
Jusuf Hamka (Ig)
Pengusaha keturunan Tionghoa, Jusuf Hamka populer seturut sepak terjangnya yang banyak menuai simpati, selain karena sosoknya sebagai crazy rich muslim. Bos jalan tol ini kerap terlibat dan bahkan menginisiasi filantropi di Indonesia.
Nama pria yang juga populer dengan panggilan Babah Alun ini kembali menjadi sorotan usai muncul wacana dijagokan menjadi Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta mendapingi anak Presiden Jokowi Kaesang Pangarep.
Adalah Partai Golkar yang mengembuskan wacana ini. Jusuf Hakma dinilai sangat memahami Jakarta, dan memiliki konsep infrastruktur hingga penanganan banjir.
Sosoknya sebagai pengusaha juga dinilai pas untuk Jakarta yang akan menjadi kota bisnis, seiring perpindahan ibu kota dari Jakarta ke Ibu Kota Nusantara (IKN).
Jusuf Hamka sendiri menanggapi wacana pengusungan dirinya sebagai Cawagub dengan santai, Sebagaimana bawaannya yang ceria dan menebarkan optimisme.
Sosok Jusuf Hamkasangat menarik diulas. Dia adalah seorang mualaf yang belakangan menjadi pengurus teras Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Ormas Islam terbesar di Indonesia, merangkum berbagai sumber.
Mualaf dan Diangkat Anak oleh Buya Hamka
Jusuf Hamka adalah seorang pengusaha muslim keturunan Tionghoa yang memegang saham mayoritas di PT CMNP. Jusuf Hamka lahir di Jakarta pada 5 Desember 1957 dengan nama Alun Joseph.
Pria yang akrab disapa Babah Alun ini lahir dan dibesarkan dalam lingkungan keluarga Tionghoa. Ia adalah anak keempat dari pasangan Dr. Joseph Suhaimi S.H dan Suwanti Suhaimi. Kedua orangtuanya merupakan seorang guru dan dosen di salah satu universitas di Jakarta.
Jusuf Hamka menghabiskan masa kecilnya di daerah Pasar Baru, Jakarta Pusat. Ia menjalani hidup keras di masa kecilnya.
Sepulang sekolah, Jusuf Hamka berjualan keliling seiring hidupnya pas-pasan. Ia menjadi pedagang asongan di sekitar wilayah Masjid Istiqlal. Es mambo hingga kacang-kacangan pernah dijual Jusuf Hamka untuk menambah uang jajan.
Mualaf Dibimbing Buya Hamka
Pada 1981, Jusuf Hamka membaca majalah yang mengangkat kisah orang yang masuk Islam di Masjid Al-Azhar. Ia kemudian pergi ke masjid tersebut dan bertemu dengan sekretaris masjid Ustadz Zaelani.
Ustadz Zaelani membawa Jusuf Hamka untuk bertemu dengan Buya Hamka. Akhirnya ia mengucap dua kalimat syahadat dan menyatakan dirinya masuk Islam di bawah bimbingan Buya Hamka.
Sejak mualaf, ia mengganti namanya dari Alun Joseph dengan Mohammad Jusuf Hamka. Hingga kini ia sering dipanggil Jusuf Hamka atau Babah Alun.
Saat ini ia menjadi pengusaha di bidang konstruksi, terutama pada pembangunan jalan tol. Mengutip kanal Bisnis Liputan6.com, Jusuf Hamka juga memiliki jabatan di berbagai perusahaan terkenal di Indonesia, seperti menjadi Komisaris Utama PT Mandara Permai, Komisaris PT Indosiar Visual Mandiri, dan masih banyak perusahaan ternama lainnya.
Meski menjadi orang kaya, Jusuf Hamka tetap berpenampilan sederhana. Di media sosialnya ia menulis moto “Banyak duit jangan sombong, gak banyak duit jangan bohong, gak punya duit jangan nyolong.”
Jadi Ketua dan Bendahara PBNU
Mohammad Jusuf Hamka juga merupakan salah satu Ketua PBNU masa khidmah 2022-2027. Hal itu tak aneh mengingat kedekatannya dengan kalangan nahdliyin.
Kemudian, pada tahun 2023 lalu, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melakukan pergantian kepengurusan antar waktu.
Hal ini disahkan melalui terbitnya Surat Keputusan PBNU Nomor 01.b/A.II.04/06/2023 tentang Pengesahan Pergantian Antar Waktu Pengurus PBNU Masa Khidmat 2022-2027. Surat ini dikeluarkan PBNU pada Rabu (13/6/2023).
PBNU menetapkan H Mohammad Jusuf Hamka yang semula Ketua PBNU menjadi Bendahara PBNU.
Penulis: Mikail Dzan AB


