
Polio adalah penyakit yang disebabkan oleh virus polio yang menyerang sistem saraf dan dapat menyebabkan kelumpuhan permanen.
Virus ini terutama menyerang anak-anak di bawah usia lima tahun, meskipun orang dewasa juga bisa terinfeksi.
Polio menyebar melalui kontak langsung dengan orang yang terinfeksi atau melalui makanan dan air yang terkontaminasi.
Gejala awal polio meliputi demam, kelelahan, sakit kepala, muntah, kekakuan di leher, dan nyeri di tungkai.
Dalam beberapa kasus, infeksi dapat menyebabkan kelumpuhan dalam waktu 7-21 hari setelah terinfeksi.
Riwayat Polio di Indonesia
Virus polio liar asli Indonesia (indigenous) berhasil diberantas sejak tahun 1996. Keberhasilan ini dicapai setelah pelaksanaan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio selama tiga tahun berturut-turut pada tahun 1995, 1996, dan 1997.
Upaya ini merupakan respons terhadap resolusi WHO tahun 1988 yang bertujuan untuk memberantas polio secara global melalui Inisiatif Pemberantasan Polio Global (GPEI).
Produksi vaksin diperluas secara global, termasuk di Indonesia. Namun, pada 13 Maret 2005, kasus polio importasi pertama ditemukan di Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
Kasus ini kemudian berkembang menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) polio yang menyerang 305 orang di 47 kabupaten/kota di 10 provinsi.
Penanganan KLB dan Sertifikasi Bebas Polio
Selain KLB polio, Indonesia juga menghadapi 46 kasus Vaccine Derived Poliovirus (VDPV), yaitu kasus polio yang disebabkan oleh virus dari vaksin.
Sebaran kasus ini terjadi di semua kabupaten di Pulau Madura dan satu kasus di Probolinggo, Jawa Timur. Untuk menangani hal ini, pemerintah melakukan Outbreak Response Immunization (ORI), dua kali mop-up, lima kali PIN, dan dua kali Sub-PIN.
Kasus terakhir Virus Polio Liar (VPL) yang menyebabkan kelumpuhan ditemukan pada 20 Februari 2006 di Aceh. Sejak saat itu, tidak ditemukan lagi kasus polio di Indonesia. Pada tahun 2014, Indonesia menerima sertifikat bebas polio dari WHO.
Kasus KLB Polio di Papua
Pada tahun 2019, Kementerian Kesehatan mencatat adanya KLB polio di Papua yang disebabkan oleh Vaccine-Derived Poliovirus Type 1 (cVDPV1). Kasus ini terdeteksi di Kabupaten Yakuhimo, Provinsi Papua, pada 27 November 2018, dan melibatkan transmisi pada dua anak sehat.
Pemerintah segera melakukan outbreak response immunization (ORI) untuk kelompok usia rentan di wilayah terdampak.
Pada 26 Mei 2020, WHO mengakhiri status KLB polio di Papua tersebut.
Komitmen Pemerintah
Perjalanan panjang pemberantasan polio di Indonesia menunjukkan komitmen yang kuat dari pemerintah dan masyarakat dalam memerangi penyakit ini.
Melalui upaya vaksinasi massal dan respons cepat terhadap KLB, Indonesia berhasil mencapai status bebas polio. Meskipun demikian, kewaspadaan tetap diperlukan terhadap potensi kasus baru yang disebabkan oleh virus dari vaksin.
Pemberantasan polio membutuhkan kerjasama global dan lokal yang berkelanjutan untuk memastikan bahwa virus ini tidak kembali mengancam kesehatan masyarakat.
Penulis: Purba Handayaningrat


