
Pangeran Hussein bin Abdullah II dan Putri Rajwa Hussein (Ig)
Kerajaan Yordania tengah berbahagia. Di tengah gempuran Israel ke Gaza, Palestina, Yordania yang berada di satu kawasan merayakan kelahiran anak pertama Putra Mahkota Yordania Hussein bin Abdullah II dan Putri Rajwa Hussein.
Anak pertama Pangeran Hussein berjenis kelamin perempuan dan diberi nama Iman binti Hussein.
Seluruh anggota kerajaan menyambut kelahiran putri Pangeran Hussein yang juga cucu pertama Raja Yordania Abdullah II dan Putri Rania al-Yassin Abdullah II.
Ada sejumlah video menarik yang dibagikan. Salah satunya adalah momen ketika Pangeran Hussein mengumandangkan azan di telinga putrinya.
Tampak dalam tayangan video, Pangeran Hussein menggendong Putri Iman. Lantas, mulutnya didekatkan ke telinga sang putri dan berkumandanglah azan dan doa-doa.
“Putra Mahkota Al Hussein bin Abdullah mengumandangkan adzan di telinga bayinya yang baru lahir, Putri Iman binti Al Hussein, lahir pada 3 Agustus 2024. Putri kecil tersebut merupakan anak pertama dari Putra Mahkota dan Putri Rajwa.
Dalam Islam, saat bayi lahir, Adzan dibisikkan oleh ayah ke telinga kanan anak. ‘Tidak ada Tuhan selain Allah; Muhammad adalah Utusan Allah.’ Hal ini mengikuti prinsip Islam bahwa kata-kata pertama yang didengar bayi adalah suara Adzan,” demikian keterangan kerajaan dalam akun Instagram resminya, @jordansroyalfamily, dikutip Senin (5/8/2024).
Dalam tradisi Islam, azan di telinga anak oleh sang ayah adalah amalan sunnah karena dicontohkan oleh Rasulullah Muhammad SAW.
Adzan tak hanya dilakukan oleh pembesar. Tiap keluarga muslim sangat dianjurkan mengazani anak yang baru lahir, kemudian iqamat dan mendoakannya.
Hukum, Tata Cara Azan, Iqamat dan Doa Bayi yang Baru Lahir
Melansir laman NU Online, hukum mengumandangkan adzan dan iqamah pada telinga bayi yang baru lahir berdasarkan sebuah hadis dalam sunan Abu Dawud (444), ulama bersepakat menghukumi hal tersebut dengan sunnah.
Dari Ubaidillah bin Abi Rafi’ r.a Dari ayahnya, ia berkata: aku melihat Rasulullah saw mengumandangkan adzan di telinga Husain bin Ali ketika Siti Fatimah melahirkannya (yakni) dengan adzan shalat. (Sunan Abu Dawud: 444) Begitu pula keterangan yang terdapat dalam Majmu’ fatawi wa Rasail halaman 112. Di sana diterangkan bahwa: “yang pertama mengumandangkan adzan di telinga kanan anak yang baru lahir, lalu membacakan iqamah di telinga kiri. Ulama telah menetapkan bahwa perbuatan ini tergolong sunnah. Mereka telah mengamalkan hal tersebut tanpa seorangpun mengingkarinya. Perbiatan ini ada relevansi, untuk mengusir syaithan dari anak yang baru lahir tersebut. Karena syaitan akan lari terbirit-birit ketika mereka mendengar adzan sebagaimana ada keterangan di dalam hadits. (Sumber; Fiqih Galak Gampil 2010).
Tata Cara Azan, Iqamat dan Doa
Rangkaian azan dzikir dan doa tersebut telah dirangkum oleh Sayyid Muhammad bin ‘Ali al-Tarimi dalam al-Wasail al-Syafi’ah fi al-Adzkar al-Nafi’ah wa al-Aurad al-Jami’ah (Beirut: Dar al-Ihya al-‘Ilm, 2000), hal. 269, sebagai berikut:
1. Membaca adzan pada telinga bayi sebelah kanan
2. Membaca iqamah pada telinga bayi sebelah kiri
3. Membaca doa berikut pada telinga bayi sebelah kanan:
Allâhummaj’alhu bârran taqiyyan rasyîdan wa-anbit-hu fil islâmi nabâtan hasanan
Artinya: Ya Allah, jadikanlah ia (bayi) orang yang baik, bertakwa, dan cerdas. Tumbuhkanlah ia dalam islam dengan pertumbuhan yang baik.
4. Membaca surat al-Ikhlâsh pada telinga bayi sebelah kanan
5. Membaca surat al-Qadr pada telinga bayi sebelah kanan
6. Membaca ayat QS Ali Imran (3: 36) pada telinga bayi sebelah kanan
Wa innî u’îdzu bika wadzurriyyatahâ minasysyaithânir rajîm
Artinya: Aku memohon perlindungan untuknya serta anak-anak keturunannya kepada (pemeliharaan) Engkau dari pada setan yang terkutuk.
7. Membaca doa berikut pada telinga bayi sebelah kanan:
A’ûdzu bikalimatiLlâhi at-tâmmati min kulli syaithânin wa hâmmatin wamin kulli ‘ainin lâmmatin
Artinya: Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah dari segala setan, kesusahan, dan pandangan yang jahat.
Penulis: Mikail Dzan


