
Anomali cuaca terjadi di berbagai wilayah Indonesia pada awal Juli 2024. Hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang dan petir melanda sejumlah daerah, mulai dari Jakarta, Jawa Barat hingga Jawa Tengah.
Padahal, lazimnya Juli hingga September adalah puncak kemarau. Namun, berbeda tahun ini, pada awal Juli ini curah hujan di berbagai daerah justru meningkat.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan, sejumlah wilayah mengalami curah hujan di atas normal.
Di satu sisi, hujan adalah berkah. Namun, di lain pihak terkadang hujan ekstrem dapat memicu bencana. Dalam perspektif Islam, bencana disebut musibah.
Kita tentu berharap agar hujan membawa berkah, bukannya musibah. Berikut ini adalah doa-doa yang dipanjatkan Nabi Muhammad SAW agar hujan membawa berkah dan tidak mendatangkan musibah.
Melansir NU Online, Kamis (4/7/2024), diriwayatkan dalam Shahih al-Bukhari saat melihat hujan, Rasulullah SAW membaca doa berikut sebanyak dua atau tiga kali.
Allâhumma shayyiban nâfi‘â.
Artinya: “Duhai Allah, turunkanlah pada kami hujan (lebat) yang bermanfaat.”
Rasulullah SAW menganjurkan seseorang berdoa saat hujan turun. Berdoa saat hujan waktu mustajabnya doa.
Doa Nabi Agar Hujan Tidak Mengakibatkan Banjir
Meski demikian, kadangkala hujan lebat yang disertai angin kencang membuat orang-orang khawatir mengakibatkan banjir, terlebih hujannya awet. Berikut ini doa Nabi SAW agar hujan tidak mengakibatkan banjir.
Allāhumma hawālainā wa lā ‘alainā. Allāhumma ‘alal ākāmi wal jibāli, waz zhirābi, wa buthūnil awdiyati, wa manābitis syajari.
Artinya: “Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami (memberkahi), bukan di atas kami (memudharatkan). Ya Allah, turunkanlah hujan ke dataran tinggi, gunung-gunung, bukit-bukit, perut lembah, dan tempat tumbuh pohon.”
Doa tersebut diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan dinukil oleh Imam Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah dalam kitab Al-Wabilus Shayyib minal Kalimit Thayyib.
Doa tersebut dibaca oleh Rasulullah saat khutbah Jumat berlangsung. Kala itu ada seorang sahabat datang melapor bahwa hujan deras berlangsung sekitar enam hari.
Berdasarkan laporan, akibat hujan tersebut masyarakat kehilangan harta benda dan merusak fasilitas jalan. Maka dari itu, Rasulullah SAW membaca doa tersebut.
Penulis: Mikail Dzan AB


