Presiden Joko Widodo menyampaikan pidato kenegaraan terakhirnya di Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, pada Jumat, 16 Agustus 2024.
Berikut adalah poin-poin dari Pidato Presiden RI dalam rangka Penyampaian RUU APBN 2025 dan Nota Keuangan.
Postur RAPBN 2025
- Inflasi 2,5%
- Pertumbuhan Ekonomi 5,2%
- Rupiah 16.100 per US$
- Suku Bunga SBN 10 tahun 7,1%
- Harga Minyak Mentah Indonesia US$ 82 per barel
- Lifting minyak sebesar 600 ribu barel per hari
- Produksi Gas1,005 juta barel per hari setara minyak
Belanja negara Rp 3.613,1 Triliun
Terdiri dari:
- Belanja Pemerintah Pusat: Rp 2.693,2 Triliun (75% dari PDB)
- Transfer ke daerah Rp 919,9 Triliun (25% dari PDB)
- Anggaran Pendidikan Rp 722,6 Triliun (20% dari PDB)
- Anggaran Perlindungan sosial Rp 504,7 Triliun (14% dari PDB)
- Anggaran Kesehatan Rp 197,8 Triliun (5,5% dari PDB)
- Anggaran Ketahanan Rp 124,4 Triliun (3,5% dari PDB)
- Anggaran Infrastruktur Rp 400,3 Triliun (11% dari PDB)
Pendapatan negara Rp 2,996,9 Triliun
Berasal dari:
- Pajak: Rp 2,490,9 Triliun (83% dari PDB)
- PNBP (Pendapatan Negara Bukan Pajak): Rp 505,4 Triliun (17% dari PDB)
Terjadi defisit karena belanja negara (Rp 3.613,1 Triliun) lebih besar dari pendapatan negara (Rp 2,996,9 Triliun)
Defisit 2,53% terhadap PDB atau Rp 616,2 Triliun
Tingkat Pengangguran terbuka 4,5%-5% (dari jumlah penduduk Angkatan kerja)
Angka Kemiskinan 7%-8%
Rasio GINI 0,379 – 0,382
Indeks Modal Manusia 0,56
Nilai Tukar Petani 115-120
Nilai tukar Nelayan 105-108


