Legenda sepak bola Portugal dan Real Madrid, Pepe, memutuskan gantung sepatu di usia 41 tahun. Yang mengharukan, Pepe pensiun di klub yang diakuinya begitu berpengaruh dalam kariernya, FC Porto.
Momen mengharukan terjadi saat Pepe menaruh jersey Porto, klub yang membesarkan namanya sebelum menutup koper tersebut. Dia pun memeluk keluarganya dengan hangat.
Pensiunnya pepe menandai akhir dari era seorang bek yang telah memberi warna pada dunia sepak bola selama bertahun-tahun.
Sepanjang kariernya, lebih dari dua dekade sebagai pesepak bola profesional, Pepe menjalani musim-musim yang luar biasa.
Secara total, baik di level klub maupun tim nasional, Pepe bermain sebanyak 878 laga dan meraih sebanyak 34 trofi.
Dari semua itu, paling prestisius adalah trofi Pilada Eropa 2016 yang dipersembahkan untuk Portugal. Trofi ini mengukuhkan status Pepe sebagai salah satu bek terbaik di dunia.
Pepe juga menjadi salah satu bek legendaris Real Madrid. Dengan skema ofensif, El Real kerap menjadi kuburan bek terbaik di dunia karena dianggap gagal.
Tapi Pepe berhasil di Santiago Bernabeu dan membuktikan kapasitasnya sebagai salah satu bek terbaik sejagat. 10 tahun di Real Madrid Pepe meraih berbagai gelar, dari domestik maupun liga antarklub Eropa.
Real Madrid menjadi capaian terbesar Pepe, walau dia sendiri tak melupakan Porto. Real Madrid telah memberi Pepe segalanya, dan sebaliknya.
Di akhir kariernya, Pepe kembali ke Porto dan memutuskan gantung sepatu di klub yang menurut dia, mempersiapkan dirinya dengan baik.
Merangkum berbagai sumber, berikut ini adalah profil dan perjalanan panjang Pepe dalam dunia sepak bola profesional yang telah membesarkan namanya.
Biodata dan Profil Pepe
Képler Laveran Lima Ferreira, nama Panjang Pepe, Lahir di Maceió, Brasil, pada 26 Februari 1983. Pepe memulai kariernya dengan Corinthians Alagoano sebelum menjelajahi Eropa dan meraih kesuksesan besar bersama klub-klub elite dunia.
Rekam Jejak Klub
- Maritimo dan Porto
Pepe mengawali karier profesionalnya di Eropa bersama klub Portugal, Marítimo, sebelum namanya mulai dikenal luas ketika ia bergabung dengan Porto pada 2004.
Di Porto, Pepe dengan cepat menjadi salah satu bek tengah paling ditakuti, berkat kemampuannya membaca permainan dan ketangguhan fisik yang luar biasa.
- Real Madrid
Namun, puncak kariernya terjadi setelah ia pindah ke Real Madrid pada 2007.
Di klub raksasa Spanyol tersebut, Pepe menghabiskan satu dekade penuh kesuksesan, memenangkan tiga gelar LaLiga, tiga trofi Liga Champions UEFA, serta dua Piala Dunia Antarklub FIFA.
Bersama Real Madrid, Pepe tampil dalam 334 pertandingan dan menjadi pilar pertahanan yang kokoh.
- Besiktas dan FC Porto
Setelah meninggalkan Real Madrid pada 2017, Pepe sempat bergabung dengan klub Turki, Beşiktaş, sebelum akhirnya kembali ke Porto pada 2019.
Di klub yang telah membesarkan namanya ini, Pepe mengakhiri kariernya dengan total empat gelar Primeira Liga Portugal.
Karier Internasional Pepe
Meski lahir di Brasil, Pepe memilih untuk membela tim nasional Portugal dan melakukan debutnya pada 21 November 2007.
Selama karier internasionalnya, ia mencatatkan 141 caps dan mencetak 8 gol, menjadikannya salah satu pemain dengan caps terbanyak dalam sejarah Portugal, hanya kalah dari Cristiano Ronaldo dan Joao Moutinho.
Pepe adalah bagian integral dari skuad Portugal yang memenangkan Euro 2016, di mana ia berperan penting dalam menundukkan tuan rumah Prancis di final.
Tak hanya itu, Pepe juga tampil di empat edisi Piala Dunia dan lima Kejuaraan Eropa UEFA, meninggalkan jejak yang tak terlupakan dalam sejarah sepak bola Portugal.
Statistik Pertandingan
Melansir Transfremarkt, Total, Pepe telah bermain dalam 737 pertandingan profesional, mencetak 42 gol dan memberikan 36 assist, sebuah catatan yang luar biasa bagi seorang bek.
Apabila ditambahkan dengan kontribusinya di timnas, maka Pepe memainkan sebanyak 878 laga dan mencetak 50 gol.
Kemampuannya dalam bertahan, ditambah dengan keberanian dan semangat juang yang tinggi, membuatnya dihormati oleh rekan setim dan lawan-lawannya.
Pepe pensiun dengan meninggalkan warisan besar dalam dunia sepak bola. Meski kini telah gantung sepatu, nama Pepe akan terus dikenang sebagai salah satu bek terbaik yang pernah ada di planet ini.
Penulis: Mikail Dzan


