Seberapa Jauh AI Menggantikan Hubungan Personal Manusia?

Date:

Hubungan AI dan Manusia (Fotor)

Tak bisa dipungkiri apalagi ditolak, kemajuan teknologi tak terbendung. Perkembangannya begitu cepat. Karena cepatnya kita bisa terseok-seok mengejarnya. Bagi yang tidak mengikuti, yakinlah kalian hanyak akan jadi penonton saja.

Perubahan memang menyakitkan. Meskipun perubahan itu adalah hal yang wajar banget. Jika tidak mau berubah dan beradaptasi akan musnah. Para tukang ojek pengkolan sekarang tergantikan oleh ojek yang memakai aplikasi. Perusahaan Blackberry tinggal kenangan, ambruk karena fitur-fiturnya tidak mengikuti tren terbaru.

Perkembangan hari ini, teknologi berbasis AI ( Artificial Intelligence) semakin menggerogoti peran manusia dalam menyelesaikan masalah pekerjaan sehari-hari. Banyak banget aplikasi berbasis AI yang (sementara) gratis, tinggal men-download lalu meng-install. Kelar.

Setiap hari saya memakai aplikasi-aplikasi berbasis AI untuk membantu menyelesaikan pekerjaan, menghibur diri, belajar dan berinteraksi dengan teman. Beberapa aplikasi yang sering digunakan para konten kreator itu diantaranya untuk membuat tulisan, copy writing, mengoreksi tulisan, membuat gambar, ilustrasi, foto, membuat presentasi, membuat lagu, video atau film dan seterusnya.

Film panjang pertama yang dibuat seluruhnya dengan aplikasi AI judulnya Below Bonghwa . Mulai dari materi filmnya, naratornya, suara, sampai musiknya, semua dibuat oleh AI.

Di dunia sastra pun telah lahir novel yang ditulis seluruhnya oleh AI dan memenangi penghargan di China. Judulnya The Land of Machine Memories. Ditulis hanya dalam waktu 3 jam oleh Shen Yang, Professor di Universitas Beijing. Novel ini berisi 40.000 karakter, dibuat dengan 66 promt atau perintah.

Di Jepang, Rie Kudan menulis novel dengan ChatGpt dan juga memenangkan penghargaan sastra paling bergengsi di Jepang: Akutagawa Prize.

Di Amerika Serikat lukisan Th tre D’op ra Spatial karya Jason Allen ini dibuat dengan teknologi AI Midjourney. Karya hebat ini memenangi kompetisi seni tahunan Colorado State Fair. Tentu saja keputusan ini menuai perdebatan panjang. Ada yang mempertanyakan soal etikanya. Banyak yang menyebut ini adalah pertanda kematian seni. Dan para seniman konvensional merasa terancam. Contoh-contoh penggunaanAI yang lain bisa dicari di mesin pencari.

AI memang powerful, bisa membantu menyelesaikan pekerjaan rumit secara cepat dan hasil yang bagus, jika perintahnya tepat dan perangkatnya memadai.
AI juga dipakai untuk menggantikan peran manusia di berbagai bidang. Mulai dari kesehatan, transportasi, layanan bisnis, rumah tangga, pedidikan dan banyak bidang lainnya. Termasuk untuk hal-hal yang sifatnya personal dan intim.

Pernah ngobrol atau curhat dengan salah satu aplikasi yang bernama Cici? Aplikasi berbasis AI ini bisa menjadi asisten, teman, tempat bertanya segala hal, termasuk hal-hal yang sangat rahasia, yang mungkin tidak bisa dibicarakan dengan siapapun. Apa itu? Perasaan, emosi terdalam manusia, salah satunya soal seks.

Bentuk paling menonjol dari AI dalam seksualitas adalah robot seks. Banyak negara yang sudah mengintegrasikan AI dalam boneka yang dibuat semirip mungkin manusia ini. Dengan perangkat lunak, robot seks ini dirancang mampu berinteraksi secara canggih, bisa merespon dan mempunyai emosi seperti kita.

Jepang adalah salah satu negara terdepan yang mengadopsi teknologi AI dalam konteks seksual. Beberapa tahun terakhir, Jepang telah mengalami peningkatan signifikan dalam penjualan boneka seks dan robot seks.

Penyebabnya adalah masalah demografi. Negara ini mempunyai populasi yang tak seimbang. Tingkat kelahiran yang sangat rendah bisa menyebabkan seseorang kesulitan mencari pasangan sehingga mereka kesepian. Robot seks bisa menjadi solusi untuk masalah ini.

Sementara di Amerika Serikat, perusahaan seperti RealDoll dan Abyss Creations juga telah mengembangkan robot seks. Penggunaan teknologi ini semakin diterima, terutama di kalangan pria lajang dan mereka yang mencoba mencari alternatif berhubungan seks yang tidak konvensional dan monoton.

