
Festival Gunung Slamet 2024 (Ig)
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purbalingga, Jawa Tengah bakal menggelar Festival Gunung Slamet (FGS) 2024. Tiap tahun, even budaya dan wisata ini selalu menyedot animo yang tinggi dari wisatawan dari berbagai pelosok negeri.
Usai terhenti karena pandemi, dua tahun terakhir FGS kembali digelar. Tahun ini FGS dipastikan lebih seru.
Sebab, selain agenda rutin ada berbagai menu baru dalam rangkaian FGS 2024. Persiapannya juga lebih matang, misalnya area parkir untuk memastikan kenyamanan pengunjung.
Berikut ini adalah fakta-fakta seputar Festival Gunung Slamet 2024:
FGS ke-7
Festival Gunung Slamet 2024 merupakan gelaran ke-7 sejak pertama kali digelar pada 2015. Sempat terhenti dua tahun karena pandemi Covid-19, FGS kembali digelar.
Digelar di Kaki Gunung Slamet
FGS 2024 akan dilaksanakan di objek wisata D’las Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Purbalingga pada 12-14 Juli 2024.
Serang merupakan desa di dataran tinggi dan terletak di kaki Gunung Slamet. Udaranya sejuk dan memiliki pemandangan yang menawan.
Dihadiri Menparekraf
FGS tahun ini rencananya akan dihadiri oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno. Menparekraf dijadwalkan akan menyaksikan gelaran FGS di objek wisata D’las Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Purbalingga pada Jumat (12/7/24).
“Menparekraf hadir karena tahun ini Festival Gunung Slamet masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) 2024. Diharapkan FGS akan meningkatkan pergerakan wisatawan nusantara, tidak hanya di Purbalingga tapi juga di Jawa Tengah” kata R Budi Setiawan, Kepala Dinporapar Purbalingga melalui keterangan tertulis, dikutip Rabu (10/7/2024).
Acara Baru, Serang Carnival
Dinporapar Kabupaten Purbalingga memastikan adanya acara baru dalam pergelaran Festival Gunung Slamet (FGS) VII Tahun 2024 yang menjadi bagian dari Kharisma Event Nusantara (KEN) 2024.
Ada beberapa hal yang berbeda dibandingkan tahun lalu, yakni dengan adanya Serang Carnival. Serang Carnival ini belum ada di tahun lalu, ini menampilkan tema Seven Beauty.
Serang Carnival tersebut tidak hanya milik warga Desa Serang, Kecamatan Karangreja, karena akan menampilkan berbagai pesona yang ada di Kabupaten Purbalingga, yakni Gunung Slamet, Owabong, Purbasari, Desa Wisata Lembah Asri Serang (D’LAS), potensi stroberi, industri knalpot dan industri bulu mata.
Tema Seven Beauty tersebut akan ditampilkan dalam bentuk busana yang diperagakan melalui acara Serang Carnival.
Yang Beda dari Tahun Lalu.
Hal lain yang berbeda dengan tahun lalu berupa Gelar Kesenian Lingkar Gunung Slamet. Pemkab Purbalingga mengundang kabupaten-kabupaten di sekitar Gunung Slamet seperti Pemalang, Tegal, Brebes, dan Banyumas untuk mengirimkan duta-duta keseniannya guna tampil di panggung.
Gelar kesenian tersebut ditujukan agar pergelaran FGS dapat menimbulkan efek berganda (multiplier effect) pada sektor ekonomi tidak hanya untuk warga Purbalingga, juga masyarakat kabupaten lain di sekitar Gunung Slamet dapat menampilkan produk UMKM maupun keseniannya seperti yang diharapkan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).
Persiapan
Terkait dengan persiapan FGS VII yang digelar pada tanggal 12-14 Juli 2024, pemkab menyatakan telah beberapa kali diskusi dengan Pemerintah Desa Serang selaku penyelenggara maupun Direktorat Event Daerah Kemenparekraf.
Dalam diskusi tersebut, kata dia, pihaknya banyak mendapatkan masukan dari Kemenparekraf mengingat FGS sudah masuk KEN, sehingga harus mengikuti aturan-aturan yang ada agar tetap terjaga untuk KEN 2025. Ada kurasi di bulan September termasuk even ini akan dipantau oleh KEN.
Penulis: Mikail Dzan AB


