
Hari Kucing Sedunia diperingati tiap tanggal 8 Agustus. Perayaan Hari Kucing dimulai pada 2022 oleh Dana Internasional untuk Kesehatan Hewan (WOAH).
Bagi masyarakat, kucing adalah hewan peliharaan paling popular selain anjing. Kucing dianggap imut, lucu dan bisa menjadi pereda stres.
Dalam Islam, kucing juga menjadi salah satu hewan peliharaan populer lantaran menjadi satu dari sedikit hewan yang disebut langsung dalam hadis Rasulullah SAW.
Interaksi intim kucing dengan manusia telah terjadi ribuan tahun. Kucing telah berbaur dengan kehidupan manusia paling tidak sejak 6.000 tahun SM, dari kerangka kucing di Pulau Siprus.
Orang Mesir Kuno dari 3.500 SM telah menggunakan kucing untuk menjauhkan tikus atau hewan pengerat lain dari lumbung yang menyimpan hasil panen.
Dengan alasan lainnya, kucing beranjak jadi salah satu hewan peliharaan terpopuler di dunia.
Manfaat Memelihara Kucing
Memelihara kucing ternyata bukan hanya sekedar hobi ada beberapa manfaat yang bisa diperoleh, berikut diantaranya yang didapat penulis dari beberapa sumber:
- Bisa mengurangi resiko terkena serangan jantung
Dari penelitian yang dilakukan, pemilik kucing akan memiliki resiko serangan jantung 30 persen lebih rendah dibanding mereka yang tidak memiliki kucing. Selain itu, pemilik kucing juga memiliki detak jantung yang lebih rendah, tingkat stress kecil dan tekanan darah yang lebih rendah.
Menurut Dr Adnan Qureshi, penulis senior studi tersebut, mengatakan, memiliki hewan peliharaan mungkin membantu menghilangkan stres.
- Pemilik kucing cenderung tidak menderita depresi
Studi telah menemukan bahwa pemilik kucing cenderung tidak menderita depresi, tekanan darah tinggi, trigliserida tinggi dan kadar kolesterol.
- Dengkuran kucing dapat meningkatkan penyembuhan dan kepadatan tulang
Dengkuran kucing dikatakan sebagai terapi. Menurut penelitian yang dipublikasikan di Scientific American, kucing mendengkur dalam pola yang konsisten antara 25 dan 150 Hertz.
Frekuensi ini membantu meningkatkan penyembuhan dan bahkan kepadatan tulang.
- Kucing membantu pasien dengan berbagai penyakit dengan cara yang unik
Dari sebuah penelitian yang dilakukan, kucing juga bisa membantu pasien Alzheimer untuk lebih stabil. Sedang bagi penderita AIDS, dengan memelihara kucing kecil kemungkinan akan mengalami depresi. Bahkan orang dengan tekanan darah tinggi mampu menavigasi situasi stres dan pasien serangan jantung yang memiliki hewan peliharaan bertahan lebih lama.
- Terapi untuk Anak Autisme
Anak-anak yang mengalami autisme umumnya mengalami masalah sensorik. Kegiatan integrasi sensorik dirancang untuk membantu mereka terbiasa dengan sesuatu yang terasa di kulit mereka, bagaimana baunya atau suaranya.
Anjing dan kucing adalah jenis hewan yang digunakan untuk tujuan ini. Hasilnya, sebagian besar anak autisme sering merasa tenang saat berkontak langsung dengan hewan
Pada banyak kasus autisme, hewan dapat mengurangi perilaku stereotip, mengurangi sensitivitas sensorik, dan meningkatkan keinginan serta kemampuan untuk terhubung secara sosial dengan orang lain. Namun, hal ini membutuhkan penelitian lebih lanjut.
Itulah di antaranya manfaat yang bisa didapatkan ketika Anda memelihara hewan khususnya kucing namun jangan lupa untuk tetap menjaga kesehatan dan kebersihan hewan peliharaan Anda.
Kenapa Orang Suka Kucing
Seperti dikutiip VOI, Eva-Maria Geigl, direktur French National Centre for Scientific Research di Institute Jacques Monod Epigenomics and Paleogenomics mengatakan bahwa kucing menjadi jinak karena tinggal mendekat dengan pemukiman manusia.
Di pemukiman ada makanan, yaitu hewan pengerat yang memangsa biji-bijian dan hasil panen. Dengan kondisi itu, kucing beradaptasi dengan lingkungan manusia.
“Manusia juga sangat tertarik memelihara kucing untuk mengusir pengerat pemangsa hasil panen,” demikian diulas Voi, dikutip Kamis (8/8/2024).
Melansir Medical News Today, Selasa, 27 Desember, penelitian menunjukkan terdapat 13 gen kucing yang menandai masa transisi, antara hidup liar dan lebih ramah. Gen tersebut berhubungan dengan kognisi dan perilaku, dan mungkin berkaitan dengan kemampuan kucing untuk belajar mengatasi rasa takut pada manusia. Lantas apa yang disukai manusia dari hewan berbulu ini?