Kira-kira seperti apa di Indonesia?

Penggunaan robot seks di Indonesia menghadapi tantangan yang kompleks terkait agama, budaya, sosial, dan etika. Agama jelas-jelas melarang penggunaan robot seks untuk memenuhi kebutuhan biologis seseorang.

Sementara itu para boomer atau generasi tua yang belum pernah mempunyai pengalaman sebelumnya akan cenderung menolak. Apalagi masalah seks selama ini nyaris tabu dibahas di forum-forum terbuka. Pendidikan seks sejak dini pun belum diajarkan secara khusus di sekolah-sekolah.

Tapi secara diam-diam mungkin ada yang penasaran dan ingin mencoba pengalaman baru juga. Dan jangan-jangan mereka malah ketagihan?

Sekadar gambaran, siapapun akan sangat mudah menemukan dan membeli boneka seks atau alat bantu seks di lapak-lapak online. Misalnya boneka seks mirip manusia yang bisa mengeluarkan suara dibanderol dengan harga 29 jutaan rupiah.

Lepas dari soal budaya, agama dan etika, memakai robot seks untuk melampiaskan nafsu seksual memiliki beberapa keuntungan. Salah satunya adalah untuk menghindari penyakit Menular Seksual (PMS) karena tidak melibatkan orang lain, sehingga pengguna tidak akan terinfeksi virus yang menyebabkan penyakit menular seperti HIV, herpes dan sifilis.

Mengutip International Journal of Impotence Research robot seks dapat dimanfaatkan sebagai alat untuk mengatasi disfungsi seksual seperti disfungsi ereksi dan anorgasmia.

Manfaat lainnya menurut Journal of Medical Internet Research adalah dapat memberikan kenyamanan emosional dan mengurangi perasaan kesepian, terutama bagi mereka yang kesulitan membentuk hubungan intim dengan pasangannya. Interaksi dengan robot seks bebas, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan mental

Dan ini mungkin yang jarang dipikirkan orang, robot seks bisa membantu orang berkebutuhan khusus atau disabilitas. Seseornag dengan disabilitas fisik atau mental biasanya mengalami kesulitan untuk menjalin hubungan seksual konvensional. Hal ini dapat diatasi dengan robot seks. Robot ini fleksibel, dapat disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan khusus mereka.

Bagi yang berjiwa petualang , robot seks memungkinkan seseorang untuk mengeksplorasi dan memenuhi kebutuhan seksualnya tanpa tekanan sosial atau harapan dari pasangan manusia, sehingga bisa mengurangi stres dan meningkatkan kepuasan seksual. Dan tentu saja tak ada kekhawatiran soal kehamilan.

Namun dibalik manfaatnya, penggunaan robot seks bisa juga berefek negatif. Mengutip Psychology Today, seseorang yang memilih berinteraksi dengan robot dibanding dengan manusia biasa mengurangi kemampuannya untuk melakukan hubungan sosial yang sehat dan kesulitan mempertahankannya.

Kedua persepsi mereka soal hubungan dan seksualitas akan terganggu. Ketika sudah terbiasa dengan robot seks, mereka akan selalu membanding-bandingkan dan mempunyai harapan yang tidak realistis. Sehingga kemampuan untuk menikmati dan menghargai hubungan yang kompleks dan dinamis berkurang.

Sesuatu yang enak, nyaman akan menimbulkan kecanduan, tak terkecuali boneka seks. Jika mengalami kecanduan parah, bisa menyebabkan masalah di rumah, di tempat kerja dan tentu saja masalah kesehatan mental. Untuk mengatasi hal ini perlu diterapi oleh ahli.

Pro kontra penggunaan robot seks ini pasti ada. Selain memberikan manfaat juga menyimpan dampak negatif pemakainya. Hanya saja, penting bahwa keseimbangan antara inovasi teknologi dan nilai-nilai sosial harus dijaga.

Jika kamu masih jomblo, kompetitor bisa jadi akan bertambah nih.

Penulis: Karmin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Taj Yasin Maimoen Siapkan Rahasia Khusus untuk Hadapi Debat Kedua Pilgub Jateng

Jawa Tengah tengah dipanaskan dengan persiapan ketat dari para...

Pilkada Banjarbaru, Petahana Terancam Diskualifikasi Gara-Gara Hal Ini

Tensi Pilkada Kota Banjarbaru 2024 memuncak dengan isu diskualifikasi...

Cerita Felicia Reporter tvOne Selamat dari Kecelakaan Maut di Tol Pemalang

Mobil yang membawa lima kru tvOne ditabrak oleh sebuah...

Momen Seru dari Debat Pilkada Jateng: Ubah Air Asin, Teknologi Satelit hingga Cagub Salah Sebut Wakilnya

Dalam debat perdana Pilkada Jawa Tengah yang digelar pada...