
Skincare Remaja Putri (Ig)
Skincare kini sudah menjadi gaya hidup. Skincare boleh dibilang bukan lagi kebutuhan tersier, melainkan sekunder atau bahkan primer bagi beberapa pihak.
Perawatan kulit memang penting, terutama untuk wanita. Kini remaja putri pun sudah mementingkan perawatan kulit.
Perawatan kulit sebaiknya memang dilakukan sejak usia dini. Namun, tak semua produk skincare aman untuk remaja putri di usia tertentu.
Ada pula produk perawatan kulit lain yang sebenarnya tak terlalu berefek signifikan terhadap kulit remaja.
Faktanya, produk perawatan kulit bermacam-macam jenisnya. Hal ini juga berpengaruh terhadap perlu dan tidaknya, atau penting dan tidaknya penggunaan skincare.
Lantas, umur berapa remaja putri perlu dan aman menggunakan berbagai produk skincare?
Simak fakta medis di bawah ini guna mengetahui lebih lanjut mengenai penggunaan skincare untuk remaja berikut ini, melansir laman Klik Dokter, Kamis (11/7/2024).
Umur Berapa Remaja Boleh Pakai Skin Care?
Jerawat, komedo, dan kulit berminyak merupakan beberapa masalah kulit yang sering terjadi pada remaja. Guna mengatasi berbagai masalah tersebut, dibutuhkan perawatan kulit atau produk skincare yang tepat.
Faktanya, setiap produk skincare untuk remaja memiliki batasan usia yang berbeda-beda, tergantung dari kandungan di dalamnya.
Berikut ini penjelasan mengenai jenis skincare untuk remaja dan waktu yang tepat untuk menggunakannya:
1. Tabir surya
Salah satu produk skin care untuk remaja yang wajib digunakan setiap hari adalah tabir surya. Jenis skincare ini bahkan bisa Anda gunakan sejak kanak-kanak, lho.
Bagi anak dan remaja, tabir surya yang dipilih mesti mengandung zinc oxide. Selain itu, karena kulit remaja yang cenderung berminyak dan rentan berjerawat, sebaiknya pilih juga yang berbahan dasar air atau water based.
Tabir surya untuk remaja juga sebaiknya berbahan gel dan berlabel oil free atau non-comedogenic.
Gunakan pula tabir surya yang mengandung SPF minimal 15. Pastikan tabir surya tersebut juga dapat menangkal sinar ultraviolet A (UVA) dan ultraviolet B (UVB). Aplikasikan ulang secara rutin, setidaknya setiap 2 jam sekali.
2. Facial Wash
Penggunaan facial wash bisa dimulai sejak remaja, khususnya sejak memasuki masa pubertas. Meski demikian, sebenarnya tidak ada batasan usia dalam menggunakan facial wash.
Remaja yang rentan mengalami kulit berminyak dapat memilih facial wash dengan kandungan asam salisilat guna mengangkat minyak berlebih.
Produk facial wash yang mengandung tea tree oil juga bisa menjadi alternatif untuk mengatasi jerawat dan kemerahan di wajah.
Hindari penggunaan facial wash yang mengandung scrub terlalu sering, karena dapat meningkatkan risiko iritasi kulit.
3. Produk Anti-aging
Walaupun masih remaja, Anda tetap butuh produk anti-aging. Produk ini bisa digunakan, khususnya untuk kulit di sekitar mata.
Remaja disarankan untuk mulai menggunakan serum anti-aging pada kulit sekitar mata sejak usia 20-an. Agar hasilnya efektif, kombinasikan penggunaannya dengan krim anti-aging untuk kulit sekitar mata yang punya kandungan antioksidan.
Krim mata bisa membantu menghilangkan kerutan halus di area tersebut. Serum vitamin C juga bisa ditambahkan di area bawah mata guna merevitalisasi dan membangun kolagen.
4. Pelembap
Meski kulit remaja cenderung berminyak, Anda tetap perlu menggunakan pelembap. Skincare jenis ini berfungsi untuk meningkatkan kadar air di kulit dan mencegah evaporasi.
Dengan memperlambat evaporasi air dari wajah, sel-sel yang memproduksi sebum atau minyak bisa berkurang.
Sebaiknya pilih pelembap yang berbahan dasar air dan bersifat non-comedogenic. Hindari pelembap yang mengandung lanolin, mineral oil, paraffin, dimethicone, cyclomethicone, siloxane atau petroleum, karena bisa menyumbat pori-pori. Penggunaan produk dengan kandungan tersebut bisa membuat kulit lebih berminyak.
Guna meraih optimal dari penggunaan skincare untuk remaja, Anda perlu berkonsultasi langsung dengan dokter spesialis kulit. Karena, lagi-lagi, kondisi kulit dan lingkungan setiap orang bisa berbeda-beda. Oleh karena itu, produk skincare yang digunakan juga mungkin tidak bisa disamakan.
Penulis: Mikail Dzan