Interaksi manusia-hewan, dijelaskan oleh Dr Patricia Pendry, profesor dari Wahington State University. Manusia dan kucingnya, memiliki ikatan emosional yang sangat kuat. Dalam spekulasinya, Pendry mengatakan kucing memberikan respons halus kepada manusia.
Kalau kucing suka manusia, artinya orang tersebut dianggap istimewa oleh kucing. Dan sebaliknya, manusia juga secara naluriah sulit melepaskan diri dari dengkuran imut atau gesekan manja kucing di kaki manusia.
Ditemukan pula bahwa hidup dengan kucing menawarkan manfaat kesehatan fisik dan psikologis. Sebuah penelitian menemukan orang yang pernah memiliki kucing memiliki risiko kematian akibat serangan jantung yang lebih rendah daripada orang yang tidak pernah memiliki kucing.
Studi dari Cats Protection, menunjukkan 93,7 persen responden mengatakan memiliki kucing bermanfaat bagi kesehatan mental mereka.
Penelitian tidak menjelaskan secara terperinci tentang alasan orang menyukai kucing. Tetapi studi saintifik menunjukkan efek positif dan hubungan timbal balik antara manusia dengan kucing.
Bahasa Tubuh Kucing yang Perlu Diketahui
Seperti halnya manusia, kucing memiliki bahasa komunikasi sendiri. Selain lewat suara, kucing berkomunikasi lewat bahasa tubuhnya.
Bahasa tubuh kucing dapat berupa kibasan ekor, gerakan telinga dan mata maupun menggerakkan badannya.
Tidak seperti anjing, umumnya kucing lebih pendiam dan tidak memiliki ekspresi wajah, sehingga kadang sulit menafsirkan hal yang dirasakannya.
Namun, bukan berarti kita tidak bisa memahami sinyal komunikasi hewan berbulu menggemaskan ini.
Dengan memperhatikan suara atau vokalisasi, gerak-gerik dan kebiasaan kucing, kita bisa tahu suasana hati, bahkan masalah kesehatan yang dialaminya.
1. Gerakan Telinga
Telinga memainkan peranan penting dalam bahasa tubuh kucing.
Gerakan telinga kucing dapat menjadi sinyal yang memberitahu kalau mereka sedang santai, waspada, atau merasa gelisah dan takut.
Kucing merasa santai atau rileks apabila ia sedang dalam posisi duduk dengan telinga menghadap ke depan dan agak miring ke belakang, seperti mendengarkan suara yang menarik.
Merasa waspada ketika daun telinganya menjadi tegak seolah otot-otot di dahi menarik mereka masuk.
Jika telinganya mulai berkedut atau berputar, kucing mungkin merasa sedikit cemas atau ragu dengan suara atau situasi.
Sementara gerakan telinga berkedut seperti gugup, menjadi pertanda kalau kucing merasa takut dan frustasi.
2. Sinyal Mata
Bahasa tubuh kucing juga bisa dilihat dari gerakan kelopak mata dan perubahan pupil atau bagian hitam pada matanya.
Apabila kucing merasa terancam dan atau sedang melihat sesuatu yang menyenangkan, pupil matanya akan melebar.
Kucing yang merasa kesal akan menggerakan daun telinganya ke belakang, sementara pupilnya menyempit dan kumisnya mengarah ke depan.
Sementara saat bermain, daun telinganya akan tegak, pupil melebar dan kumis ke depan.
Selain itu, jika menunjukkan kelopak mata yang tampak murung dan terlihat mengantuk, ini pertanda kucing sedang santai dan percaya diri.
Cobalah sesekali balas kedipan mata kucing peliharaan Anda.
Apabila ia berkedip kembali, itu merupakan sebuah kedipan kasih sayang.
Tetapi bila kucing menatap kucing lain tanpa berkedip, berarti tanda kucing ingin melawan atau mendominasi.
3. Gerakan Ekor
Anda juga bisa mengetahui hal yang dirasakan kucing lewat kibasan dan posisi ekornya.
Ketika kucing mengangkat ekornya saat akan didekati, berarti ia bersedia atau menerima untuk didekati.
Jika kucing menghentak ekornya, biasanya merupakan sinyal menjaga jarak.
Sementara ekor yang berayun ke depan dan belakang adalah tanda kucing sedang bermain-main atau malah sedang frustrasi.
Apabila bulu pada bagian ekornya berdiri, ini menunjukkan kucing sedang bersikap defensif.
Ketika ekornya diangkat ke posisi lebih tinggi, berarti kucing siap bertarung.
Sedangkan ekor yang terselip di antara kedua kakinya, menjadi pertanda kucing sedang ketakutan.
