
Dolar AS (Fotor)
Jessica Jackson, seorang ibu rumah tangga, awalnya sangat takut ketinggian saat memulai salah satu pekerjaan paling berbahaya di dunia yang kini jadi mata pencahariannya. Bagaimana tidak, ibu satu anak ini harus bekerja di ketinggian 91 meter di udara.
Dilansir dari CNBC, Rabu (7/8/2024), Jackson bekerja sebagai teknisi turbin angin dan digaji US$ 73 ribu atau setara Rp 1,2 miliar per tahun. Ia merupakan teknisi di Vestas, produsen turbin angin di Texas.
“Mendaki menara turbin tak semenakutkan yang kalian pikir. Saat berada di atas sana, kalian bisa melihat burung beterbangan, pesawat melintas di udara dan melempar pandangan jauh lebih luas. Semuanya indah,” terang Jackson.
Turbin tertinggi di tempat Jackson bekerja berada di ketinggian 106 meter. Baginya, memanjat turbin itu hanya membutuhkan waktu kurang dari 10 menit saja.
Itu memang salah satu pekerjaan paling berbahaya di dunia. Laporan Dinas Tenaga Kerja setempat, teknisi layanan turbin angin ini memiliki salah satu tingkat potensi sakit dan kecelakaan kerja tertinggi dibandingkan banyak pekerjaan lain.
“Bekerja di bidang ini sangat sulit tapi setara dengan gajinya. Saya senang melakukannya sehingga tidak terlalu terasa beban kerjanya,” tutur Jackson.
Sebelum bekerja sebagai teknisi turbin angin, Jackson merupakan ibu rumah tangga selama 10 tahun lamanya. Setelah berpisah dengan sang suami pada 2019, dan anak bungsunya harus mulai masuk sekolah, Jackson memutuskan untuk kembali bekerja.
“Bukan sarjana dan seorang single mom membuat semuanya terasa sangat sulit,” kisah Jackson. Bagaimana tidak, Jackson memiliki empat anak dengan rentang usia 10-21 tahun saat ini.
Meski tidak memerlukan gelar sarjana, tapi menjadi teknisi turbin angin mengharuskan program pelatihan yang diikuti selama 2 tahun. Di mata Jackson, bekerja sebagai teknisi turbin menjadi tempat terdamai untuk bekerja di udara.


