
Raja Charles III memulai kunjungan kenegaraan pertamanya ke Prancis selama tiga hari pekan lalu. Namun tak tanggung-tanggung, makan malam mewah di sela kunjungannya tersebut ternyata menelan biaya hingga 400 ribu euro atau setara Rp 7,1 miliar.
Mengutip laporan tahunan rekening kepresidenan Prancis, Cour des Comptes memperingatkan pengeluaran yang lebih tinggi daripada pendapatan, dapat membuat anggaran negara berada di zona merah. Akibatnya, seperti dilansir dari BBC News, Senin (5/8/2024), saat ini istana Prancis, Elysée harus melakukan upaya penuh untuk menyeimbangkan anggaran finansial negara. Hal itu mengingat anggaran negara berada di angka 8,3 juta euro
Kecintaan Prancis terhadap kemewahan dan santapan mewah sepenuhnya terbukti dalam halaman audit tahunan anggaran Élysée, yang dirilis pada hari Senin oleh Cour des Comptes, lembaga audit tertinggi Perancis.Pada kunjungan kerajaan Inggris itu, presiden Prancis Emmanuel Macron meyiapkan penyambutan yang istimewa dengan menyuguhkan makanan mewah berupa lobster biru, kepiting, hingga anggur mahal.
Dari total biaya makan malam itu, lebih dari 165 ribu euro atau Rp 2,9 miliar dihabiskan untuk biaya makanan, sementara Rp 706,3 juta dihabiskan untuk menu minuman.
Para tamu, termasuk di dalamnya aktor Hugh Grant dan penyanyi Mick Jagger, disuguhi lobster dan kepiting biru, ayam Bresse dan gratin jamur. Ada pula berbagai jenis keju termasuk French Comté dan keju biru Stichelton blue.Sementara untuk menu pencuci mulut, terdapat kue macaroon yang terbuat dari krim mawar, rasberi dan leci.
Kunjungan Raja Charles tersebut bertujuan untuk memperkuat antar kedua negara. Kunjungan yang semula dijadwalkan pada Maret itu sempat tertunda karena protes reformasi pensiun yang merebak di kota-kota besar.
Akibat pengeluaran yang tinggi ini, angka pengeluaran anggaran negara meningkat 14% dibandingkan tahun lalu. Angka tersebut tak sebanding dengan angka pendapatan negara tahunan yang bertengger di 6,5 persen saja.


