
Hujan (Fotor)
Hujan menjadi deretan topik terpopuler di jagat media sosial X (Twitter), Jumat (2/8/2024). Pantauan hingga pukul 21.30 WIB, lebih dari 16 ribu lebih pengguna men-tweet hujan dari berbagai perspektif.
Besar kemungkinan, hal ini dipengaruhi fenomena hujan deras di tengah musim kemarau yang melanda sejumlah daerah di Indonesia. Masyarakat khawatir hujan di musim kemarau menyebabkan bencana.
Salah satu yang menuai perhatian adalah tweet akun @fotodakwah yang mengunggah doa ketika turun hujan.
Unggahan ini dilihat oleh lebih dari 11 ribu pengguna X, serta disukai dan diretweet oleh ratusan penguna lainnya.
Begini selengkapnya doa ketika turun hujan:
Allahummaj’alhu shayyiban naafi’an
Artinya: Ya Allah, jadikanlah hujan ini bermanfaat
Risalah doa dan Hikmahnya
Melansir situs NU Online, Jumat (2/3/2024), diriwayatkan dalam Shahih al-Bukhari saat melihat hujan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengucapkan:
Rasulullah SAW membaca doa di atas sebanyak dua atau tiga kali. Dianjurkannya seseorang berdoa saat hujan turun karena dalam rentang waktu itu termasuk saat-saat mustajab.
Hal ini sebagaimana pesan Rasulullah saw. Nabi saw bersabda:
“Burulah manjurnya doa ketika perang berkecamuk, iqamah shalat, dan turunnya hujan.”
Hujan bagian dari salah satu nikmat Allah swt yang harus disyukuri. Di saat yang sama kita juga harus memohon kepada-Nya agar hujan itu menambah berkah bagi sawah dan ladang petani, membawa hanyut debu jalanan di kota-kota dan di desa, dan membawa rezeki dengan segala bentuknya bagi semesta penduduk bumi.
Penjelasan BMKG Terkait Hujan di Musim Kemarau
BMKG menyebut wilayah Indonesia khususnya bagian selatan sudah memasuki musim kemarau. Beberapa wilayah di Indonesia bagian selatan bahkan sudah memasuki puncak musim kemarau.
Cuaca cerah mendominassi hampir di seluruh Jawa, Bali, Nusa Tenggara, dan Kalimantan bagian selatan.
“Kondisi ini merupakan hal yang lazim terjadi di bulan Agustus mengingat secara umum wilayah Indonesia bagian selatan masih berada dalam periode musim kemarau,” demikian mengutip Prospek Cuaca Mingguan periode 2-8 Agustus 2024 yang dirilis di situs resmi BMKG.
Meski begitu, BMKG juga merilis peringatan dini cuaca, bahwa terdapat potensi hujan di beberapa wilayah, mulai dari Aceh hingga Papua.
“Meski demikian, dalam sepekan ke depan, masih terdapat potensi hujan di beberapa wilayah Indonesia. Seperti Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Jambi, Riau, Kep.Riau, Sumatra Selatan, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua,” ungkap BMKG.
“Selain dari keberadaan Gelombang Kelvin yang dapat meningkatkan potensi hujan di wilayah tersebut, daerah pertemuan dan perlambatan angin serta pengaruh lokal seperti labilitas udara yang kuat juga mendukung pertumbuhan awan konvektif. Yang dapat menyebabkan hujan di wilayah Indonesia khususnya Indonesia bagian utara,” jelas BMKG.
Secara umum, kombinasi fenomena-fenomena cuaca tersebut diprakirakan menimbulkan potensi cuaca signifikan dalam periode 2-8 Agustus 2024.
Peringatan Dini Cuaca:
Potensi Hujan sedang – lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang
di wilayah Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kep. Bangka Belitung, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Bali, NTB, Nusantara Tenggara Timur (NTT), Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Selatan, Papua Pegunungan, Papua.
Potensi Angin Kencang
Wilayah Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Maluku,Papua Selatan.
Imbauan BMKG Hadapi Bencana Hidrometeorologi
Dengan adanya potensi hujan di wilayah Indonesia terutama Indonesia bagian utara, masyarakat diimbau untuk:
a) tetap tenang namun tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi yang sewaktu-waktu dapat terjadi
b) mengenali potensi bencana di lingkungannya dan mulai memahami cara mengurangi risiko bencana tersebut, misalnya dengan tidak membuang sampah sembarangan, bergotong royong menjaga kebersihan dan menata lingkungan sekitarnya
c) khusus untuk daerah bertopografi curam/bergunung/tebing atau rawan longsor dan banjir agar tetap waspada terhadap dampak yang ditimbulkan akibat cuaca ekstrem seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, jalan licin, pohon tumbang dan berkurangnya jarak pandang
d) waspada dan antisipasi dini terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpotensi
terjadi di beberapa wilayah seperti hujan lebat dalam durasi singkat yang dapat disertai
kilat/petir dan angin kencang
e) tetap mengupdate informasi dari pemerintah daerah setempat terkait protokol evakuasi
apabila terjadi bencana
f) memperhatikan bahwa potensi pada bagian peringatan dini bersifat secara umum pada skala provinsi. Untuk informasi detail dan update terkini, akses informasi prakiraan cuaca beserta potensi banjir yang dikeluarkan BMKG melalui akun mwedia sosiasl, situs resmi, juga call center 196 BMKG. Atau dapat langsung menghubungi kantor BMKG terdekat.
Penulis: Mikail Dzan


