasia Khusus untuk Hadapi Debat Kedua Pilgub Jateng

Jawa Tengah tengah dipanaskan dengan persiapan ketat dari para...

Pilkada Banjarbaru, Petahana Terancam Diskualifikasi Gara-Gara Hal Ini

Tensi Pilkada Kota Banjarbaru 2024 memuncak dengan isu diskualifikasi...

Cerita Felicia Reporter tvOne Selamat dari Kecelakaan Maut di Tol Pemalang

Mobil yang membawa lima kru tvOne ditabrak oleh sebuah...

Momen Seru dari Debat Pilkada Jateng: Ubah Air Asin, Teknologi Satelit hingga Cagub Salah Sebut Wakilnya

Dalam debat perdana Pilkada Jawa Tengah yang digelar pada...