4. Gerakan Tubuh
Sering melihat kucing melakukan gerakan tubuh seperti stretching dan berguling, Anda? Ini tandanya kucing peliharaan sedang senang, puas dan merasa rileks.
Sementara jika sedang takut atau marah, kucing menunjukkan punggung melengkung dengan bulu berdiri di sekitar punggungnya.
Kalau kucing sedang berbaring telentang dan mendengkur, itu berarti ia sedang santai dan jika berbaring sambil menggeram, berarti kucing sedang kesal dan bersiap menyerang.
5. Menyapa
Kucing sering bertingkah menggemaskan dengan menggosok-gosokkan badannya di kaki kita. Ternyata itu adalah salah satu cara kucing untuk menyapa.
Biasanya kucing menyapa sesamanya satu sama lain secara tatap muka. Ketika kucing meraba dirinya di sekitar kaki, itu merupakan adaptasi dari cara menyapa antara kucing ke kucing.
Ada juga kucing yang menyapa dengan mencoba melompat ke posisi yang lebih tinggi untuk menyambut tuannya secara muka dengan muka.
Selain itu, kucing adalah hewan yang berorientasi pada bau dan ingin memiliki bau yang akrab di sekitar mereka.
Jadi dengan menggosokkan dirinya di sekitar kita, mereka menandai kita dengan bau mereka sendiri.
6. Menandukkan Kepala (Headbutting)
Gerakan menandukkan kepala (headbutting) menunjukkan kemarahan pada manusia, kebalikannya dengan kucing.
Gerakan headbutting merupakan tanda kucing menunjukkan cinta kepada pemiliknya.
Mendekatkan kepada ke kaki dan wajah adalah caranya untuk meminta perhatian dan belaian.
7. Mencakar
Kadang kita dibuat bingung dengan tingkah kucing yang mencakar karpet, menggaruk-garuk pintu atau merusak furnitur rumah.
Ini sebenarnya merupakan salah satu perilaku agresif sebagai tindakan untuk defensif atau mempertahankan diri.
Kucing adalah hewan yang tegas dengan teritorinya, sehingga ketika merasa terancam akan berlaku hendak menyerang dengan mencakar disertai dengan suara menggeram.
Jika kucing sudah memperlihatkan tanda-tanda ini, sebaiknya hindari mendekati atau memegangnya.
Tinggalkan kucing sendiri sampai merasa tenang kembali.
8. Menjilat
Bahasa tubuh kucing yang merasa nyaman dapat dilihat dari perilakunya dengan menjilati tangan atau bagian tubuh pemiliknya.
Jika kucing peliharaan Anda melakukan hal ini, itu berarti kucing telah menganggap Anda sebagai bagian dirinya dan merasa nyaman berada di sekitar Anda.
Makna Suara Kucing
Selain lewat bahasa tubuh, kucing juga berkomunikasi dengan suara seperti mengeong, mendesis, mendengkur dan menggeram.
Berikut adalah beberapa suara kucing dan artinya, dikutip dari Humane Society.
1. Mengeong
Mengeong biasanya dilakukan oleh anak kucing kepada induknya dan jarang ditemukan pada kucing dewasa.
Kucing menggunakan suara “meong” sebagai sapaan, perintah, ataupun memberitahu keberadaannya.
2. Suara bergetar
Suara getar biasanya dibuat kucing dengan mulut tertutup dan digunakan untuk berkomunikasi sesama kucing.
Suara ini biasanya merupakan cara induk kucing menyuruh anak-anaknya untuk mengikutinya.
3. Mendengkur
Bahasa tubuh kucing ini menunjukkan tanda kucing merasa puas.
Kucing akan membuat suara ini setiap kali merasa bahagia sekalipun saat sedang makan.
Namun, ada kondisi dimana kucing mendengkur saat ia sedang cemas atau sakit, dan menggunakan dengkurannya untuk menghibur diri.
Jadi, perhatikan dengan baik suara dengkuran kucing Anda di rumah, ya!
4. Menggeram
Menggeram, mendesis, atau meludah menunjukkan kucing sedang kesal, ketakutan, marah, atau agresif.
Hindari mendekati kucing ketika sedang dalam bahasa tubuh kucing ini, ya.
5. Melolong
Bahasa tubuh kucing ini terdengar seperti meong yang keras dan berlarut-larut.
Menjadi sinyal bahwa kucing sedang dalam masalah, misalnya terjebak di lemari atau sedang kesakitan.
Selain itu, bisa jadi tanda kucing ingin kawin.
Sementara pada kucing tua, bisa menjadi tanda sedang mengalami masalah terkait penyakit kognitif karena usia.
Demikian bahasa tubuh kucing dan suara, beserta makna yang ada di baliknya.
Bagi Anda yang memelihara kucing di rumah, penting sekali untuk mempelajari kebiasaan dan tingkah laku kucing agar bisa tahu kondisi yang dirasakannya.
Penulis: Mikail Dzan


