7 Kesalahan Pengendara di Jalan Tol, Awas Bisa Berakibat Fatal

Date:

Ilustrasi Liburan ke Puncak
Ilustrasi Liburan ke Puncak

Berkendara bersama keluarga untuk melancong ke sebuah destinasi kini menjadi pilihan alternatif wisata. Kisah Perjalanan bersama keluarga bisa menjadi pengalaman yang tak terlupakan.

Kini, saat melakukan perjalanan, para pelintas alias traveler tak pernah lepas dari yang namanya jalan tol. Jalan tol merupakan jalan bebas hambatan yang kini banyak jadi favorit pelintas untuk menuju ke satu tempat.

Nah, yang kerap tak disadari, mengemudi di jalan tol berbeda dengan di jalan raya biasa. Ada aturan-aturan khusus yang bertujuan keamanan dan kenyamanan berkendara. Terpenting, aturan ini juga diterapkan untuk menekan angka kecelakaan.

Namun, pengemudi pemula seringkali berbuat ceroboh. Pertama karena ketidaktahuan aturan berkendara di jalan tol, lalai, atau memang ceroboh melanggar aturan.

Yang berbahaya, rata-rata kecepatan kendaraan di jalan tol sangat tinggi. Maka, kesalahan sekecil apapun bisa beraktibat fatal. Sudah banyak kejadian kecelakaan beruntun atau tunggal yang berakibat hilangnya nyawa.

Buat pemula, wajib mengetahui kesalahan-kesalahan umum yang terjadi di jalan tol. Berikut ini adalah kesalahan berkendara di jalan tol, merangkum Gridoto dan ACA Asuransi, Kamis (1/8/2024).

Kesalahan Pengendara di Jalan Tol yang Bisa Berakibat Fatal

1. Berkendara Lebih dari 100 Km per Jam

Momon S. Maderoni, Founder Indonesia Vehicle Management Consulting (IVMC) menyebutkan, sebenarnya, jalan tol didesain hanya untuk kecepatan maksimum hanya 100 km/jam saja.

Desain yang dimaksud bukan berarti jika dilalui dengan kecepatan di atas 100 km/jam akan rusak. Tetapi material atau bahan aspal yang digunakan memiliki nilai keefisien gesek (friction) dengan telapak ban.

Bila kecepatan di atas 100 km/jam, friksi atau cengkeraman ban ke permukaan jalan tidak akan memberikan jarak pengereman yang aman. Saat kecepatan di atas 100 km/jam, maka ban tidak mendapat cengkraman sempurna ketika melakukan pengereman dan efeknya mobil masih meluncur.

2. Minimnya Pengetahuan Fungsi Bahu Jalan dan Lajur Kanan

Kesalahan fatal lain yakni minimnya ilmu mengenai fungsi utama dari bahu jalan dan lajur kanan.

Ketika dalam keadaan emergency, misalnya ban pecah, mobil depan mengerem mendadak, kita perlu memutuskan dengan cepat untuk mengarahkan kendaraan ke target aman.

Mengenai target aman, di jalan tol sudah ada 4 titik yang bisa dipilih.  Jalur Darurat Jalur Paling Kanan Area Rumput Pinggir Kiri Jalan Area Rumput Pinggir Kanan.  Sayangnya, jalur darurat seperti

bahu jalan malah kerap dipakai untuk menyalip.

Anehnya juga, area rumput di sisi kiri dan kanan jalan tol di Indonesia malah dibatasi besi atau beton pembatas.

3. Microsleep/Mengantuk

Kesalahan fatal selanjutnya yakni mengantuk dan paling sering dialami. Kondisi mengantuk ini bisa terjadi peristiwa microsleep, yakni tertidur sebentar.

Bayangkan dalam kecepatan di atas 80 Km, kendaraan tak terkendali selama 1 hingga 2 detik. Kira-kira apa yang terjadi?

Mengantuk ini pula yang kerap jadi biang kerok kecelakaan yang menimbulkan korban jiwa di jalan tol.

4. Tidak Menjaga Jarak Aman

Kendaraan yang masuk ke jalan tol terbiasa melaju dengan kecepatan tinggi. Oleh karena itu, para pengendara harus menjaga jarak dengan kendaraan lain agar tak terlalu dekat.

Hanya saja, hal ini kerap tak diindahkan oleh para pengendara mobil. Alhasil, ketika mobil di depan berhenti secara tiba-tiba, pengendara tak bisa mengelak.

Padahal, dengan meminimalkan adanya kesalahan pengemudi mobil di jalan tol, risiko terjadinya kecelakaan bisa ditekan sekecil-kecilnya.

5. Melaju pelan di jalur kanan

Jalur kanan di jalan tol merupakan jalur khusus yang ditujukan untuk mendahului. Aturan tersebut tertuang secara jelas pada Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2005 tentang Jalan Tol.

Hanya saja, pada praktiknya, banyak pengendara yang menggunakan jalur kanan untuk melaju dengan kecepatan rendah. Kondisi ini bisa berakibat fatal pada kendaraan yang ada di belakang yang dengan terpaksa mendahului dari sebelah kiri.

 6. Melaju kencang di bahu jalan

Bahu jalan tol, memiliki fungsi secara khusus ditujukan untuk kendaraan dalam kondisi darurat. Sebagai contoh, ketika kendaraan mogok, memperbaiki muatan, atau ketika pengemudi atau penumpang mengalami gangguan fisik.

Namun, kondisi yang terjadi di lapangan malah sebaliknya. Tak jarang, bahu jalan dimanfaatkan pengemudi untuk mendahului kendaraan lain.

7. Tak mengecek kondisi kendaraan

Kesalahan pengemudi mobil yang tak kalah fatalnya ketika berada di jalan tol adalah tak melakukan pemeriksaan kondisi kendaraan dengan baik. Hasilnya, kendaraan mengalami gangguan di tengah jalan, seperti ban pecah yang bisa saja terjadi karena tekanan ban yang kurang tepat ataupun rem blong sebagai imbas penggantian minyak rem yang telat.

Kesalahan pengemudi mobil tersebut seharusnya bisa diantisipasi oleh siapa saja, termasuk Anda. Dengan begitu, Anda bisa sampai di tujuan dengan kondisi selamat.

Penulis: Mikail Dzan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Taj Yasin Maimoen Siapkan Rahasia Khusus untuk Hadapi Debat Kedua Pilgub Jateng

Jawa Tengah tengah dipanaskan dengan persiapan ketat dari para...

Pilkada Banjarbaru, Petahana Terancam Diskualifikasi Gara-Gara Hal Ini

Tensi Pilkada Kota Banjarbaru 2024 memuncak dengan isu diskualifikasi...

Cerita Felicia Reporter tvOne Selamat dari Kecelakaan Maut di Tol Pemalang

Mobil yang membawa lima kru tvOne ditabrak oleh sebuah...

Momen Seru dari Debat Pilkada Jateng: Ubah Air Asin, Teknologi Satelit hingga Cagub Salah Sebut Wakilnya

Dalam debat perdana Pilkada Jawa Tengah yang digelar pada...